UNAIR NEWS 淒iabetes Mellitus (DM) menjadi isu publik menyeluruh di berbagai belahan dunia.Prevalensi DM semakin meningkat dari tahun ke tahun. Dari data yang diambil tahun lalu di RSUD Dr. Soetomo, tiga penderita DM masuk, satu yang meninggal, terang pakar penyakit dalam Prof. Dr. Agung Pranoto, dr., Sp.PD., K-EMD., dalam Forum Temu Ilmiah Berkala (TIB), Selasa (21/3) di Ruang Garuda Muka Fakultas Kedokteran Gigi, 51动漫.
Agung menyatakan, pasien dengan diabetes tipe 1 atau tipe 2 biasanya diderita oleh orang yang memiliki kesehatan mulut yang buruk seperti gigi berlubang, penyakit periodontal (gingivitis听诲补苍听periodontitis), dan pada akhirnya kehilangan gigi.
Bahkan, penderita periodontitis risikonya meningkat tiga kali lipat untuk mengidap diabetes, dibandingkan orang yang tak mengalami periodontitis. Namun, prevalensi diabetes tak hanya ditentukan oleh keparahan periodontitis, tetapi juga saat kondisi berlangsung. Kesehatan mulut yang buruk pada penderita diabetes dapat meningkatkan risiko glikemik yang buruk dan menyebabkan komplikasi diabetes.
Agung juga menjelaskan bahwa diabetes dan periodontitis memiliki beberapa karakteristik gangguan yang sama. Diabetes dapat disebabkan oleh konsumsi berlebihan produk akhir glikasi lanjut, senyawa yang berasal dari makanan yang dimasak pada suhu tinggi, dan juga proses alamiah metabolisme.
Peningkatan risiko penyakit periodontal dipengaruhi berbagai faktor seperti reaksi glikasi gula darah yang memberikan kontribusi terhadap perkembangan aterosklerosis, dan peningkatan stres yang menghambat perbaikan jaringan. Diabetes juga menurunkan jumlah kolagen dalam jaringan periodontal, baik dengan mengurangi sintesis kolagen dan meningkatkan degradasinya.
淧enelitian menunjukkan bahwa pasien yang sebelumnya sehat dengan periodontitis parah berada pada peningkatan risiko terkena diabetes. Selain itu, periodontitis dapat memiliki efek samping yang signifikan pada hasil diabetes. Sebagai contoh, periodontitis parah pada orang dengan diabetes telah terbukti meningkatkan risiko kontrol glikemik yang buruk, yang menciptakan prevalensi tinggi penyakit ginjal, komplikasi kardiovaskular, dan mortalitas. Ini juga terkait dengan perkembangan diabetes tipe 2 pada orang yang sebelumnya sehat, lanjutnya.
Pemateri kedua, Dr. Iwan Hernawan, drg., Sp.PM(K), menjelaskan orang yang mengidap diabetes tipe 2 terjadi resintensi insulin. Hal ini umumnya didahului oleh peradangan sistemik, yang dapat menyebabkan gangguan fungsi sel beta pankreas, kematian sel, dan resistensi insulin.
Adapun penyebab utama mortalitas dan morbiditas penyakit DM bukanlah terletak pada tingginya kadar glukosa darah (hiperglikemi) yang merupakan manifestasi klinis utama penyakit ini, melainkan pada komplikasi vaskuler yang diakibatkan oleh hiperglikemi.
Namun, bukan berarti penyakit DM tak memiliki solusi. 淐ukup setengah hingga satu cangkir teh hijau yang dikonsumsi setiap pagi dan sore. Hal ini dapat mencegah datangnya DM, tandasnya.
Penulis: Ainul Fitriyah
Editor: Defrina Sukma S





