UNAIR NEWS – Sekolah Pascasarjana 51动漫 (UNAIR) menegaskan peran untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak hanya cerdas, namun juga berdampak bagi masyarakat. Hal ini disampaikan dalam obrolan Prof Dr H Jusuf Drs M Com, Wakil Direktur I Sekolah Pascasarjana UNAIR dengan Suara Muslim TV pada Rabu (10/8/2025). Pada kesempatan tersebut, keduanya membahas tema Penyiapan SDM Pendidikan Tinggi untuk UNAIR Berdampak bagi Kemaslahatan Umat.
Makna Berdampak dalam Perguruan Tinggi
Prof Jusuf menjelaskan bahwa pada pendidikan tinggi terutama jenjang pascasarjana, seseorang harus menguasai seluruh aspek keilmuan, bukan hanya sekedar teori. Berbicara pada jenjang doktor, Prof Jusuf mengungkap bahwa pada tahap ini seseorang berada pada tahap mengembangkan ilmu.
淧ada jenjang magister, mahasiswa diharapkan menguasai teori, teknologi, hingga konsep secara mendalam untuk dapat diterapkan bagi kemaslahatan masyarakat. Sedangkan pada level doktor, mahasiswa berpotensi menciptakan teori baru yang nanti berdampak pada dua aspek, yaitu pengembangan ilmu dan kesejahteraan masyarakat, ucap Prof Jusuf.
Lebih lanjut, Prof Jusuf menjelaskan bahwa konteks berdampak bukan terbatas pada ilmu, namun jugamenyangkut moral dan adab. Sebagai bentuk implementasi ini, UNAIR menanamkan nilai Excellence with Morality, yang mana mahasiswa selain unggul secara akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai moralitas untuk menumbulkan dampak sosial yang nyata.
Pendekatan Multidisiplin sebagai Strategi Efektif
Di sisi lain, Prof Jusuf menekankan peran pascasarjana sebagai ruang pembelajaran berkelanjutan. Ia menyebut bahwa kurikulum di Sekolah Pascasarjana UNAIR membentuk mahasiswa memiliki pengetahuan hingga keterampilan yang kompeten. 淜urikulum pascasarjana dirancang untuk membekali pengetahuan, keterampilan, sikap, dan kemampuan hingga mahasiswa benar-benar kompeten. Selain itu, pendidikan pascasarjana menekankan pembelajaran berkelanjutan dan pengembangan mindset terbuka agar lulusan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, ungkap Prof Jusuf.
Prof Jusuf juga menyampaikan bahwa Pascasarjana UNAIR mengakomodasi ilmu-ilmu lintas disiplin sebagai cara menghadapi tantangan abad ke-21 yang kompleks. 淧ascasarjana UNAIR mengakomodasi multidisiplin dengan menggunakan pendekatan kolaboratif dan perspektif secara lengkap sebagai keunggulan. Misalnya, kebiasaan makan tidak sehat maupun merokok berdampak buruk bagi kesehatan. Perilaku ini tidak hanya disebabkan oleh alasan medis, tetapi juga menyangkut perilaku masyarakat, imbuhnya.
Terakhir, Prof Jusuf menanggapi isu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Pemerintah. Dalam konteks ekonomi pembangunan, Prof Jusuf menjelaskan bahwa investasi pada manusia dapat menimbulkan dampak besar di masa depan. Prof Jusuf menekankan pentingnya perbaikan tata kelola program seperti Standar Operational Prosedure (SOP) sehingga pengawasan dapat berjalan secara efektif. Ia juga menegaskan bahwa MBG tidak seharusnya masyarakat pahami sebagai makan gratis, tetapi sebagai makan bergizi dan berkualitas.
淢erujuk pada program Posyandu yang hingga kini masih berdiri dan bersifat monumental. Jangan biarkan MBG ini menjadi barang yang usang. Pelajaran dari Posyandu yang telah berjalan puluhan tahun menunjukkan bahwa suatu program membutuhkan waktu. MBG yang baru berjalan setahun tentu masih terdapat banyak kekurangan. Yang perlu kita benahi adalah pelaksanaannya, bukan menghentikan program ini, jelasnya.
Penulis: Kania Khansanadhifa Kallista
Editor: Ragil Kukuh Imanto





