51动漫

51动漫 Official Website

Optimalisasi Kualitas Citra Mri Cerviks

IL-by-Ciputra-Medical-Center

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran semakin maju pesat dan semakin modern, khususnya dalam pelayanan kedokteran radiologi. Modalitas MRI (Magnetic Resonance Imaging) digunakan dalam membantu menegakkan diagnosis, terutama dalam memberikan informasi yang lebih akurat tentang hubungan anatomi dan kelainan patologis dari objek yang diperiksa. MRI adalah teknik pemindaian non-pengion yang dapat mencitrakan organ yang diperiksa berdasarkan prinsip resonansi magnetik inti atom hidrogen dengan menggunakan sinyal RF (radio frekuensi) dan medan magnet pada skala tertentu. MRI menciptakan kualitas gambar yang lebih baik yang dapat digunakan untuk menilai perbedaan anatomi organ lunak pada tubuh, khususnya tulang belakang, dibandingkan dengan CT scan. Kualitas citra MRI yang baik dapat ditentukan oleh empat karakteristik yaitu signal to noise ratio (SNR), Contrast to Noise Ratio (CNR), resolusi spasial, dan waktu scan. Hasil citra yang baik juga dipengaruhi oleh beberapa parameter yaitu time repetisi (TR), time echo (TE), echo train length (ETL), time inversion (TI), Number of excitations (NEX), field of view (FoV) dan bandwidth. Parameter yang paling berpengaruh signifikan terhadap SNR, CNR, dan waktu pemeriksaan adalah TR dan ETL. Pemberian TR yang panjang dapat mengevaluasi organ pada irisan yang lebih banyak dan memberikan nilai signal noise yang baik, waktu yang dibutuhkan menjadi lebih lama. TR yang cepat dapat mempersingkat waktu dalam pengambilan data, tetapi irisan organ yang dievaluasi lebih sedikit sehingga nilai SNR bisa lebih baik.

Vertebral merupakan salah satu pemeriksaan MRI yang banyak dijumpai termasuk pemeriksaan MRI servikal. Vertebra serviks merupakan salah satu rangkaian vertebra yang merupakan tulang punggung leher dan membentuk daerah tengkuk. Pada teknik pemeriksaan MRI serviks digunakan pembobotan T2 dan T1, dengan protokol yang dianjurkan adalah Sagittal T1 SE/FSE, Sagittal T2 SE/FSE atau GE, Coronal T1 SE/FSE, Coronal T2 SE/FSE atau GE, Axial T1 SE/FSE, Axial T2 SE/FSE atau GE. Menurut Chong et al. (2016), penggunaan fast spin echo (FSE) pulse sequence direkomendasikan karena dapat mendeteksi dini tanda-tanda patologis, seperti edema, tumor, infeksi, patah tulang, dan cedera ligamen, serta menghasilkan gambar dengan sinyal kuat pada cairan serebrospinal (CSF), termasuk detail akar saraf. Potongan sagital dipilih untuk memberikan visualisasi gambar yang lebih luas dan komprehensif.

Fast Spin Echo (FSE) merupakan salah satu sekuens pulsa Spin Echo (SE) dengan waktu scan yang lebih cepat dibandingkan pencitraan SE MRI konvensional. Pada pembobotan T2 FSE, nilai waktu scan menjadi lebih singkat, dan menggunakan urutan FSE dapat meningkatkan nilai SNR. Hal ini dikarenakan pada urutan FSE, sudut eksitasi proton hidrogen lebih tinggi ketika diberikan gelombang frekuensi radio menggunakan flip angle yang besar (lebih dari 90 derajat), sehingga energi yang diberikan akan lebih besar. Ini sesuai dengan konsep fisika, semakin besar energi maka semakin besar pula sinyal yang dihasilkan. Ketika sinyal lebih kuat maka akan menekan kebisingan dan meningkatkan nilai SNR.

Pada pemeriksaan MRI dengan berbagai kasus vertebra servikal, pasti terjadi pergerakan pada serviks pasien, baik saat pasien menelan ludah, menghirup, dan mengedarkan darah, maupun gerakan-gerakan lain akibat lamanya pemeriksaan sehingga memungkinkan artefak gerak akibat gerakan tersebut. Oleh karena itu, penggunaan urutan FSE sangat membantu pasien dan ahli radiologi untuk melakukan pemeriksaan lebih cepat. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas citra yang optimal terletak pada TR 4000 ms dan ETL 20 pada jaringan cairan serebrospinal (CSF), spinal cord (SC), vertebral body (VB), disc intervertebral (DI), and bone edge boundary (BEB) berdasarkan pada nilai CNR tertinggi. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan menentukan nilai ROI objek dan background menggunakan Radiant DICOM. Variasi kombinasi TR dan ETL memiliki efek berbeda pada nilai SNR, CNR, dan waktu pemindaian. Selain itu, terlihat juga bahwa semakin tinggi nilai ETL maka waktu scan semakin pendek sehingga akan mengurangi noise yang ditimbulkan oleh pergerakan pasien.

Penulis : Suryani Dyah Astuti

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

AKSES CEPAT