51动漫

51动漫 Official Website

Pelatihan Komunikasi Antar Pribadi Perkuat Peran Kader Kesehatan Dalpenang dalam Dukung ASI Eksklusif

Tim UNAIR menyelenggarakan Pelatihan Komunikasi Antar Pribadi (KAP) bagi Kader Kesehatan Kelurahan Dalpenang, Kabupaten Sampang (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS Komitmen UNAIR untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kesehatan masyarakat terus dilakukan. Pada 10 Januari 2026, tim UNAIR menyelenggarakan Pelatihan Komunikasi Antar Pribadi (KAP) bagi Kader Kesehatan Kelurahan Dalpenang, Kabupaten Sampang, bertempat di Puskesmas Banyuanyar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian bertajuk 淎ksi Ottawa Charter dalam Promosi Kesehatan sebagai Upaya Akselerasi ASI Eksklusif di Kelurahan Dalpenang, Kabupaten Sampang yang diketuai oleh Dr Dra Shrimarti Rukmini Devy MKes. Penelitian berfokus pada penguatan promosi kesehatan berbasis masyarakat untuk mendukung peningkatan cakupan ASI eksklusif.

Pelatihan KAP menghadirkan Dr Riris Diana SKM MKes (Riris) sebagai pemateri. Materi ia sampaikan secara interaktif dengan menekankan pentingnya komunikasi antarpribadi yang efektif dalam mendampingi masyarakat. Khususnya ibu hamil dan ibu menyusui.

淧elatihan KAP dilakukan untuk membangun pengatahuan dan keterampilan kader dalam memberikan edukasi dan mendorong perubaham perilaku pada ibu. Perubahan perilaku yang diharapkan adalah pemberian ASI ekslusif. Ibu menyusi memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga bentuk komunikasi harus menyesuaikam dengan karakter, budaya dan situasi yang dihadapi, jelas Riris.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal kader. Kemudian pemberian materi komunikasi antarpersonal, diskusi, serta roleplay untuk melatih keterampilan komunikasi dalam situasi nyata di lapangan. Kegiatan kemudian ditutup dengan post-test sebagai evaluasi hasil pelatihan.

Antusiasme Kader

Para kader mengikuti pelatihan dengan antusiasme tinggi dan terlibat aktif dalam setiap sesi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan antara nilai pre-test dan post-test, yang mencerminkan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan kapasitas kader.

淧ada proses pelatihan KAP ini semua kader sangat antusias dan berpartisi aktif menyampaikan pendapat, pengalaman, simulasi dan roleplay. Para kader yakin dapat mengimplementasikan hasil pelatihan KAP ini pada saat dilapangan, terang Riris.

Melalui pelatihan ini, kader kesehatan harapannya semakin siap menjadi agen perubahan dalam promosi kesehatan ibu dan anak. Sejalan dengan prinsip Ottawa Charter yang menekankan penguatan keterampilan personal dan pemberdayaan masyarakat. Karenanya, Riris berharap para kader dapat mengimplementasikan keterampilan komunikasi yang telah diperoleh dalam menjalankan tugas sehari-hari.

淜ader diharapkan mampu membangun komunikasi yang empatik dan persuasif saat mendampingi masyarakat. Sehingga dapat berkontribusi nyata dalam mendukung ketercapaian ASI eksklusif, pungkasnya.

Penulis: Galuh Mega Kurnia

AKSES CEPAT