Hipertensi (tekanan darah tinggi) adalah kondisi medis yang terjadi ketika tekanan pada pembuluh darah sama dengan atau lebih dari 140/90 mmHg, dimana saat tekanan darah pada dinding arteri meningkat terlalu tinggi secara konstan. Hipertensi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, penyakit pembuluh darah, dan masalah kesehatan lainnya. Menurut Kementerian Kesehatan RI tahun 2018, prevalensi hipertensi pada usia ≥ 18 tahun di Indonesia mencapai 34,1% dan khususnya di Jawa Timur sebesar 36,62%. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa hipertensi menyumbang lebih dari 10 juta kematian setiap tahun. Hipertensi dapat meningkatkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular dan ginjal.
Hipertensi Dapat Dicegah Sejak Usia Remaja
Prevalensi hipertensi juga terjadi pada anak dan remaja, yaitu berkisar antara 1 “ 3%. Walaupun angka prevalensi hipertensi di kalangan anak dan remaja relatif kecil, namun hipertensi pada orang dewasa dapat berawal dari masa remaja. Hal tersebut dibuktikan dengan angka prevalensi yang terus meningkat sesuai dengan perkembangan usia, yaitu sekitar 15% pada usia dewasa muda hingga mencapai 60% pada usia 65 tahun ke atas. Dengan demikian, hipertensi yang dialami oleh remaja dapat terus berlanjut hingga usia dewasa dan memiliki risiko morbiditas serta mortalitas yang lebih tinggi. Oleh karena itu, hipertensi harus dicegah sedini mungkin.
Upaya pencegahan hipertensi dapat dimulai sejak dini, salah satunya pada anak usia sekolah. Upaya pencegahan hipertensi pada anak dapat diwujudkan melalui pendidikan kesehatan, salah satunya yaitu Program Edukasi Pencegahan Hipertensi. Program penyuluhan terkait pencegahan hipertensi pada remaja diwujudkan dengan implementasi program Gemas Gasi (Gerakan Remaja Sehat Cegah Hipertensi).
Upaya Pencegahan Hipertensi Melalui Program Edukasi pada Usia Remaja
Terdapat beberapa cara untuk mencegah hipertensi. Cara paling utama adalah dengan mengatur pola makan, membatasi gula, garam, dan lemak. Selain itu, upaya pencegahan hipertensi juga dapat dilakukan melalui program pemberian edukasi kepada remaja untuk mencegah hipertensi sejak dini. Melalui Program Gemas Gasi, para remaja diberikan edukasi terkait hipertensi, faktor risiko, serta cara pencegahannya. Remaja akan diberikan pengetahuan mengenai definisi hipertensi, penyebab, serta perilaku Cerdik sebagai salah satu upaya pencegahan hipertensi.
Melalui pelaksanaan edukasi pengetahuan tentang hidup sehat khususnya terhadap bahaya hipertensi, para remaja yang mempunyai pengetahuan baik akan berusaha untuk berperilaku positif untuk meningkatkan derajat kesehatan pribadinya. Hal ini mengingat bahwa individu dengan pengetahuan yang baik akan memiliki peluang lebih untuk melakukan tindakan preventif terhadap suatu penyakit. Seperti diketahui bahwa pengetahuan merupakan domain penting dalam pembentukan perilaku seseorang. Perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan bertahan lebih lama jika dibandingkan dengan perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Penelitian menyebutkan bahwa apabila seorang individu mempunyai pengetahuan yang baik terkait kesehatan, maka akan berusaha menghindari segala hal yang dapat menimbulkan penyakit.
Program Gemas Gasi: Pemberdayaan Remaja untuk Hidup Sehat
Program Gemas Gasi merupakan salah satu bentuk dari pemberdayaan remaja di bidang Kesehatan. Program Gemas Gasi berfokus pada pemberian edukasi kepada remaja terutama anak sekolah terkait hipertensi, faktor risiko, serta cara pencegahannya. Remaja akan diberikan pengetahuan mengenai definisi hipertensi, penyebab, serta perilaku Cerdik sebagai salau satu upaya pencegahan hipertensi.
Penelitian ini dilakukan dengan mengimplementasikan Program Gemas Gasi di SMA Al Hikmah dan membandingkan peningkatan pengetahuan siswa tentang hipertensi sebelum dan setelah implementasi program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa atau sebanyak 64,3% memiliki tingkat pengetahuan yang meningkat terkait hipertensi setelah mengikuti program Gemas Gasi. Artinya, Program Gemas Gasi mampu meningkatkan pengetahuan siswa tentang pencegahan hipertensi hingga lebih dari 60%.
Program gemas Gasi memberikan edukasi melalui penyuluhan dengan menggunakan media poster infografis terkait pencegahan hipertensi. Sumber poster berasal dari Kemenkes RI tentang perilaku Cerdik, yaitu cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, serta kelola stress.
Kesimpulan
Implementasi Program Gemas Gasi telah berhasil meningkatkan pengetahuan siswa tentang hipertensi. Pengetahuan tersebut dapat membantu siswa dalam melakukan upaya pencegahan hipertensi dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan pribadinya. Penelitian ini merekomendasikan perlunya program sosialisasi Gemas Gasi kepada siswa secara lebih luas sebagai upaya pencegahan hipertensi sejak dini.
Oleh: Angelinasyarga Sutera Dewangga dan Nurul Istifadah
NIP 196702101998022001
Hp. 081357428189
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/MPPKI/article/view/5115
DOI: https://doi.org/10.56338/mppki.v7i5.5115





