51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Olahraga Singkat Berintensitas Tinggi Meningkatkan Kebugaran Fisik Wanita Kelebihan Berat Badan

Kaum rebahan dan mager (malas gerak) adalah golongan orang yang memiliki aktifitas fisik sangat rendah, ditambah asupan kalori yang tinggi, dapat memicu terjadinya overweight (kelebihan berat badan atau kelebihan BB) dan obesitas. Kelebihan BB dan obesitas menjadi salah satu penyebab berbagai penyakit tidak menular yang memiliki resiko kematian yang tinggi. Kelebihan BB yang dapat mengakibatkan akumulasi lemak yang berlebihan, termasuk asam lemak bebas atau free fatty acids (FFA). Peningkatan FFA memicu produksi oksidan yang berefek negatif terhadap proses metabolisme tubuh, sehingga dapat mengurangi tingkat kebugaran fisik.

Penangangan dan pencegahan overweight dan obesitas dilakukan dengan melakukan latihan fisik atau olahraga yang tepat. Pada penelitian ini dilakukan pada wanita yang kelebihan BB dengan gaya hidup rebahan, sebagai subjek penelitian. Subjek penelitian ini dibagi menjadi 2 kelompok, 1 kelompok control atau kelompok yang tidak diberikan perlakuan, dan 1 kelompok dengan perlakuan berupa latihan HIIT (high intensity interval training) selama 2 minggu atau sebanyak 8 sesi.

HIIT dilakukan dengan menggunakan sepeda ergocycle, mengayuh dengan kecepatan maksimal selama 10 detik lalu 50 detik istirahat aktif selama 20 menit dalam satu kali sesi latihan. Efek HIIT diukur melalui perubahan kebugaran dan FFA pada wanita kelebihan BB dengan gaya hidup rebahan ini.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kebugaran (VO2max) yang signifikan (p<0.05) antar kelompok, namun tidak terjadi penurunan FFA yang siginifikan (p≥0.05) antara kelompok HIIT dan Kontrol.

Berdasarkan hasil tersebut, diketahui bahwa HIIT selama 2 pekan, 8 kali latihan dapat miningkatkan kebugaran, karena dua faktor, yang pertama adalah faktor kekuatan jantung yang meningkat. Kekeuatan jantung meningkat akibat kekeuatan otot jantung yang meningkat akibat latihan, sehingga volume darah yang dipompa jantung menjadi lebih banyak dan oksigen yang dimanfaatkan juga lebih besar. Faktor yang kedua adalah kemampuan sel otot skelet yang menunjukkan peningkatan aktifitas enzim di mitokondria, kapasitas oksidatif otot rangka, dan adaptasi metabolik lainnya.

FFA pada kelompok HIIT tidak ada perubahan yang bermakna, bahkan ada kecenderungan meningkat. Meningkatnya FFA ini dapat dikarenakan proses lipolisis atau pemecahan lemak pada subjek yang melakukan HIIT lebih tinggi. Hal tersebut dalam rangka pemenuhan energi saat latihan. Sedangkan subjek yang tidak melakukan HIIT, enenrgi yang dibutuhkan relative konstan. Selain itu, pola makan subjek yang tidak dikendalikan dalam penelitian ini dan merupakan keterbatasan penelitian ini, dapat berkontribusi pada tidak adanya perubahan yang bermakna pada kadar FFA.

Faktor lain yang bisa turut memberikan efek secara tidak langsung Kondisi psikologis subyek. Kondisi psikologis bisa menjadi penyebab meningkatnya FFA, karena kondisi stres mengaktifkan sistem saraf simpatis yang menyebabkan pelepasan epinefrin dan norepinefrin, sehingga meningkatkan konsentrasi FFA. Periode latihan selama 2 minggu atau 8 sesi bisa pula merupakan faktor pendukung FFA tidak terjadi perubahan bermakna. Pada beberapa penelitian lain menyebutkan bahwa HIIT dapat mengurangi FFA dengan periode latihan 8 minggu atau lebih.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa latihan olahraga tidak harus dilakukan dalam durasi yang lama, cukup hanya dengan 20 menit per sesi latihan, dilakukan sebanyak 4x tiap pekan dengan HIIT, dapat meningkatkan kebugaran pada wanita yang kelebihan berat badan, hanya dengan latihan selama 2 pekan. Untuk efek yang lain, diharapkan nampak perubahan yang bermakna jika dilakukan lebih dari 2 pekan, tetapi perlu penelitian lebih lanjut. Oleh karena itu, meski kelebihan berat badan, dan rasanya kurangnya waktu luang, tidak boleh menjadi alasan mengapa kita tidak berolahraga, mengingat waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama. Marilah selalu jaga kebugaran dengan berolahraga. Salam sehat, salam olahraga!

Penulis:  Dr. Lilik Herawati, dr., M.Kes.

Informasi detail bisa didapatkan pada hasil riset kami di link:

Syamsudin, F., Qurnianingsih, E., Kinanti, R.G., Vigriawan, G.E., Putri, E.A.C., As™ad, M.R.F., Callixte, C., Herawati, L., 2023. Short Term HIIT increase VO2max, but can™t decrease Free Fatty Acids in Women Sedentary Lifestyle. Retos 50, 380“386.

AKSES CEPAT