Menurut Global Burden of Disease (2018) konsumsi natrium harian yang berlebih diidentifikasi menjadi faktor risiko utama meningkatnya kasus tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular lainnya, seperti stroke dan jantung iskemik. Di Indonesia, penyakit kardiovaskular yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi atau hipertensi menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian terbanyak pada tahun 2009-2019.
Meskipun kasus hipertensi pada anak dan remaja tidak sebanyak pada orang dewasa, namun terbukti bahwa tekanan darah tinggi pada masa anak dan remaja berhubungan dengan tingkat hipertensi pada masa dewasa. Kasus hipertensi pada saat remaja turut berkontribusi pada meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular saat dewasa. Dengan demikian, penyakit kardiovaskular harus dapat dicegah sejak dini, sehingga tingkat kematian yang dipicu tekanan darah tinggi dapat ditekan.
Penyakit Kardiovaskular Menjadi Penyebab Kematian Terbanyak
Pada tahun 2019, World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa penyakit kardiovaskular berkontribusi sebesar 44% dari seluruh kematian akibat penyakit tidak menular sekaligus menempati peringkat pertama atau sebesar 33% sebagai penyebab kematian di dunia. Jenis penyakit kardiovaskular yang paling banyak menyebabkan kematian adalah penyakit jantung iskemik dan stroke, yaitu sebesar 85% dari total keseluruhan kasus kematian yang disebabkan penyakit kardiovaskular.
Di Indonesia, penyakit kardiovaskular tepatnya stroke dan penyakit jantung iskemik menjadi penyebab kematian terbanyak, yaitu 38,9%. Tekanan darah tinggi atau hipertensi diketahui menjadi faktor risiko utama dari penyakit kardiovaskular. Prevalensi kasus hipertensi di Indonesia jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun.
Konsumsi Natrium yang Berlebihan Menjadi Penyebab Penyakit Kardiovaskuler
Sumber utama natrium adalah garam yang banyak terkandung dalam makanan ringan, makanan siap saji, makanan kaleng, dan makanan olahan lainnya untuk meningkatkan cita rasa. Sebuah studi mendapatkan hasil bahwa asupan garam 5 gram natrium lebih tinggi per hari meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 17% dan stroke sebesar 23%. Konsumsi garam harian yang tinggi dapat meningkatkan aliran darah ginjal dan laju filtrasi glomerulus yang dapat menyebabkan hiperfiltrasi. Keadaan tersebut menyebabkan tekanan darah meningkat. Sehingga, kebijakan mengurangi asupan garam per hari menjadi strategi utama untuk mencegah penyakit kardiovaskular.
WHO merekomendasikan orang dewasa untuk mengurangi asupan garam sampai dengan < 2 gram natrium per hari atau 5 gram garam per hari untuk mengontrol tekanan darah dan risiko penyakit kardiovaskular lainnya. Tidak hanya diperuntukkan untuk orang dewasa, rekomendasi WHO untuk mengurangi asupan garam juga berlaku untuk anak usia 2-15 tahun. Konsumsi garam harian yang direkomendasikan WHO untuk anak usia 2-15 tahun harus disesuaikan dengan kebutuhan energi anak-anak berdasarkan usia. Anak sekolah seringkali mengkonsumsi jajanan dan makanan ringan tinggi natrium yang mudah ditemukan di lingkungan sekolah, sehingga konsumsi natrium harian melebihi yang direkomendasikan. Kebiasaan komsumsi makanan ringan yang buruk dapat meningkatkan risiko hipertensi pada remaja.
Upaya Pencegahan Hipertensi Melalui Program Edukasi pada Usia Remaja
Berkaitan dengan upaya pencegahan penyakit kardiovaskuler sejak dini, maka penting diberikannya pengetahuan pada anak usia sekolah yang berfokus pada pengendalian asupan garam untuk pencegahan penyakit kardiovaskular melalui Program Rehat Malam (Remaja Sehat Kendalikan Asupan Garam). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh diberikannya program Rehat Malam terhadap peningkatan pengetahuan siswa SD Hidayatul Ummah Mulyorejo Surabaya terkait asupan natrium untuk pencegahan penyakit kardiovaskular dengan menggunakan poster dan power point. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Rehat Malam mampu meningkatkan pengetahuan siswa tentang asupan natrium untuk pencegahan penyakit kardiovaskular.
Pengetahuan tersebut dapat membantu siswa dalam melakukan upaya pencegahan hipertensi melalui pengetahuan tentang asupan natrium yang boleh dikonsumsi, mengingat banyaknya anak usia sekolah yang seringkali mengkonsumsi jajanan di lingkungan sekolah yang mengandung natrium berlebih. Penelitian ini merekomendasikan perlunya program sosialisasi Rehat Malam kepada kalangan remaja khususnya ke sekolah-sekolah secara lebih luas sebagai upaya pencegahan penyakit kardiovaskular sejak dini.
Kesimpulan
Kebijakan untuk mengurangi asupan garam menjadi strategi utama untuk mencegah penyakit kardiovaskular karena terindentifikasi bahwa konsumsi natrium harian yang tinggi merupakan faktor risiko utama dari meningkatnya kasus tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular lainnya.
Upaya pencegahan penyakit kardiovaskular dapat dimulai sejak usia anak-anak melalui edukasi asupan natrium untuk pencegahan penyakit kardiovaskular sehingga meningkatkan kualitas hidupnya. Program Edukasi Rehat Malam merupakan salah satu alternatif untuk pencegahan penyakit kardiovaskular sejak dini. Upaya pencegahan penyakit kardiovaskular melalui program Rehat Malam berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan siswa mengenai pengendalian asupan garam. Sebanyak 93,5% siswa mengalami peningkatan pengetahuan mengenai jumlah asupan garam yang boleh dikonsumsi untuk mencegah penyakit kardiovaskular.
Oleh: Safa Rosyadah Hakim dan Nurul Istifadah
NIP 196702101998022001
Hp. 081357428189
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/MPPKI/article/view/5116
DOI: https://doi.org/10.56338/mppki.v7i6.5116





