51动漫

51动漫 Official Website

Tekuni Pencak Silat sebagai Warisan Budaya, Mahasiswa UNAIR Raih Juara 2 Internasional

Rohmatul Fardani Maulidia, dengan medali Juara 2 kategori Seni Tunggal Dewasa Putri dalam ajang Indonesia Pencak Silat Pakubumi Open 14th Championship 2026 (Foto: Narasumber)
Rohmatul Fardani Maulidia, dengan medali Juara 2 kategori Seni Tunggal Dewasa Putri dalam ajang Indonesia Pencak Silat Pakubumi Open 14th Championship 2026 (Foto: Narasumber)

UNAIR NEWS Komitmen dalam melestarikan budaya nusantara membawa Rohmatul Fardani Maulidia, mahasiswi Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya angkatan 2023 51动漫 (UNAIR), meraih Juara 2 kategori Seni Tunggal Dewasa Putri dalam ajang Indonesia Pencak Silat Pakubumi Open 14th Championship 2026.

Mahasiswa yang akrab disapa Lily tersebut mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada pencak silat tidak hanya didasari oleh keinginan berprestasi, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi dalam menjaga warisan budaya Indonesia. Baginya, pencak silat menjadi ruang untuk melatih kedisiplinan, ketahanan fisik, sekaligus membangun karakter diri.

淢elalui kejuaraan ini, saya juga ingin melihat sejauh mana hasil dari latihan yang sudah saya jalani selama ini, ungkapnya.

Strategi Persiapan Menuju Kompetisi

Dalam menghadapi kejuaraan, Lily menerapkan pola latihan bertahap. Ia rutin berlatih tiga kali dalam seminggu bersama UKM Pagar Nusa UNAIR guna memperkuat teknik dasar seni tunggal. Latihan tersebut tidak hanya berfokus pada ketepatan gerakan, tetapi juga pada keluwesan, kekuatan, dan penghayatan dalam setiap rangkaian jurus.

Menjelang kompetisi, ia turut mengikuti latihan gabungan bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) UNAIR selama kurang lebih satu minggu. Meskipun waktu yang dimiliki relatif terbatas, Lily tetap berupaya memaksimalkan setiap sesi latihan untuk meningkatkan performanya di arena. Ia juga memanfaatkan waktu di luar latihan untuk melakukan evaluasi mandiri, sehingga dapat terus memperbaiki kekurangan dan tampil lebih optimal saat pertandingan berlangsung.

Menjaga Keseimbangan Akademik dan Latihan

Selain tuntutan latihan, Lily juga dihadapkan pada tanggung jawab akademik sebagai mahasiswa tingkat akhir. Ia mengakui bahwa menjaga pola istirahat dan membagi waktu menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika intensitas latihan meningkat menjelang kejuaraan.

Untuk mengatasinya, Lily menerapkan manajemen waktu yang terstruktur dengan menyusun jadwal kegiatan harian dan menentukan prioritas. Menurutnya, kegiatan akademik dan pencak silat justru saling mendukung dalam membentuk kedisiplinan dan ketahanan mental.

淪ilat membantu saya untuk tetap fokus dan tidak mudah menyerah, terutama saat menghadapi tugas perkuliahan yang padat, jelasnya.

Refleksi Perjalanan dan Harapan

Lebih dari sekadar ajang kompetisi, kejuaraan ini menjadi refleksi bagi Lily atas proses panjang yang telah ia lalui. Ia meyakini bahwa setiap usaha yang berjalan dengan konsisten akan membuahkan hasil yang sepadan. Ke depan, Lily berharap dapat terus mengembangkan kemampuannya, baik di bidang olahraga maupun akademik, serta mampu menyelesaikan studinya tepat waktu. Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu dalam mengejar impian.

淛angan takut bermimpi setinggi langit, karena jika jatuh, kita akan jatuh di antara bintang-bintang. Tidak ada mimpi yang terlalu besar dan tidak ada pemimpi yang terlalu kecil, tutupnya.

Penulis: Nikita Aulia
Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT