Nematoda dari famili Capillariidae merupakan parasit cacing di berbagai organ dan jaringan pada ikan, amfibi, reptil, unggas, dan mamalia. Saat ini diklasifikasikan ke dalam lebih dari 20 genera, nematoda ini terutama dibedakan berdasarkan struktur ekor cacing jantan. Analisis morfologi dan molekuler dilakukan terhadap 15 spesies parasit mamalia yang tergolong dalam genus Aonchotheca (A. putorii, A. suzukii n. sp., A. suis n. comb. (sinonim: Capillaria suis), A. riukiuensis, dan A. bilobata), Pearsonema (P. neoplica n. sp., P. feliscati, P. iharai n. sp., dan P. toriii n. sp.), Liniscus (L. himizu), Calodium (C. hepaticum), Echinocoleus (E. yokoyamae n. sp.), dan Eucoleus (E. kaneshiroi n. sp., E. aerophilus, dan Eucoleus sp.), dengan menggunakan spesimen dari berbagai hewan liar dan domestik di Jepang serta tikus coklat di Indonesia. Sebagaimana ditunjukkan dalam studi ini, pengurutan rDNA SSU yang hampir lengkap merupakan alat yang ampuh untuk membedakan spesies yang berkerabat dekat dan memperjelas hubungan filogenetik di antara cacing capilariid yang secara morfologis serupa. Selain itu, sebagian besar cacing capilariid yang terdeteksi pada anjing dan kucing diduga memiliki kesamaan dengan mamalia reservoir satwa liarnya.
Oleh karena itu, karakterisasi molekuler, yang dikombinasikan dengan pengamatan mikroskopis parasit ini pada mamalia liar, menyediakan kerangka kerja yang kuat untuk identifikasi spesies yang akurat, klasifikasi yang andal, dan penilaian epidemiologis. Karena tubuhnya yang tipis dan rapuh, cacing Capilariid sulit diidentifikasi hanya berdasarkan karakteristik morfologi di laboratorium. Lebih lanjut, identifikasi cacing Capilariid yang terdeteksi dalam survei lapangan dan klinik hewan peliharaan seringkali bergantung pada telur Capilariid, yang hanya menunjukkan sedikit karakteristik morfologi selain bentuk tong atau lemon yang terbiopsi dan beberapa pola tekstur permukaan cangkang telur.
Oleh karena itu, pendekatan taksonomi modern yang mengintegrasikan analisis morfologi dan molekuler sangat penting untuk memfasilitasi identifikasi spesifik nematoda Capilariid yang andal di lapangan dan klinis. Selama dekade terakhir, sekuens rDNA SSU nuklir atau nukleotida cox1 mitokondria semakin banyak dikumpulkan dan disimpan di GenBank di Pusat Informasi Bioteknologi Nasional (NCBI). Studi ini menyajikan ciri morfologi dan molekuler dari 15 spesies Capilariid mamalia dari genus Aonchotheca (lima spesies), Pearsonema Freitas et Mendon莽a (1960) (empat spesies), Liniscus Dujardin (1845) (satu spesies), Calodium (satu spesies), Echinocoleus L贸pez-Neyra (1947) (satu spesies), dan Eucoleus (tiga spesies). Selain itu, urutan nukleotida rDNA SSU dari Trichosomoides crassicauda (Bellingham, 1840) Railliet, 1895, parasit urin tikus dari famili Trichosomoididae (Hall, 1916), juga diperoleh. Famili ini termasuk dalam superfamili Trichinelloidea (Ward, 1907), bersama dengan famili Capillariidae, Trichuridae (Ransom, 1911), dan Trichinellidae (Stiles et Crane, 1910).
Penulis: Prof. Muchammad Yunus, drh., M.Kes., Ph.D.
Integrated Taxonomic Approaches to Gastrointestinal and Urinary Capillariid Nematodes from Wild and Domestic Mammals.





