Obesitas merupakan masalah kesehatan yang menyebabkan berbagai gangguan metabolik dalam tubuh, salah satunya efek terhadap proses remodeling tulang. Faktor utama penyebab obesitas adalah asupan kalori yang tinggi dan kurangnya aktivitas fisik. Salah satu cara yang efektif untuk mengatasi obesitas adalah melalui latihan fisik. Namun, masih belum banyak publikasi mengenai efektivitas hubungan intensitas latihan fisik terhadap remodeling tulang pada obesitas. Penelitian ini dilakukan pada hewan coba mencit model obesitas yang diberi fruktosa 30% untuk melihat efek latihan terhadap proses remodeling tulang. Latihan diberikan selama 60 hari dengan menggunakan intensitas rendah, sedang, dan tinggi. Penanda proses remodeling tulang yang diperiksa adalah bone specific-alkaline phosphatase (BALP).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan berat badan pada semua kelompok, baik kelompok kontrol maupun kelompok intervensi. Peningkatan berat badan paling tinggi terjadi pada kelompok kontrol (tanpa perlakuan latihan). Sehingga dapat diketahui bahwa intensitas latihan berpengaruh dalam memperlambat kenaikan berat badan. Sejalan dengan beberapa penelitian sebelumnya yang telah merekomendasikan latihan untuk mengontrol berat badan. Penurunan berat badan akan mengakibatkan penurunan Lee Obesity Index (LOI). Penilaian LOI yang juga dilakukan pada penelitian ini menunjukkan penurunan nilai yang signifikan pada kelompok latihan intensitas sedang dan tinggi, disebabkan oleh berkurangnya ukuran dan jumlah sel adiposit yang mengakibatkan penurunan massa jaringan lemak, hal ini dibuktikan dengan melambatnya kenaikan berat badan.
Terdapat peningkatan kadar BALP pada latihan dengan hasil tertinggi pada kelompok latihan intensitas tinggi. Peningkatan BALP menunjukkan bahwa latihan dapat menstimulasi sintesis tulang baru. Alkaline phosphatases (ALPs) adalah sekelompok isoenzim yang terletak di lapisan luar membran sel. BALP diproduksi di hati, tulang, dan ginjal, yang terlibat dalam penghilangan mineral fosfat dari molekul dan pada kondisi inflamasi.
Akumulasi adiposit di lingkungan mikro sumsum tulang meningkatkan peradangan yang menyebabkan peningkatan resorpsi tulang dengan meningkatkan pembentukan sel resorpsi tulang (osteoklastogenesis) dan menghambat perkembangan tulang dilihat dari proses pembentukan sel tulang (osteoblastogenesis). Adiposit di dalam sumsum tulang dikaitkan dengan sitokin proinflamasi yang kemudian menstimulasi pembentukan sel resorpsi tulang (osteoklastogenesis) dengan meningkatkan ekspresi sitokin yang berperan dalam proses destruksi tulang. Seperti yang diketahui penurunan berat badan pada kelompok latihan. Diketahui karena latihan dapat mengurangi konsentrasi leptin yang memiliki hubungan positif dengan adiposit. Sehingga semakin rendah leptin akan menekan proses peradangan pada tulang dan meningkatkan proses pembentukan tulang yang tampak pada peningkatan dilihat kadar BALP.
Penulis: Prof. Dr. Gadis Meinar Sari, dr., M.Kes
Link:
Baca juga: Obesitas dan Hipertensi pada Remaja: Apa yang Perlu Diketahui?





