51动漫

51动漫 Official Website

Pandemi Covid-19 dan Peran Perempuan dari Keluarga Miskin dalam Mempertahankan Hidup

Foto by BaKTINews

Pandemi COVID- 19 yang melanda di hampir seluruh negara di dunia telah menyebabkan berjuta orang menjadi korban terinfeksi dan bahkan ribuan orang meninggal akibat virus tersebut. Selain berdampak pada jutaan orang terjangkit virus tersebut, dampak besar lainnya adalah pada sisi sosial, ekonomi, dan politik yang secara nyata juga dirasakan oleh sebagian besar masyarakat dan negara di dunia. Studi ini ingin menggambarkan dampak sosial dan ekonomi akibat pandemic Covid-19 pada kelompok masyarakat, khususnya perempuan dari keluarga miskin di dua provinsi di Indonesia, yaitu Jawa Timur dan Sumatera Barat. Kedua wilayah tersebut terkategori sebagai wilayah yang memiliki jumlah penderita Covid-19 yang cukup tinggi.

Berbagai studi yang telah dilakukan berkaitan dengan pandemic COVID-19 lebih banyak mengkaji dari sudut pandang dan disiplin ilmu kesehatan dan medis. Studi ini secara khusus menganalisis sisi sosial humaniora dari realitas pandemi COVID- 19, khususnya untuk melihat strategi pertahanan hidup (survival strategy) perempuan dalam keluarga miskin. Situasi pandemic Covid-19 ini sudah pasti memiliki dampak yang cukup besar bagi keluarga miskin. Dalam situasi normal saja mereka hanya mampu bertahan hidup dalam hitungan minggu atau bulan, apalagi dalam situasi pandemic ini banyak kegiatan perekonomian yang tersendat dan bahkan berhenti total.

Situasi pandemic Covid-19 ini memaksa Pemerintah Indonesia untuk mengambil kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di mana melalui kebijakan tersebut seluruh aktivitas masyarakat di luar rumah dibatasi. Situasi tersebut tidak saja memukul sektor perekonomian berskala besar, tetapi juga sektor perekonomian berskala kecil, termasuk sektor informal yang banyak digeluti oleh masyarakat lapisan bawah.

Pukulan telak akibat pandemic Covid-19 pada masyarakat miskin menyebabkan mereka harus berjuang lebih keras agar mampu bertahan hidup. Atas dasar fenomena tersebut maka studi ini berupaya untuk mengetahui dampak sosial-ekonomi yang dihadapi perempuan keluarga miskin akibat krisis pandemi covid-19; serta bagaimana perempuan keluarga miskin menyikapi kondisi krisis pandemi covid-19 sehingga mereka dapat bertahan hidup di tengah krisis ekonomi yang dihadapinya. Melalui fokus kajian tersebut maka studi ini juga ingin memahami lebih jauh tentang kemampuan perempuan dari keluarga miskin dalam beradaptasi dengan mengandalkan modal sosial dari lingkungannya sendiri untuk bertahan hidup.

Pandemi Covid-19 yang melanda kehidupan masyarakat pada intinya adalah sebuah bencana yang juga bersifat sosial atau bencana non fisik. Dalam menganalisis kondisi bencana sosial sebagian besar pendekatan memulainya dengan melihat dari konsep kerentanan sosial (Blaikie, Cannon, Davis, & Wisner, 1994; Birkland, T.A. , 1997). Pendekatan ini mengasumsikan bahwa bencana sosial pada dasarnya adalah konstruksi manusia yang mencerminkan distribusi risiko bencana secara sosial dalam kehidupan masyarakat. Selanjutnya, pendekatan ini melihat kerentanan terhadap bencana berkaitan dengan dinamika sosial yang berakar pada gender, kelas, ras, budaya, usia, dan relasi kekuasaan lainnya. Dari perspektif ini, kerentanan bencana hendaknya juga dipahami dalam kaitannya dengan patriarki dan konstruksi sosial yang menyertainya. Para ahli feminis dan teori gender dan pembangunan menekankan analisisnya pada peran perempuan dan tindakan perlindungan diri dalam lingkungan yang berisiko dan kondisi bencana berdasarkan peran reproduksi, produktif, dan sosial.

Studi ini menemukan bahwa keberhasilan menghadapi kebencanaan (vulnerability, resilience, risks) melalui survival Strategies ada dua, berbasis modal sosial jaringan konvensional dan modal politik jaringan modern. Strategi koping perempuan di lingkungan berisiko, perempuan sebagai kelompok terpinggirkan, utamanya pada kelompok janda, perempuan miskin, Terutama karena mereka harus mengandalkan pada keluarga, tetangga, dan lingkungan dekat mereka yang juga memiliki kemampuan terbatas. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa saat pandemi Covid-19, komunitas yang telah hidup dalam kemiskinan mengalami dampak yang lebih parah dan signifikan dibandingkan dengan anggota masyarakat lainnya yang lebih mampu. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus dari Pemerintah pusat maupun Pemerintah Daerah dalam kebijakan dan program penanggulangan pandemi Covid-19. Diperlukan formal safety net yang lebih baik agar keluarga miskin dan terpinggirkan bisa bertahan dan tidak semakin terpuruk. Program pemberdayaan yang berfokus para perempuan miskin sangat penting untuk mengatasi masalah ini.

Penulis: Emy Susanti

Jurnal: Survival Strategies of Indonesian Women from Low-Income Families during the COVID-19 Pandemic

AKSES CEPAT