51动漫

51动漫 Official Website

Endotrophin, Biomarker untuk Mengevaluasi Luaran Jangka Panjang Pasien dengan Transplantasi Ginjal

IL by KlikDokter

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan salah satu non-communicable disease yang banyak ditemukan di dunia. Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 10% orang menderita PGK. Jika tidak segera ditangani, pasien dengan PGK dapat jauh ke dalam kondisi gagal ginjal. Pada kondisi ini, maka hanya ada 2 opsi pengobatan, yaitu cuci darah dan transplantasi ginjal. Hingga saat ini, transplantasi ginjal merupakan modalitas pengobatan yang lebih disukai karena meningkatkan kualitas hidup pasien, lebih hemat biaya dalam sudut pandang ekonomi, serta memiliki resiko kematian jangka panjang yang lebih rendah.

Walaupun transplantasi ginjal merupakan modalitas yang lebih disukai, luaran jangka panjang untuk transplantasi ginjal masih dapat diperbaiki lagi. Karena tindakan transplantasi ginjal adalah memasukkan 渂enda asing ke dalam tubuh, maka sistem imunitas tubuh kita akan berusaha untuk 渕enolak ginjal ini. Hal ini menyebabkan terjadinya proses inflamasi dan fibrosis. Jika proses inflamasi dan fibrosis ini tidak dikontrol, maka ginjal yang baru tersebut akan mengalami kerusakan dan membuat pasien kembali ke dalam kondisi gagal ginjal. Oleh karena itu, diperlukan sebuah biomarker yang bisa mengidentifikasi inflamasi dan fibrosis, sehingga terapi intervensi dapat segera diberikan dan luaran jangka panjang pasien dengan transplantasi ginjal dapat diperbaiki.

Endotrophin merupakan bagian dari kolagen yang dilepaskan ke dalam peredaran darah ketika kolagen telah diproduksi dan dilepaskan untuk diendapkan dalam jaringan sebagai bagian dari proses fibrosis. Hal ini membuat endotrophin menjadi dapat digunakan sebagai biomarker untuk melihat seberapa aktif proses fibrosis terjadi di dalam tubuh. Beberapa penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa endotrophin berhubungan dengan gagal ginjal dan kematian pada pasien dengan gagal ginjal kronis, serta juga dapat digunakan sebagai biomarker untuk memprediksi seberapa cepat penurunan fungsi ginjal pasien tersebut. Namun, hingga saat ini belum diketahui apakah endotrophin juga berhubungan dengan gagal ginjal dan kematian pasien yang telah menjalani transplantasi ginjal.

Pada penelitian yang dilakukan menggunakan data dari TransplantLines Biobank and Cohort Study dan didanai oleh European Union, kami mengevaluasi apakah endotrophin dapat digunakan untuk melihat luaran jangka panjang pasien yang menjalani transplantasi ginjal. Luaran jangka panjang yang dievaluasi pada penelitian ini adalah gagal ginjal dan juga kematian. Kami menemukan bahwa pasien dengan transplantasi ginjal secara umum memiliki kadar endotrophin dalam darah yang lebih tinggi daripada orang sehat. Selain itu, kami menemukan bahwa peningkatan endotrophin sebesar 2x lipat meningkatkan resiko gagal ginjal hampir 2x lebih tinggi, dan juga meningkatkan resiko kematian 2.5x tinggi pada pasien yang telah menjalani transplantasi ginjal. Selain itu, kami juga melakukan pengukuran endotrophin secara serial untuk melihat apakah endotrophin ini stabil untuk bisa digunakan sebagai biomarker. Kami menemukan bahwa variasi endotrophin dari waktu ke waktu pada pasien yang sama sangatlah rendah, hanya 5%. Hal ini membuktikan bahwa endotrophin stabil dan memungkinkan untuk digunakan sebagai biomarker.

Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa endotrophin merupakan sebuah biomarker kandidat untuk mengevaluasi luaran jangka panjang pasien dengan transplantasi ginjal. Namun begitu, masih perlu pembuktian menggunakan data dari negara lain, sebelum akhirnya endotrophin ini dapat digunakan sebagai evaluasi standard untuk semua pasien yang menjalani transplantasi ginjal.

Walaupun transplantasi ginjal belum banyak dilakukan di Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara lain dikarenakan berbagai kendala, besar harapan penulis agar tindakan transplantasi ginjal ini dapat lebih banyak dilakukan di masa depan, sehingga pasien bisa mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik dan memiliki angka harapan hidup yang lebih tinggi.

Penulis: dr. Firas Farisi Alkaff

Informasi detail dari tulisan ini dapat dilihat pada publikasi ilmiah kami di:

Kremer D, Alkaff FF, Post A, et al. Plasma endotrophin, reflecting tissue fibrosis, is associated with graft failure and mortality in KTRs: results from two prospective cohort studies. Nephrol Dial Transplant. 2023 Mar 31;38(4):1041-52.

AKSES CEPAT