51动漫

51动漫 Official Website

Pelaksanaan Program Pencegahan Penularan Hepatitis B Dari Ibu ke Anak di Puskesmas Kota Surabaya

Foto by Halodoc

Hepatitis B adalah infeksi hati yang memiliki potensi untuk menyebabkan kematian. Penyakit disebabkan oleh virus Hepatitis B, yaitu ditularkan secara vertikal (perinatal) dan horizontal. Berdasarkan Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI tahun 2018 terbanyak penularan hepatitis B adalah 95% vertikal. Setengah dari kematian kasus hepatitis B kronis terjadi karena hepatoseluler karsinoma dan sirosis di Asia dan Afrika yang disebabkan oleh Hepatitis B yang ditularkan melalui transmisi secara vertikal. Namun, transmisi vertikal ini bisa dicegah dengan deteksi dini pada ibu hamil wanita dan pemberian vaksin pada bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi Hepatitis B. Upaya pencegahan penularan Hepatitis B secara vertikal perlu dilakukan karena jumlah wanita yang terinfeksi Hepatitis B terus meningkat.

Di Kota Surabaya, tidak ada wanita yang terinfeksi Hepatitis B pada tahun 2015. Namun, terdapat 201 kasus pada tahun 2016 dan 920 kasus pada tahun 2017. Terjadi peningkatan dalam jumlah kasus wanita yang terinfeksi oleh Hepatitis B. Jumlah ibu penderita Hepatitis B di Surabaya meningkat sejak tahun 2015. Negara telah mengeluarkan pedoman pencegahan penularan hepatitis B vertikal dari ibu ke anak melalui Kementerian RI Kesehatan mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 52 Tahun 2017. Program ini dalam tahap open-access dan difokuskan pada fasilitas kesehatan tingkat pertama pada tahun 2018-2019.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program pencegahan penularan Hepatitis B dari ibu ke anak di Puskesmas di Surabaya, Tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan adanya keterbatasan kekhususan konseling materi dan kesenjangan formulir pencatatan di Puskesmas. Kehadiran kader hepatitis B sebagai strategi promosi di Puskesmas, ketidaklengkapan pengisian formulir, pencapaian cakupan deteksi dini, pra dan pasca dini belum optimal kegiatan penyuluhan deteksi, dan cakupan penatalaksanaan kasus masih di bawah target. Pelaksanaan program pencegahan penularan Hepatitis B dari ibu ke anak adalah masih belum optimal terutama dalam promosi kesehatan di Puskesmas, surveilans, dan manajemen kasus Hepatitis B yang terjadi.

Penulis: Dr. Bagus Setyoboedi, dr, SpA(K)

Disarikan dari artikel dengan judul: IMPLEMENTATION OF PREVENTION PROGRAM FOR HEPATITIS B TRANSMISSION FROM MOTHER TO CHILD IN PUBLIC HEALTH CENTER OF SURABAYAyang diterbitkan di The Indonesian Journal of Public Health, 2022; 17(1):1-13. Link:

AKSES CEPAT