Kontaminasi logam berat merupakan masalah global yang berdampak besar pada lingkungan dan kesehatan manusia karena sifatnya yang persisten, toksik, dan mudah terakumulasi. Berbagai industri berkontribusi terhadap pencemaran melalui pembuangan limbah yang tidak memadai, sehingga masyarakat dapat terpapar melalui konsumsi air, inhalasi, maupun kontak kulit攄engan anak-anak sebagai kelompok yang paling rentan. Di Malaysia, logam berat seperti arsenik, kadmium, nikel, merkuri, kromium, dan timbal telah dilaporkan mencemari sumber air minum dan menimbulkan risiko jangka panjang, termasuk kerusakan organ, gangguan hormon, penurunan imunitas, serta peningkatan risiko kanker.
Tekanan urbanisasi dan industrialisasi makin memperburuk kualitas air, sebagaimana terlihat pada contoh global bahwa sekitar 40% danau dan sungai dunia telah tercemar logam berat. Kondisi ini juga menjadi perhatian di kawasan industri seperti Kulim, Malaysia, di mana air permukaan dan air tanah merupakan sumber penting bagi suplai air minum. Sementara metode remediasi konvensional sering kali mahal dan berpotensi menyebabkan dampak lingkungan tambahan, pemantauan berkala dan penilaian risiko kesehatan menjadi strategi penting untuk mengendalikan bahaya paparan logam berat.
Wilayah Kulim Hi-Tech Park (KHTP), yang berkembang pesat sebagai pusat industri elektronik dan manufaktur, berpotensi menyumbang logam berat seperti Fe, Mn, Zn, Cd, dan Ni melalui proses seperti elektroplating, galvanisasi, produksi baterai, serta aktivitas metalurgi. Namun, kajian komprehensif terkait konsentrasi logam berat tersebut pada sumber air minum di sekitar KHTP masih sangat terbatas dalam lima tahun terakhir. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi Fe, Mn, Zn, Cd, dan Ni pada berbagai sumber air di wilayah Kulim Hi-Tech Park serta menilai risiko kesehatan kronis akibat paparan jangka panjang. Penelitian ini diharapkan dapat mengisi kesenjangan pengetahuan dan mendukung strategi perlindungan kualitas air minum di kawasan industri tersebut.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Fe, Cd, Ni, Zn, dan Mn terdeteksi pada sumber air di kawasan Kulim Hi-Tech Park. Namun, proporsi data yang sangat besar berada di bawah batas kuantifikasi (LOQ), terutama untuk Fe, Zn, dan Cd, sehingga kesimpulan terkait ketiga logam tersebut belum dapat diandalkan. Meskipun demikian, konsentrasi Ni ditemukan melebihi batas yang diizinkan, dan perhitungan Excess Lifetime Cancer Risk (ELCR) menunjukkan potensi risiko kanker akibat paparan Cd dan Ni. Temuan ini masih memerlukan validasi lebih lanjut dengan metode analisis yang lebih sensitif.
Penelitian ini menegaskan pentingnya tindakan regulasi untuk melindungi kesehatan masyarakat, termasuk pengetatan aturan pembuangan limbah industri dan peningkatan protokol pemantauan kualitas air. Untuk penguatan penelitian di masa mendatang, disarankan penggunaan ukuran sampel yang lebih besar, perluasan parameter logam berat lain yang berpotensi berbahaya, serta penerapan pemantauan jangka panjang guna mengetahui perubahan konsentrasi logam berat dari waktu ke waktu.





