51动漫

51动漫 Official Website

Pemodelan Molekul Kompleks Tiourea-Logam Besi (III) sebagai Kandidat Obat Kanker Payudara

Foto oleh lifepack.id

Pada tahun 2020, sekitar 2,3 juta wanita di dunia didiagnosis menderita kanker payudara, dengan 685.000 kematian secara global. Kanker payudara terjadi pada wanita yang tinggal di negara manapun, pada usia berapa pun setelah pubertas dan angka kejadiannya semakin meningkat dari tahun ketahun. Data pada akhir tahun 2020, dalam lima tahun terakhir sekitar 7,8 juta wanita telah didiagnosis menderita kanker payudara, menjadikannya salah satu kanker paling umum di seluruh dunia. Pengobatan kanker pada umumnya menggunakan agen kemoterapi yang bekerja kurang selektif dan  memiliki banyak efek samping yang merugikan. Oleh karena itu, perlu dikembangkan obat anti kanker payudara yang lebih aman. Baru-baru ini, kompleks logam dari logam transisi yang berbeda (misalnya: platinum, besi, rutenium, dan kobalt) telah menjadi kandidat pilihan untuk mengembangkan pengobatan berbagai jenis kanker.

Dalam penelitian ini sepuluh senyawa turunan tiourea dibuat bentuk kompleks dengan logam besi (III). Bentuk kompleks logam tersebut diprediksi lebih aktif dibanding turunan tiourea sebagai ligan bebas; dan dapat menurunkan efek samping dari senyawa ligan. Studi pemodelan molekul yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan doking molekul dengan program AutoDock dan simulasi dinamika molekul (MD) menggunakan program Desmond untuk mengevaluasi stabilitas interaksi. Hasil analisis doking dan MD menunjukkan bahwa  senyawa kompleks logam besi (III) dengan turunan tiourea No. 2 (4-t-butilfenil)  dan No. 6 (-naftil) diprediksi mempunyai aktivitas antikanker payudara yang tinggi, memiliki interaksi yang stabil dengan NUDIX hidrolase tipe 5 (NUDT5, kode PDB: 5NWH) salah satu target terapi kanker payudara, karena memiliki nilai root mean square deviasi (RMSD) terendah dan fluktuasi root mean square (RMSF) yang lebih stabil dibanding senyawa kompleks lainnya. Diharapkan kedua senyawa kompleks turunan tiourea dengan logam besi (III) ini dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai kandidat obat antikanker payudara.

Penulis: Prof. Dr. Siswandono, MS

Untuk melihat lebih detail mengenai penelitian tersebut dapat diakses pada

AKSES CEPAT