Perilaku Depresi merupakan kondisi umum yang dapat terjadi pada anak dan remaja. Depresi dapat menjadi kronis dan berulang dengan efek yang merugikan terhadap kesehatan, fungsi sosial dan pekerjaan sehari-hari, bahkan yang terburuk depresi dapat menyebabkan seseorang memiliki keinginan untuk bunuh diri. Depresi adalah salah satu bentuk sindrom gangguan keseimbangan mood (suasana perasaan), ditandai oleh rasa kesedihan, apatis, pesimisme, dan kesepian. Depresi merupakan kontributor yang signifikan terhadap permasalahan kesehatan mental global dan dialami manusia di seluruh dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), secara global ditemukan 300 juta orang dari segala usia menderita depresi. Hampir 1 juta angka kematian setiap tahun karena bunuh diri, dan terdapat 3000 kematian akibat bunuh diri setiap hari. Depresi disebabkan berbagai faktor yaitu faktor biologis, psikososial dan genetic Fluoxetine merupakan obat antidepresan yang umum digunakan pada pasien dengan depresi, dan mekanisme kerja Fluoxetin, antara lain melalui modulasi neuron di hipokampus.
Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa Fluoxetine dapat menurunkan kadar kortisol plasma pada pasien depresi. Meskipun memiliki efek menguntungkan, beberapa pasien memiliki respon yang rendah terhadap obat ini. Sebuah penelitian sebelumnya melaporkan bahwa musik dapat berfungsi sebagai terapi alternatif dan pelengkap untuk kondisi ini. Musik sebagai terapi alterntif dapat digunakan pada tatalaksana gangguan tidur, epilepsi refrakter, nyeri, depresi untuk berbagai usia dan banyak kondisi lainnya. Musik sebagai tambahan terapi depresi dapat diberikan secara aktif atau pasif/reseptif. Penambahan terapi musik pada terapi standar menunjukkan perbaikan mood. Paparan musik dapat menurunkan kadar kortisol, menaikkan kadar 5-HT, meningkatkan neurogenesis, meningkatkan regenerasi dan perbaikan neuron, menaikkan kadar melatonin, menaikkan kadar dopamin, dan memperbaiki depressive-like behavior dengan meningkatkan spine density pada hipokampus.
Mozart adalah terapi alternatif untuk mengobati depresi, bekerja di otak, seperti hipokampus untuk memperbaiki mood. Mozart K448 adalah salah satu musik klasik karya Mozart dengan frekuensi 5.000-8.000 Hz, rhythm 60-80x/menit, long-term periodicity (30-40 detik), dan mayoritas note mayor yang sering digunakan untuk memperbaiki masalah mental pada penelitian manusia maupun hewan coba. Paparan musik Mozart K448 dapat menurunkan derajat depresi, meningkatkan kadar BDNF pada korteks auditori dan meningkatkan pelepasan 5-HT pada area caudatus-putamen. Penelitian pada manusia menunjukkan bahwa kombinasi musik dan terapi standar menunjukkan hasil yang menjanjikan tetapi kurang bisa direplikasi karena beragamnya populasi penelitian dan intervensi musik yang diberikan. Penelitian kami dengan terapi kombinasi fluoxetine dan Mozart K. 448 pada model hewan depresi memperbaiki perilaku depresi.
Disarikan dari artikel dengan judul: 淢ozart K488 Addition Can Improve Depressive-Like Behavior in Rats: In Search of Better Management yang diterbitkan di Pharmacogn J. 2024;16(2): 348-354. Link





