Parasetamol merupakan obat analgesik dan antipiretik yang diproduksi secara luas dan banyak digunakan karena keamanannya. Di Indonesia paracetamol termasuk dalam kategori golongan obat bebas berlabel hijau dan dapat diperjual belikan dengan bebas tanpa resep di pasaran. Banyaknya aktivits masyarakat sesekali dapat mengakibatkan timbulnya rasa nyeri pada tubuh. Paracetamol sebagai golongan obat analgetik-antipiretik bekerja dengan cara mengurangi rasa nyeri serta dapat membantu menurunkan suhu tubuh ketika terjadi demam.
Penggunaan obat disebut rasional menurut WHOjika pasien mendapatkan obat yang tepat untuk kebutuhan-klinis, dengan dosis yang sesuai kebutuhan dalam jangka waktu yang cukup, juga dengan biaya yang terjangkau. Konsep tersebut berlaku dari pertama pasien datang menemui tenaga kesehatan, yang mencakup ketepatan penilaian kondisi pasien, tepat diagnosis, tepat indikasi,tepat jenis obat,tepat dosis, tepat cara dan lama pemberian, tepat informasi, dengan memperhatikan keterjangkauan harga, kepatuhan pasien, dan waspada efek samping.
Paracetamol, sebagai obat Pereda nyeri umum digunakan pada berbagai masalah Kesehatan seperti; demam, sakit kepala, migren, kram perut ketika menstruasi (dysmenorrhea), nyeri pasca operasi dll. Hal baru yang perlu kita ketahui, selain untuk pengobatan masalah tersebut, paracetamol dapat digunakan sebagai anti nyeri pada pasien diabetes neuropati.
Diabetes melitus (DM) atau diabetes merupakan penyakit kelainan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia (kadar glukosa yang tinggi dalam darah) karena kekurangan insulin, resistensi insulin atau keduanya. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2030 Indonesia diperkirakan akan berjumlah 21.3 juta orang dan menempati urutan keempat dalam jumlah penderita diabetes terbanyak setelah Amerika, Cina dan India.
Diabetes Mellitus berada dalam urutan ke 4 penyakit kronis di Indonesia berdasarkan hasil prevalensi nasional. Kadar gula darah yang meningkat dalam waktu yang lama akan merusak pembuluh saraf tepi sehingga proses pengiriman sinyal antara sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi terganggu, gangguan ini disebut dengan diabetes neuropati perifer (DNP). Diabetik neuropati (DN) didefinisikan sebagai 渢erjadinya gejala dan/atau tanda terjadinya disfungsi saraf perifer pada pasien dengan diabetes tanpa diketahui adanya penyebab lain.
Terapi terhadap DNP menggunakan antikonvulsan, antidepresan, opioid, dan analgesik. Di Indonesia, salah satu analgesik yang dapat digunakan sebagai pengobatan melawan DNP adalah parasetamol. Namun, parasetamol tidak selalu bisa menghilangkan rasa sakit yang disebabkan oleh diabetes neuropati. Sehingga untuk terapi diabetes neuropati, beberapa tenaga kesehatan memodifikasi terapi menggunakan kombinasi parasetamol dan akupresur untuk meningkatkan keberhasilan terapi.
Parasetamol, juga dikenal sebagai asetaminofen, adalah metabolit aktif pertama yang diidentifikasi. Karena lazim, baik sebagai analgesik atau antipiretik. Parasetamol telah diakui sebagai obat dengan efek samping yang minimal, meskipun dilaporkan dapat meningkatkan hepatotoksisitas. Obat ini dapat digunakan untuk mengatasi nyeri kronis, termasuk DNP. Namun, penggunaan parasetamol dalam jangka waktu lama juga dapat menimbulkan risiko. Oleh karena itu, diperlukan terapi alternatif yang mengurangi potensi penggunaan parasetamol dalam waktu yang lama.
Akupresur merupakan pengobatan alternatif untuk berbagai penyakit, termasuk manajemen nyeri. Akupresur adalah pengobatan tradisional Tiongkok yang melibatkan pemberian tekanan tangan pada titik akupunktur di tubuh. Tekanan ini merangsang neuron tertentu yang mendorong sintesis endorfin, yang memiliki efek menghilangkan rasa sakit, mengurangi ketegangan otot dan kortisol, serta meningkatkan konsentrasi oksigen di area yang dirawat. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa akupresur dapat meningkatkan efek analgesik parasetamol pada pasien DNP. Kelompok perlakuan yang menggunakan parasetamol + akupresur menunjukkan penurunan skor VAS (Visual Analogue Scale). VAS digunakan untuk menilai nyeri pada pasien, termasuk tidak nyeri pada saat itu semuanya sampai yang terburuk.
Mekanisme demetilasi dapat menimbulkan efek sinergis selama pembentukan metabolit aktif parasetamol, didukung oleh aktivasi sistem saraf simpatis. Aktivasi tersebut mengawali nosisepsi, yang meningkatkan sintesis serotonin, endorfin, enkephalin, dan norepinefrin.
Selain itu, akupresur meningkatkan peningkatan oksigen sirkulasi di area yang dirawat, mengurangi stres oksidatif dalam mekanisme nyeri. Namun, hal lain yang perlu diperhatikan pada studi ini, latar belakang pendidikan berkorelasi dengan penurunan skor VAS yang mungkin disebabkan oleh sanitasi yang baik dan tatalaksana hidup sehat setelah sakit pada DNP.
Penulis: Dr. Sulistiawati., dr., M.Kes
Link:
baca juga: Mengurangi Nyeri Pasca Operasi Caesar dengan Elektroakupunktur





