Pada era yang serba modern ini, banyak sekali kemajuan dalam berbagai bidang khususnya pada bidang kesehatan, yaitu obat. Segala turunan obat telah dilakukan untuk meningkatkan efektivitas obat. Sekarang ini telah ramai dibicarakan sebuah penelitian teknologi baru dalam bidang farmasi, yaitu Nanoteknologi. Nanoteknologi adalah teknologi yang berbasis pada rekayasa material dalam skala nanometer.
Nanoteknologi dapat melibatkan berbagai material, dalam bidang farmasi nano mampu terlibat dalam polimer, lemak, maupun bahan anorganik. Penggunaan material ini disesuaikan dengan tujuan penggunaannya karena masih banyak permasalahan pengobatan yang belum teratasi dengan teknologi konvensional. Obat yang berukuran molekuler ini memiliki keterbatasan pada kelarutan, permeabilitas, stabilitas, dan toksisitas. Maka dari itu dibutuhkan bahan untuk menutupi kekurangan obat tersebut, dan tidak semua obat memiliki bahan stabilitas yang sama.
Untuk zaman yang telah serba modern ini, kemajuan dalam bidang teknologi pengobatan khususnya NanoFarmasi adalah salah satu Solusi yang menjanjikan untuk meningkatkan keefektivitasan obat. Inovasi ini telah dimulai dari penemuan zat aktif obat baru, perencanaan formula produk baru, dan desain mutu produk.
Dari setiap percobaan yang dilakukan, dapat diketahui bahwa tidak semua bahan yang terkandung dalam zat aktif obat dapat dengan mudah terlarut dan terabsorpsi dalam tubuh. Banyak hal-hal yang mempengaruhi sifat dari setiap bahan tersebut, salah satunya adalah ukuran dari zat aktif yang digunakan.
Dalampembuatan obat, kemampuan kelarutan dan penyerapan obat dalam tubuh adalah yang utama. Dengan menggunakan zat aktif yang mudah terlarut, akan mempercepat penyerapan obat ke dalam tubuh. Untuk itu dengan adanya teknologi NanoFarmasi akan mengupayakan ukuran dari zat tersebut agar mendekati sifat larutan dari obat, sehingga tidak sulit untuk diserap oleh tubuh dan tidak banyak zat aktif yang terbuang karena tidak bisa terserap ke dalam tubuh.
Pasalnya, semakin kecil ukuran partikel, semakin besar luas permukaannya, semakin besar kemampuan untuk kontak dengan pelarutnya. Maka dari itu NanoFarmasi akan membawa fungsi “ fungsi baru tanpa menimbulkan masalah yang dapat muncul pada partikel “ partikel yang lebih besar karena teknologi nano dapat melakukan hal “ hal yang sebelumnya mustahil untuk dilakukan.
Penulis: Angel Paulina Matondang





