51动漫

51动漫 Official Website

Optimasi Peningkatan Kapasitas Produksi Biomassa dan Flavonoid Akar Adventif Gynura Procumbens

Foto by Alodokter

Kultur akar adventif merupakan salah satu metode untuk memperoleh biomassa dan senyawa bioaktif tanaman dalam jumlah besar dengan waktu yang lebih cepat dibandingkan budidaya tanaman secara konvensional. Perkembangan teknologi bioreaktor di dalam kultur jaringan tanaman memberikan peluang besar untuk melakukan produksi biomassa dan senyawa bioaktif dari tanaman, terutama tanaman sambung nyawa (Gynura procumbens). Gynura procumbens merupakan salah satu tanaman berkhasiat obat yang memiliki potensi besar untuk dijadikan bahan baku obat tradisional.

Kultur akar adventif menggunakan bioreaktor skala kecil (kapasitas 1 L) telah banyak dibuktikan dapat meningkatkan produksi biomassa dan senyawa bioaktif G. procumbens. Optimasi peningkatan kapasitas kultur akar adventif telah berhasil dilakukan dengan menggunakan bioreaktor BTBB kapasitas 3 L. Variabel kondisi optimal untuk kultur dalam bioreaktor mengunakan volume aerasi 0,15 vvm dengan densitas starter inokulum sebanyak 3 g/L yang berasal dari subkultur pertama. Biomassa akar adventif optimal yang diperoleh sebesar 74,01 g/L berat segar dan 4,30 g/L berat kering, sedangkan produktivitas senyawa bioaktif optimal yang diperoleh sebesar 62,18 mg/BK senyawa fenolik dan 647,92 mg/BK senyawa flavonoid setelah 28 hari periode kultur dalam bioreaktor kapasitas 3 L.

Peningkatan kapasitas kultur menggunakan bioreaktor 19 L menghasilkan biomassa optimal sebesar 33,25 g/L berat segar dan 2,64 g/L berat kering menggunakan media MS-Tek, sedangkan produktivitas senyawa bioaktif optimal sebesar 8,23 mg/BK senyawa fenolik dan 81,06 mg/BK setelah 35 hari periode kultur. Hasil biomassa (g/L) dan kadar senyawa bioaktif (mg/g) akar adventif dari bioreaktor 19 L lebih rendah dibandingkan bioreaktor 3 L. walaupun demikian, biomassa dan senyawa bioaktif total (g/bioreaktor) akar yang dihasilkan dari bioreaktor 19 L tetap lebih optimal. Biaya peningkatan kultur untuk produksi biomassa akar adventif menggunakan media MS-Tek dalam bioreaktor 19 L 30% lebih efisien dibandingkan produksi menggunakan bioreaktor 3 L. Optimasi metode dua tahap kultur, yaitu produksi biomassa optimal dan setelah itu meningkatkan senyawa bioaktif dengan cara elisitasi mungkin dapat memberikan hasil yang optimal untuk produksi akar adventif G. procumbens menggunakan bioreaktor 19 L.

Penulis: Dannis Yuda Kusuma, Alfinda Novi Kristanti, Yosephine Sri Wulan Manuhara

Jurnal:

AKSES CEPAT