n

51动漫

51动漫 Official Website

Aryo Seno Bagaskoro, Pemuda 15 Tahun Paparkan Kondisi Kebangsaan di Hadapan Mahasiswa

Seno Bagaskoro
Aryo Seno Bagaskoro dihadapan Mahasiswa HI UNAIR. (Foto: Nuri Hermawan)

UNAIR NEWS Pemuda berusia 15 tahun yang juga pelopor Gerakan Pelajar Surabaya, Aryo Seno Bagaskoro, memaparkan kondisi kebangsaan di hadapan mahasiwa program studi S-1 Hubungan Internasional, Senin (20/3).

Paparan itu ia sampaikan dalam kelas mata kuliah Studi Strategis Indonesia. Seno, siswa kelas X SMAN 5 Surabaya, memaparkan bahwa pemuda adalah kunci dari perubahan bangsa.

淐erminan suatu bangsa tolok ukurnya adalah pemuda. Karena anak muda inilah yang menentukan wajah Indonesia 20 hingga 30 tahun mendatang, paparnya.

Di hadapan puluhan mahasiswa HI, Seno juga mengatakan mengenai peranan pemuda dalam menyongsong kejayaan bangsa. Mengutip pernyataan Tan Malaka, idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda, Seno juga mengajak agar hadirin untuk memaksimalkan kekuatan gagasan yang dimilikinya.

淪eratus tahun Indonesia di 2045 yang digadangkan sebagai kejayaan bangsa ini akan ditentukan oleh pemuda hari ini, tegas Seno.

Ditanya perihal pandangan mengenai mahasiswa, Ketua Aliansi Pelajar Surabaya (APS) tersebut mengatakan bahwa kondisi mahasiswa sekarang berada pada era keterbukaan dan akses informasi yang sangat luar biasa. Namun, Seno menyayangkan, saat arus informasi dengan mudah didapat membuat ruang gerak mahasiswa tidak seperti perjuangan pemuda di awal-awal kemerdekaan.

淢ahasiswa sekarang memang mendapatkan input informasi yang lebih banyak dibanding awal kemerdekaan yang masih berinformasi dari radio. Tapi, meski informasi terbatas, mereka bergerak. Inilah tantangan kita, tandas Seno.

Menanggapi adanya gebrakan yang dilakukan FISIP UNAIR, Drs. Suko Widodo, M.Si., selaku dosen Ilmu Komunikasi menuturkan bahwa keterlibatan pemuda dalam menyongsong peradaban sebuah bangsa adalah hal yang penting.

淎da anak masih 15 tahun memikirkan Indonesia, ini kan gila, tegasnya.

Tidak hanya itu, Suko yang juga Ketua PIH UNAIR tersebut menjelaskan bahwa tantangan pemuda di eranya tidak seberat tantangan yang menghadang pemuda hari ini, khususnya dalam arus informasi media. Pakar komunikasi politik tersebut juga berharap bahwa UNAIR bisa memberikan wadah yang tepat melalui kajian untuk mengajak pemuda dan semua komponen diskusi bersama dalam sebuah forum kebangsaan.

淯NAIR harus memberikan ruang publik baru untuk hal itu, pungkasnya.

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Defrina Sukma S

AKSES CEPAT