51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil dengan Patuh Minum Obat Tablet Tambah Darah

Anemia pada ibu hamil merupakan permasalahan global, termasuk di Indonesia. Ibu hamil yang mengalami anemia berisiko melahirkan bayi prematur, berat bayi lahir rendah (BBLR), perdarahan pada ibu, kematian ibu, dan kematian bayi. Salah satu penyebab anemia pada ibu hamil adalah kurangnya asupan suplementasi zat besi asam folat atau iron-folic acid (IFA) dalam bentuk tablet tambah darah (TTD). Pemerintah Indonesia mengatasi anemia dengan pembuatan program pemberian tablet tambah darah (TTD) di puskesmas secara gratis kepada ibu hamil sejumlah minimal 90 tablet selama masa kehamilan. Selama masa pandemi COVID-19 terjadi gangguan mobilitas masyarakat termasuk ibu hamil sehingga berisiko tidak mengambil TTD di puskesmas dan berpotensi menyebabkan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan ibu hamil dalam minum obat tablet tambah darah pada masa pandemi COVID-19.

Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan cross-sectional dengan pengamatan pada satu waktu. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa daftar ibu hamil dan daftar distribusi suplementasi IFA (pemberian TTD) di Puskesmas Wilayah Utara Kota Kediri pada bulan Januari sampai dengan bulan Desember 2021. Variabel penelitian yang diukur adalah kadar hemoglobin (Hb) dan kepatuhan minum obat dengan metode pill count. Kadar hemoglobin (Hb) dari ibu hamil untuk menentukan kriteria anemia yaitu jika kadar Hb kurang dari 11 g/dL. Kepatuhan minum obat TTD diukur dengan metode pill count yaitu perhitungan jumlah TTD sisa yang ada sehingga dapat diketahui jumlah TTD yang sudah diminum oleh ibu hamil.

Berdasarkan hasil penelitian didapatkan data bahwa selama bulan Januari sampai bulan Desember 2021 terdapat 767 kunjungan ibu hamil dengan data terkumpul sejumlah 366 ibu hamil. Berdasarkan jumlah 366 ibu hamil tersebut didapatkan 28% (101 orang) ibu hamil minum lebih dari 90 TTD. Ibu hamil yang pernah mengalami anemia saat hamil sejumlah 11% (41 orang). Ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis sejumlah 5% (19 orang) yang ditunjukkan dengan lingkar lengan atas kurang dari 23,5 cm. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa kepatuhan ibu hamil yang minum tablet tambah darah di puskesmas menunjukkan relatif rendah sehingga berisiko  menyebabkan anemia.

Penulis :

Hanie Kusuma Wardani, Hanni Prihhastuti Puspitasari, Yuni Priyandani

Fakultas Farmasi 51¶¯Âþ

Pharmacy Education (2023) 23(4) 140 “ 144,

Link Jurnal:

Link Scimagojr:

Judul artikel: Overview of compliance to taking iron-folic acid supplementation at primary healthcare centre during the Covid-19 pandemic

AKSES CEPAT