UNAIR NEWS Sebagai negara yang memiliki megadiversitas terbesar kedua di dunia, Indonesia sudah pasti memiliki banyak simpanan bahan alami yang bermanfaat untuk pengobatan penyakit dalam jumlah yang sangat banyak. Hal itulah yang menjadi fokus bahasan Prof. Dr. Ahmad Fu檃d, M.S., Apt., dalam orasi ilmiah dalam pengukuhan guru besar yang dilangsungkan di Aula Garuda Mukti, Kampus C, UNAIR, Kamis (28/12).
Dalam orasi yang berjudul 淢engungkap Keanekaragaman Kandungan Kimiawi dan Bioaktivitas dalam Bahan Obat Alami, Prof. Fuad mengatakan bahwa Indonesia yang dianugerahi oleh Allah SWT sebagai negara dengan megadiversitas terbesar di dunia. Itu merupakan potensi yang luar biasa.
淜ekayaan sumber alam yang kita miliki kemudian didukung oleh kekuatan sumber daya manusia yang mampu mengeksplor bahan alami hingga menjadi produk industri farmasi akan membuat bangsa ini menjadi bangsa yang sehat dan berdaya guna, jelasnya.
Produk industri farmasi yang melimpah, tambah guru besar aktif Fakultas Farmasi ke-22 itu, membuat Indonesia mampu mandiri di bidang obat seperti yang diamanatkan dalam program pemerintah saat ini. Mengenai hal tersebut, UNAIR melalui para penelitinya telah melakukan kolaborasi riset international tentang eksplorasi sumber daya alam untuk mendapatkan kandidat obat.
滼adi, dapat kami simpulkan bahwa UNAIR memiliki kapasitas di bidang tersebut, tegasnya.
Selanjutnya, guru besar ke-179 sejak status UNAIR menjadi PTN BH itu juga menyatakan bahwa keterlibatan UNAIR dapat dilihat dari riset pertama tentang eksplorasi kekayaan tanaman obat untuk mendapatkan bahan aktif sebagai anti virus hepatitis C dan riset kedua tentang eksplorasi kekayaan mikroba untuk mendapatkan bahan aktif anti amuba serta anti malaria.
淒alam perjalanan riset ini, kemudian terjalin komunikasi dan kerja sama lain untuk memperkuat jaringan riset sejenis agar lebih lebih mendunia, paparnya.
Pada akhir, guru besar yang menjabat sebagai sekretaris lembaga penyakit tropik tersebut mengungkapkan bahwa hasil kolaborasi riset itu telah memberikan kekuatan riset yang mumpuni pada sisi penguasaan teknologi dan kualitas luarannya. Hal tersebut disebabkan peralatan riset yang diperoleh dari hibah riset kolaborasi. Yakni, peralatan yang relatif lebih maju dan mutakhir yang ada di Indonesia.
淒engan demikian, UNAIR akan semakin mantap untuk berpartisipasi aktif dalam program kemandirian obat di Indonesia pada bagian bahan obat alami, pungkasnya. (*)
Penulis: Nuri Hermawan
Editor: Feri Fenoria.





