51动漫

51动漫 Official Website

Pencegahan Karsinoma Sel Basal dengan Obat Penghambat Siklooksigenase-2

Karsinoma sel basal (KSB) adalah salah satu jenis tumor kulit yang paling umum ditemukan dengan kejadian di seluruh dunia berkisar antara 75% – 90% dari semua tumor kulit. Angka kejadian KSB ditemukan terus meningkat sekitar 4% sampai 8% setiap tahun, dan semakin berkembang pada kelompok usia yang lebih muda. Karsinoma sel basal tergolong sebagai keganasan pada kulit, akan tetapi tumor ini tumbuh lambat, jarang mengalami penyebaran ke organ lain, dan memiliki angka kematian yang rendah. Karsinoma sel basal dapat merusak jaringan di sekitarnya sehingga menyebabkan kecacatan dan morbiditas yang cukup signifikan. Hal tersebut mengakibatkan pengobatan tumor kulit ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Masalah morbiditas dan mahalnya biaya yang diperlukan untuk pengobatan mengakibatkan perlunya strategi pencegahan karsinoma sel basal.

Karsinoma sel basal biasanya muncul sebagai benjolan lunak putih atau bercak bersisik cokleat di bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari, seperti wajah dan leher. Sinar matahari merpakan faktor risiko utama kejadian KSB, sehingga strategi pencegahan yang dikembangkan selama ini adalah menghindari paparan sinar matahari. Penggunaan tabir surya dan pakaian fotoprotektif merupakan salah satu strategi untuk mencegah paparan sinar matahari. Strategi pencegahan dengan menggunakan tabir surya saja dinilai belum cukup efektif, sehingga dalam beberapa tahun terakhir dikembangkan strategi pencegahan karsinoma sel basal dengan menggunakan obat-obatan, salah satunya adalah penggunaan penghambat siklooksigenase-2. Enzim siklooksigenase-2 diketahui berperan dalam perkembangan berbagai tumor, termasuk tumor kulit. Beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa penggunaan obat penghambat siklooksigenase-2 dapat mencegah perkembangan tumor kulit, termasuk KSB. Obat-obat dengan memiliki potensi penghambat enzin siklooksigenase antara lain golongan obat anti inflamasi non steroid (OAINS).

OAINS memiliki potensi pencegahan kanker dengan menghambat enzim siklooksigenase. Enzim ini terlibat dalam proses perusakan sel, seperti menghambat kematian sel, menekan sistem imun, dan merangsang pembentukan pembuluh darah baru. Golongan OAINS terdiri dari berbagai jenis obat yang dapat menghambat sikooksigenase-1 dan sikooksigenase-2 secara nonselektif, serta berbagai jenis obat yang secara selektif menghambat sikooksigense-2. Penghambat siklooksigenase-2 selektif lebih dipilih karena tidak memiliki efek samping terhadap sistem pencernaan dibandingkan golongan OAINS lainnya. Terdapat beberapa obat penghambat sikooksigenase-2 selektif yang telah di sintesis, antara lain meloxicam, celecoxib, valdecoxib, dan refecoxib. Valdecoxib dan refecoxib telah ditarik dari peredaran dikarenakan efek samping kardiovaskular yang berat. Obat penghambat siklooksigenase-2 selektif yang saat ini tersedia dan digunakan secara luas sebagai obat antiinflamasi, antipiretik, dan analgetik yaitu celecoxib dan meloxicam. Efek samping kardiovaskular yang ditimbulkan oleh celecoxib tidak sebesar efek samping kardiovascular yang ditimbulkan oleh penghambat siklooksigenase-2 selektif lainnya seperti refercoxib dan valdecoxib. Oleh karena itu, hingga saat ini celecoxib menjadi obat yang paling banyak dikembangkan atau diteliti efektivasnya sebagai kemoprevensi dan kemoterapi, salah satunya untuk kemoprevensi KSB. Meloxicam juga merupakan penghambat siklooksigenase-2 selektif dengan potensi penghambatan yang lebih rendah dibandingkan celecoxib, akan tetapi hingga saat ini belum banyak dikembangkan sebagai agen kemoprevensi KSB.

Penggunaan penghambat siklooksigenase-2, baik dalam sediaan krim maupun tablet, dapat menjadi salah satu modalitas pencegahan KSB yang menjanjikan. Obat ini dapat digunakan sebagai modalitas kemoprevensi pada pasien dengan faktor risiko tinggi mengalami kekambuhan dan perkembangan karsinoma sel basal, akan tetapi penggunaannya perlu diperhatikan khusus pada pasien-pasien lanjut usia dan dengan riwyaat penyakit kardiovaskular.

Penulis : dr.Maylita Sari,Sp.KK(K)

Informasi detail dari artikel ini dapat dilihat di :

The Role of Cyclooxigenase-2 Inhibitor in Basal Cell Carcinoma: A Literature Review

Maylita Sari, Kartika Misalina, M. Yulianto Listiawan

AKSES CEPAT