51动漫

51动漫 Official Website

Pembelajaran Hybrid sebagai Pendekatan untuk Menguatkan Keterampilan Medik Mahasiswa Kedokteran selama Pandemi COVID-19

Pandemi coronavirus disease 2019 (COVID-19) telah berdampak pada perubahan banyak aspek kehidupan termasuk penyelenggaraan pendidikan keterampilan medik mahasiswa kedokteran di Indonesia. Perubahan yang mendadak dari pembelajaran luar jaringan (luring) menjadi dalam jaringan (daring) membatasi pembelajaran motorik secara langsung (hand-on training) disaat pembelajaran keterampilan medik melibatkan aplikasi yang komprehensif dari domain pengetahuan (kognitif), sikap (afektif) dan perilaku (psikomotor).

Walaupun teknologi saat ini telah dioptimalkan untuk menunjang domain pengetahuan selama pembelajaran daring, metode ini tidak dapat sepenuhnya menunjang domain lain seperti sikap dan perilaku. Terbatasnya paparan pada situasi klinis juga menyebabkan rendahnya rasa percaya diri untuk bekerja secara profesional, sehingga performa keterampilan medik yang diperlukan pada situasi gawat darurat sulit untuk mereka terapkan. Akhirnya, tujuan ideal dari luaran sikap mahasiswa tidak tercapai setelah pembelajaran daring.

Metode pembelajaran kombinasi daring-luring (hybrid) menjadi suatu metode alternatif yang menjanjikan dengan tetap memberikan paparan klinis serta mengurangi risiko kontak penularan COVID-19. Meskipun metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan psikomotor, pengaruh terhadap sikap mahasiswa setelah mengikuti pembelajaran daring dan hybrid masih belum jelas.

Pengaruh ini perlu untuk diteliti mengingat sikap merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan luaran sikap antara pembelajaran keterampilan medik dengan metode hybrid dan daring. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk konstruksi kurikulum, dan kebijakan pendidikan kedokteran yang lebih baik kedepannya.

Studi ini dikerjakan dengan membandingkan sikap mahasiswa kedokteran yang mendapatkan pembelajaran secara daring dan hybrid terhadap 3 pembelajaran keterampilan klinis (pemasangan jalur intravena (IV), pemasangan nasogastric tube (NGT) dan resusitasi neonatus). Sikap ditentukan menggunakan kuesioner terstandar berdasarkan 5 domainnya (kesediaan/ willingness, pemahaman/ understanding, kapasitas/ capacity, kepercayaan diri/ self-efficacy dan perilaku/ intended behavior) yang diukur sebelum dan sesudah pembelajaran diberikan.

Total 49 mahasiswa kelompok hybrid dan 51 mahasiswa kelompok daring berpartisipasi dalam penelitian ini. Sikap mahasiswa setelah pembelajaran meningkat secara signifikan antara sebelum dan sesudah pembelajaran di kedua kelompok hybrid dan daring. Tidak ada perbedaan yang signifikan dari sikap mahasiswa pasca pembelajaran antara kelompok hybrid dengan daring. Walaupun begitu, skor Normalized-Gain (N-Gain) dari ketiga topik pembelajaran lebih tinggi di kelompok pembelajaran hybrid dibandingkan daring, perbedaan yang signifikan ditemukan pada topik pemasangan jalur infus dan resusitasi neonatus. Hasil ini mengimplikasikan bahwa pembelajaran hybrid dapat lebih menguntungkan dalam mencapai luaran sikap yang optimal dibandingkan pembelajaran daring.

Salah satu domain sikap yaitu kesediaan (willingness) untuk belajar mandiri umumnya dipengaruhi oleh motivasi intrinsik dan kemampuan mahasiswa dalam beradaptasi. Kurangnya pembelajaran praktik dapat menjadi penyebab rendahnya motivasi untuk belajar secara mandiri selama pembelajaran daring. Kemampuan beradaptasi peserta juga diperlukan untuk proses penyesuaian pembelajaran daring yang diasosiasikan dengan luaran sikap peserta.

Selain itu, pemahaman (understanding)menjadi bagian penting bagi mahasiswa untuk memahami prinsip dan konsep keterampilan kedokteran. Tingginya tingkat pemahaman pada kelompok hybrid dapat dijelaskan karena adanya simulasi secara langsung terhadap suatu keterampilan motorik. Pemahaman ini penting untuk mencapai kepercayaan diri dan luaran perilaku yang diharapkan sehingga mampu mempersiapkan peserta untuk melakukan keterampilan medik dengan baik di masa depan.

Meskipun proses belajar mengajar keterampilan medik tidak dapat dilakukan secara tatap muka, namun penting untuk memastikan bahwa mahasiswa tetap memperoleh pemahaman dan kompetensinya secara utuh. Pembelajaran hybrid telah muncul sebagai salah satu strategi alternatif untuk menjamin kelangsungan proses pembelajaran selama pandemi berlangsung. Pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan persiapan, keterlibatan, pemahaman, dan mendorong mahasiswa untuk memegang peran yang lebih aktif dalam proses pembelajaran.

Pembelajaran hybrid memiliki beberapa keuntungan yaitu mengatasi kendala ruang dan waktu, mendukung metode pengajaran yang sulit dicapai hanya dengan kepustakaan, serta cakupan mahasiswa yang lebih banyak tanpa meningkatkan kebutuhan sumber daya yang berarti. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa mahasiswa mengembangkan sikap positif dengan merasa pembelajaran hybrid lebih efektif, lebih meningkatkan keterlibatan mahasiswa, serta menjaga efektivitas proses pembelajaran. Mereka percaya pembelajaran hybrid dapat meningkatkan keterampilan belajar mandiri yang memungkinkan peserta untuk lebih terlibat dalam proses pembelajaran dan interaksi dosen-mahasiswa. Oleh karena itu, pembelajaran hybrid dapat dipertimbangkan sebagai alternatif yang lebih baik untuk pembelajaran keterampilan medik dengan tujuan memaksimalkan luaran sikap mahasiswa saat pandemi COVID-19.

Penulis : ni

Link     : https://www.kjme.kr/m/journal/view.php?number=1383

AKSES CEPAT