Salah satu jenis kanker yang paling sering didiagnosis pada kaum wanita adalah kanker payudara. Menurut International Agency for Research on Cancer pada tahun 2020, terdapat sekitar 2,3 juta kasus baru kanker payudara secara global. Tipe kanker payudara triple-negatif (TNBC) menyumbang sekitar 10-15% dari semua kanker payudara, yang ditandai dengan sel tidak memiliki reseptor estrogen atau progesteron. Pada kanker payudara TNBC, EGFR (Epidermial Growth Factor Receptor) lebih sering diekspresikan secara berlebihan. Pengobatan TNBC utama adalah kemoterapi, namun kemoterapi bersifat destruktif, sedangkan obat lain yang beredar memiliki beberapa efek samping termasuk ruam, kram, dan gangguan pada saluran cerna. Oleh karena itu, strategi terapi alternatif yang efektif untuk TNBC sangat dibutuhkan. Pada penelitian sebelumnya, yang dilakukan secara in vitro pada sel kanker payudara MCF-7 yang diinduksi EGF (Epidermial Growth Factor) menunjukkan asam ferulat menghambat proliferasi sel 14-30% dari 24-96 jam pada 10 渭M dan penghambatan 20-35% dari 24-96 jam pada 100 渭M.
Hal ini menunjukkan bahwa asam ferulat menghambat proliferasi sel pada kanker payudara melalui penghambatan reseptor EGFR, tetapi masih belum terlalu tinggi. Dengan tujuan merancang turunan asam ferulat yang lebih baik hambatan terhadap EGFR maka dilakukan melalui studi secara in silico penambatan molekul pada reseptor EGFR. Hasil penambatan molekul pada protein tersebut menunjukkan bahwa bahwa turunan asam ferulat diprediksi mempunyai potensi tinggi sebagai antikanker melalui penghambatan EGFR pada kanker payudara tipe TNBC. Salah satu turunan asam ferulat, yaitu asam 4-(4-metil)benzoiloksi-3-metoksisinamat mempunyai potensi paling baik diantara turunan lainnya, yaitu menunjukkan energi bebas ikatan paling rendah dan Ki terkecil. Substituen metil pada posisi para- benzoiloksi meningkatkan interaksi ligan dengan asam amino pada EGFR, melalui interaksi ikatan 蟺-alkil hidrofobik, 蟺-蟺 dan alkil dengan asam amino.
Penulis: Dr. Juni Ekowati, Dra., M.Si., Apt
Laporan lengkap penelitian ini dapat dibaca pada Pharmacy Education Journal tahun 2024 Vol. 24 | No.3 halaman 185-190.





