Analisis Survival merupakan salah satu cabang dari ilmu statistika yang mempelajari daya tahan hidup dari suatu individu atau unit percobaan. Analisis survival ini telah banyak digunakan, dikembangkan atau diterapkan dalam berbagai bidang ilmu baik yang terkait dengan masalah kesehatan, masalah sosial, masalah ekonomi, masalah hukum ataupun yang lainnya. Berbeda dengan cabang ilmu statistika yang lain, analisis survival biasanya dikaitkan dengan teknik penyensoran dalam memperoleh data penelitian yang diperlukan. Dalam praktik, terdapat tiga komponen utama seringkali digunakan dalam analisis survival, yaitu : fungsi densitas probabilitas, fungsi survival, dan fungsi hazard. Model regresi Cox Proportional Hazard adalah metode semiparametrik yang digunakan dalam analisis survival. Model regresi Cox Proportional Hazard ini dapat menggabungkan berbagai faktor dalam strukturnya atau keterkaitan antara variabel prediktor yang beragam dengan waktu survival dapat ditentukan. Keunikan dari model ini adalah kemampuannya untuk menentukan parameter regresi tanpa perlu memahami terlebih dahulu distribusi waktu survival yang menjadi dasarnya, sebuah aspek yang menjadi fokus utama dalam model regresi Cox Proportional Hazard.
Pengunduran diri karyawan (employee turnover) bisa diartikan sebagai tindakan karyawan yang memilih untuk meninggalkan perusahaan mereka saat ini dan beralih ke tempat kerja lain. Seperti diketahui, bahwa pengunduran diri karyawan di suatu perusahaan tidak hanya menghabiskan biaya dan waktu dalam merekrut karyawan pengganti, tetapi juga dapat mengganggu produktivitas. Situasi ini semakin kompleks oleh perubahan ekonomi yang cepat dan tidak pasti. Kondisi ekonomi yang tidak stabil dapat berdampak besar pada pekerjaan dan penghidupan karyawan. Keputusan karyawan untuk mengundurkan diri atau memilih tetap bekerja pada perusahaan menjadi sangat relevan dalam menghadapi era ketidakpastian ekonomi. Pengunduran diri karyawan bisa memiliki dampak yang signifikan, baik dalam hal kehilangan tenaga kerja berkualitas maupun dampak finansial. Dampak negatif lainnya dari pengunduran diri karyawan, selain mencoreng citra perusahaan, tingkat pergantian karyawan yang tinggi juga membuat calon pelamar pekerjaan enggan melamar di perusahaan tersebut.
Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, status perkawinan, pendidikan, dan tingkat pendidikan yang mungkin memiliki pengaruh signifikan terhadap lamanya karyawan bertahan di perusahaan sebelum mereka memutuskan untuk pengunduran diri. Penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis survival memakai metode cox regression propotional hazard. Penelitian ini memiliki relevansi yang kuat dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) ke-8, yaitu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta pekerjaan yang layak. Hasil dari penelitian ini nanti diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif dalam penyelesaian masalah sosial ketenagakerjaan dan dalam bidang ilmu Statistika terapan. Selanjutnya artikel secara lengkap dapat diakses melalui link yang diberikan di bawah.
Penulis:Ardi Kurniawan
Link:
Baca juga: Meningkatkan Keterlibatan Karyawan melalui Pengayaan Pekerjaan





