51动漫

51动漫 Official Website

Penambahan Gula Merah untuk Pemulihan Pasca Olah Raga

Penambahan Gula Merah untuk Pemulihan Pasca Olah Raga
Photo by Tribunnews

Di masa sekarang ini, olah raga sudah merupakan bagian dari gaya hidup karena bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit di tengah kesibukan dan pengaruh lingkungan sehari-hari. Berolahraga akan meningkatkan suhu tubuh, laju metabolisme dan produksi panas, sehingga menyebabkan hilangnya elektrolit dan berkurangnya simpanan glikogen di hati, yang dapat menyebabkan kelelahan dan dehidrasi (Moreno et al., 2013). Pemberian tambahan cairan atau rehidrasi sangat diperlukan setelah berolahraga untuk menggantikan cairan yang hilang setelah berkeringat berlebihan saat olah raga, sehingga keseimbangan cairan tubuh tetap terjaga dan mencegah gangguan akibat panas tubuh yang berlebihan.

Rehidrasi sangat penting terutama bagi atlet untuk tetap menjaga performa. Minuman elektrolit umum digunakan di kalangan para atlet untuk memaksimalkan cairan rehidrasi pasca latihan dan mengurangi risiko dehidrasi (Bahri dkk., 2012). Air kelapa muda merupakan salah satu minuman elektrolit alami, kaya akan kalsium, natrium, dan gula yang membantu dalam mengatasi dehidrasi, juga mengandung sejumlah besar karbohidrat, lemak, dan. Gula merah, salah satu pemanis alternatif, kaya akan zat gizi mikro tersusun atas monosakarida yang dapat langsung diserap tubuh untuk menghasilkan energi dan dapat mengoptimalkan kinerja otot, jantung, dan paru-paru.

Telah dilakukan penelitian untuk menganalisis pengaruh penambahan gula merah pada air kelapa muda setelah latihan olahraga interval intensitas tinggi (HIIT). Dibandingkan kelompok minum air mineral (kontrol negatif), kelompok minum air kelapa (kontrol positif) dan kelompok minum air kelapa muda gula merah, pada subyek berusia 19-20 tahun dengan indeks massa tubuh 19-24 kg/m2. Sebagai parameter diukur tanda tanda vital meliputi suhu tubuh, tekanan darah, denyut jantung. Subyek penelitian diberi minum air gula sebanyak 80 gram dalam 250 ml air mineral, 30 menit sebelum intervensi HIIT dengan mengayuh ergocycle HR Max 80-90% selama 30 menit. Pemulihan aktif 90 detik atau bersepeda lambat (50-60% HR Maks), 10 repetisi, dan pemanasan dan pendinginan masing-masing dilakukan selama 5 menit. Setelah HIIT dilakukan pengukuran denyut nadi, saturasi oksigen dan pengambilan 3 ml sampel darah untuk mengukur osmolaritas plasma.

Setelah dilakukan analisis data maka didapatkan hasil rerata osmolaritas plasma pasca HIIT meningkat pada kelompok minum air kelapa muda gula merah. Hasil ini menunjukkan adanya perubahan nilai osmolaritas plasma setelah 2 jam rehidrasi. Pemberian air kelapa setelah latihan interval intensitas tinggi berdampak pada osmolaritas plasma. Efek osmotik karbohidrat gula merah, dapat meningkatkan penyerapan air di usus berkontribusi terhadap peningkatan osmolaritas plasma. Selain itu, kandungan potasium yang tinggi pada air kelapa dapat membantu memulihkan keseimbangan cairan intraseluler selanjutnya mempengaruhi tingkat osmolaritas plasma. Ini menunjukkan bahwa minuman karbohidrat-elektrolit yaitu air kelapa dengan gula merah dapat mempertahankan osmolaritas plasma selama berolahraga, meningkatkan pemulihan dan mempertahankan tingkat hidrasi yang optimal.

Pada saat dehidrasi karena keluarnya keringat sehingga kekurangan cairan menyebabkan ketidaseimbangan air dan elektrolit intravaskular menyebabkan tekanan osmolaritas meningkat mengakibatkan penurunan volume darah. Osmolaritas plasma meningkat karena keringat relatif hipotonik terhadap plasma. Gula merah mempunyai kandungan karbohidrat sederhana yang tinggi, mengandung glukosa, sukrosa, dan fruktosa sehingga sebagai penghasil energi dalam tubuh. Gula merah juga mengandung mineral kalsium, fosfor, besi, dan Cu yang dibutuhkan untuk proses metabolism dan mengoptimalkan kerja otot, jantung dan paru-paru. Kandungan mineral dan gula pada air kelapa muda bersifat isotonik sehingga ideal untuk dikonsumsi untuk rehidrasi dan penyegaran setelah berolahraga. Pemberian air gula merah yang mengandung karbohidrat sederhana dapat diubah menjadi glukosa dan disimpan sebagai glikogen otot untuk dijadikan sumber energi sehingga dapat mengurangi kelelahan dan meningkatkan kebugaran setelah olahraga.

Penulis: Prof. Dr. Gadis Meinar Sari, dr.,M.Kes

Link:

Baca juga: Olahraga Intensitas Sedang dan Kontinu Dapat Mempercepat Penyembuhan Luka

AKSES CEPAT