51动漫

51动漫 Official Website

Pemanfaatan Ekstrak Bawang Merah sebagai Bioreduktor Green Sintesis Nanopartikel Perak Untuk Anti Jamur

Ilustrasi (*)

Kesehatan manusia menjadi hal terpenting dan mendapat perhatian khusus baik di lingkungan masyarakat dan di dunia medis. Salah satu masalah kesehatan yang mendesak saat ini adalah infeksi. Penyakit infeksi merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas penduduk dunia yang mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas hidup penduduk baik di negara maju maupun di negara berkembang. Penyebab penyakit infeksi yang paling umum antaranya karena infeksi jamur. Infeksi jamur merupakan salah satu penyakit menular terbanyak terutama pada negara yang memiliki iklim tropis seperti Indonesia. Iklim tropis memiliki kelembaban udara yang tinggi dan sangat mendukung untuk pertumbuhan jamur. Selain itu, kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sangat rendah, sehingga menyebabkan infeksi jamur. Infeksi jamur secara langsung dapat menyebabkan 1,27 juta kematian dan berkembang menjadi sekitar 4,95 juta kematian setiap tahunnya. Berdasarkan data yang dilansir oleh Pusat Pendidikan Indonesia menunjukkan bahwa infeksi jamur berada di urutan ketiga tertinggi penyakit infeksi setelah infeksi bakteri dan alergi. Penyakit yang disebabkan jamur disebut mikosis. Salah satu penyebab mikosis terbanyak adalah jamur Candida sp. spesies Candida albicans.

Candida albicans termasuk salah satu jamur anggota flora normal yang dapat tumbuh pada individu normal seperti pada membran mukosa, kulit, saluran pencernaan, dan vagina. Daya kekebalan tubuh yang menurun akan menyebabkan Candida albicans berubah menjadi patogen, sehingga tidak memiliki kemampuan protektif yang kuat terhadap zat-zat asing.  Salah satu penyakit terbanyak yang disebabkan oleh jamur Candida albicans adalah Kandidiasis Vulvobaginalis (KKV). Kandidiasis vulvobaginalis adalah suatu penyakit organ reproduksi wanita yang terjadi pada genitalia yaitu mukosa vulva dan vagina. Penyakit ini ditandai dengan adanya keputihan, gatal, dan peradangan di area kewanitaan dikarenakan pertumbuhan jamur Candida sp. yang tidak terkendali dan menembus barrier epitel mukosa. Kasus kandidiasis vulvobaginalis terjadi sekitar 75% dari seluruh wanita di dunia dan hampir setiap wanita minimal satu kali akan mengalami penyakit ini dengan 40-50% antaranya mengalami secara berulang.

Penggunaan antijamur yang terbuat dari bahan kimia dalam jangka waktu yang lama untuk penanganan KKV dapat menyebabkan resistensi antibiotik. Antibiotik dapat mengubah mikroba normal yang terdapat di dalam tubuh dan menyebabkan timbulnya mikroba patogen. Selain itu, efek samping dari penggunaan obat antijamur pada pengobatan kandidiasis menjadi salah satu penyebab sulitnya penanganan dan penyembuhan kandidiasis yang efektif. Oleh karena itu, diperlukan suatu inovasi pengembangan agen antijamur yang lebih efektif dan efisien.

Metode alternatif lain yang dapat digunakan untuk pengobatan KKV adalah dengan menggunakan Photodynamic Therapy (PDT). PDT merupakan teknik pengobatan dengan memadukan fotosensitiser, cahaya, dan oksigen yang menyebabkan lisis sel akibat inaktivasi protein dan membran. Efek antimikroba dari nanopartikel perak dapat ditingkatkan dengan menggunakan fotosensitizer nanopartikel perak yang memiliki spektrum serap pada range biru violet. Nanopartikel perak dibuat melalui green sintesis dengan bahan alam ekstrak bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan nanopartikel perak ekstrak kulit bawang merah efektif digunakan sebagai fotosensitiser dalam proses fotoinaktivasi jamur C.albicans dengan persentase reduksi jamur sebesar 40.96% pada konsentrasi 2 mM. Penggunaan laser diode biru pada proses fotoinaktivasi memberikan pengaruh pada kenaikan persentase reduksi jamur pada silver nanopartikel dengan bioreduktor bawang merah sebesar 64.55% dan pada ekstrak kulit bawang merah 70.71%.

Penulis : Suryani Dyah Astuti

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

file:///Users/suryanidyah/Downloads/s10103-025-04321-1.pdf

AKSES CEPAT