51动漫

51动漫 Official Website

Pencemaran Udara Luar Ruangan: Ancaman Global yang Tidak Bisa Diabaikan

Pencemaran Udara Luar Ruangan: Ancaman Global yang Tidak Bisa Diabaikan
Sumber: Cikoneng

Komponen dalam kehidupan manusia yang penting salah satunya adalah udara. Hal ini menjadikan udara sebagai elemen kebutuhan dasar manusia yang krusial, sehingga aksi dalam peningkatan kualitas udara menjadi sangat penting untuk dilakukan. Ancaman dari dampak yang ditimbulkan oleh pencemaran udara saat ini masih menjadi perhatian banyak peneliti di dunia. Pencemaran udara dibagi menjadi dua jenis yaitu pencemaran udara di luar ruangan dan pencemaran udara di dalam ruangan. Kedua jenis pencemaran ini sangat berbahaya baik pada lingkungan maupun kesehatan manusia. Diketahui bahwa pencemaran udara berkontribusi pada dua penyebab kematian terbanyak di dunia, seperti penyakit jantung iskemik dan stroke. Keberadaan particulate matter (PM) di udara secara global, seperti PM2.5 berhubungan dengan gangguan kesehatan seperti resistensi insulin, diabetes tipe 2, penurunan kapasitas paru-paru, dan inflamasi vaskuler. Sekitar 90.4% kematian yang berkaitan dengan pencemaran udara memiliki hubungan dengan konsentrasi tinggi PM2.5 di udara ambien. Insidensi mortalitas karena pencemaran udara di luar ruangan juga lebih tinggi dibandingkan dengan insidensi mortalitas karena pencemaran udara dalam ruang dan penggunaan alkohol.

Pencemaran udara di luar ruangan merupakan masalah kesehatan global yang krusial saat ini yang dapat mempengaruhi banyak negara baik negara dengan pendapatan rendah maupun tinggi. Wilayah pasifik dan Asia Tenggara menanggung beban penyakit terbesar karena polusi udara, terutama karena banyaknya wilayah terpolusi dan industri berat di negara-negara berkembang. Negara di Kawasan Asia Tenggara memiliki angka disability-adjusted life years atau DALY tertinggi yang berkaitan dengan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) yaitu sebesar 791 DALYs per 100.000 penduduk, sedangkan kawasan pasifik hanya sebesar 421 DALYs per 100.000 penduduk. Dampak ekonomi yang dihasilkan dari pencemaran udara juga cukup besar misalnya di India biaya yang dikeluarkan karena kematian dini dan penyakit masing-masing sebesar 28.8 milyar US$ dan 8 milyar US$. Penyakit-penyakit yang disebabkan karena pencemaran udara berkontribusi pada hilangnya produktivitas dan menurunkan produk domestik bruto (PDB) di negara pendapatan rendah dan menengah sebesar 2% per tahun. Dampak ekonomi yang paling signifikan dikarenakan adanya biaya untuk berbagai keperluan terkait pelayanan kesehatan karena pencemaran udara, seperti biaya pengobatan dan hilangnya pendapatan.

Ada beragam jenis dari polutan udara yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia diantaranya volatile organic compound (VOC), sulfur dioksida, nitrogen dioksida, karbon dioksida, particulate matter (PM), ultrafine particulate, butadiene, logam berat, bioaerosol, karbon hitam, serta micro dan nano-plastik. Secara umum ada dua jenis sumber pencemar udara yaitu sumber alamiah dan sumber antropogenik. Sumber-sumber alamiah diantaranya letusan gunung api, badai debu, kebakaran hutan, dan emisi biogenik. Sumber antropogenik utama untuk pencemaran udara di luar ruangan diantaranya transportasi, insinerasi limbah, dan emisi dari tempat pembuangan akhir (TPA). Diketahui bahwa nilai kontribusi aktivitas industri terhadap peningkatan beberapa polutan udara seperti sulfur dioksida, karbon organik, ammonia, karbon hitam, PM10, PM2.5, karbon monoksida, dan nitrous oxide masing-masing sebagai berikut 17.49 Tg, 1.65 Tg, 0.055 Tg, 0.93 Tg. 4.32 Tg, 4.32 Tg, 2.88 Tg, 98.56 Tg, dan 8.30 Tg. Sedangkan untuk sektor transportasi nilai kontribusi terhadap peningkatan konsentrasi polutan di udara sebagai berikut 0.84 Tg, 0.098 Tg, 0.17 Tg, 0.24 Tg, 0.78 Tg, 0.47 Tg, 31.44 Tg, dan 6.26 Tg. Polutan yang dihasilkan dari tempat pembuangan akhir (TPA) berupa gas metana dan karbondioksida yang juga merupakan gas rumah kaca yang berkontribusi pada perubahan iklim global. Emisi gas metana yang dihasilkan oleh TPA pada tahun 2020 kurang lebih setara dengan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh 20.3 juta kendaraan yang dioperasikan selama satu tahun, atau setara juga dengan emisi gas karbondioksida yang dihasilkan dari 11.9 juta rumah tangga selama satu tahun. Selain menghasilkan gas metana dan karbondioksida, ada beberapa polutan yang dihasilkan dari proses insinerasi sampah seperti vinil klorida, etil benzene, toluene, logam berat, gas asam, PCDD/F, PCB, PAH, VOC, benzena yang bersifat toksik untuk manusia.

Dampak kesehatan yang ditimbulkan dari beberapa polutan udara diantaranya 1) particulate matter (PM) dapat menyebabkan penyakit kardiovaskuler, penyakit pernafasan, gangguan pada perkembangan saraf dan neurologis, gangguan imun, serta kanker, 2) Polychlorinated biphenyl (PCB) dapat menyebabkan kanker, gangguan pada hati, sistem endokrin, saraf, imun, reproduksi, serta gangguan pada perkembangan janin, 3) polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH) dapat menyebabkan kanker,, gangguan pada sistem imun, ginjal, hati, dan hematologi, hipertensi, berat bayi lahir rendah, kerusakan jantung, asma, dan gangguan nafas. 4) volatile organic compound (VOC) dapat menyebabkan gangguan pada sistem reproduksi dan perkembangan janin. Besarnya dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara di luar ruangan pada manusia, menjadikan permasalahan ini penting untuk dicarikan solusi yang komprehensif. Mengurangi polusi udara luar ruang juga memerlukan usaha kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat di tingkat lokal, nasional, regional, dan global. Pemerintah perlu mengambil langkah yang tegas dalam pengaturan transportasi, pengelolaan sampah, dan pembakaran sampah yang terbuka dalam meminimalisasi pencemar yang masuk ke udara. Di sisi lain masyarakat juga perlu lebih sadar dalam menjaga lingkungan dan mengurangi kebiasaan yang memperburuk kualitas udara.

Penulis: Ratna Dwi Puji Astuti

Link:

Baca juga: Mewaspadai Pencemaran Logam Berat di Lingkungan Akuatik.

AKSES CEPAT