51

51 Official Website

Pendiri dan Kesuksesan Start-Up: Review Integratif

Pendiri adalah variabel paling penting dalam keberhasilan start-up, dan proses pengembangan start-up sering kali dilihat sebagai pertunjukan satu orang, di mana pendiri bertindak sebagai penghancur kreatif untuk menemukan atau menciptakan peluang. Para peneliti telah berusaha untuk menentukan apa yang memungkinkan para pendiri untuk berhasil dalam menciptakan dan mengembangkan start-up, dan karakteristik individu dari para pendiri telah digunakan secara luas untuk menjelaskan mengapa beberapa start-up mencapai kesuksesan sedangkan yang lain gagal. Para pendiri harus secara inovatif meluncurkan start-up, khususnya menggunakan aktivitas kreatif dalam mengidentifikasi peluang, pemecahan masalah, dan implementasi ide. Masalah utama yang dihadapi para pendiri ketika mengembangkan start-up adalah rendahnya tingkat keberhasilan. Kebanyakan start-up tidak dapat mencapai pertumbuhan yang cepat atau tidak tumbuh sama sekali. Mengingat ketidakpastian dalam perkembangan start-up, yang seringkali mengalami kemunduran bahkan kegagalan, para pendiri seringkali merasa frustrasi dan enggan untuk melanjutkan bisnisnya.

Meskipun pentingnya keterlibatan para pendiri dalam kesuksesan start-up, literatur terbaru tentang start-up masih berfokus pada bagaimana membangun perusahaan baru dan peran wirausahawan inspiratif dalam proses kewirausahaan. Terdapat penelitian terbatas yang secara spesifik dan komprehensif memandang pendiri sebagai faktor utama kesuksesan sebuah start-up. Dengan melihat faktor-faktor tersebut secara spesifik dan komprehensif, peneliti mungkin dapat memberikan gambaran yang luas dan mendalam bagi para praktisi yang ingin mengembangkan start-up. Oleh karena itu, pertanyaan penelitian penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Ciri-ciri pendiri apa saja yang dapat memengaruhi kesuksesan start-up?
  2. Mengapa faktor-faktor ini mempengaruhi keberhasilan start-up?

Untuk menjawab pertanyaan penelitian, dilakukan studi tinjauan literatur integratif yang merangkum penelitian sebelumnya tentang kesuksesan start-up. Selain itu, untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif, diterapkan metode backward snowball. Dalam penelitian ini, penelitian diawali dengan mendeskripsikan start-up, mendiskusikan metodologi yang digunakan, dan mengidentifikasi variabel-variabel yang relevan. Analisis literatur kemudian dilakukan untuk menjawab pertanyaan penelitian dan mengkategorikan hasil analisis. Terakhir, dalam bentuk kerangka pendiri start-up, dibahas kesimpulan akhir penelitian.

Berdasarkan premis Upper Echelons Theory bahwa organisasi adalah cerminan dari para eksekutif puncaknya, pendiri adalah faktor terpenting dalam konteks start-up atau kewirausahaan. Jika kita ingin memahami strategi organisasi, kita harus memahami para ahli strategi dalam organisasi tersebut. Namun dalam konteks start-up, diperlukan modifikasi terhadap teori tersebut dengan alasan: Pertama, teori ini awalnya ditujukan untuk perusahaan yang sudah mapan. Perbedaan yang paling mencolok antara perusahaan mapan dan perusahaan baru adalah bahwa perusahaan baru memiliki kewajiban atas kebaruan dan kewajiban dalam skala kecil sebagai kendala, sehingga perusahaan baru lebih rentan dan memiliki strategi yang lebih terbatas dibandingkan perusahaan yang sudah matang. Kedua, teori tersebut menekankan faktor kognitif sebagai penentu pilihan strategis. Mengacu pada Trilogi Pikiran, faktor kognitif bukanlah satu-satunya faktor manusia; ada juga faktor afektif dan konatif yang mempengaruhi perilaku manusia. Oleh karena itu, kedua faktor tersebut perlu ditambahkan ke dalam teori eselon atas. Misalnya, emosi para pendiri dapat secara signifikan mempengaruhi pemikiran dan perilaku kewirausahaan mereka. Selain itu, bagaimana para pendiri mengelola atau mengatur emosinya sendiri; seperti rasa sakit, kekecewaan, dan frustrasi atau kejutan yang muncul selama proses pengembangan start-up akan mempengaruhi jumlah dan kualitas upaya dan sumber daya yang mereka dedikasikan untuk proses pengembangan start-up. Penelitian menunjukkan 72% pengusaha, baik secara langsung maupun tidak langsung, mengalami masalah kesehatan mental, dengan depresi menjadi gangguan yang paling umum dialami oleh para pendiri (30%), diikuti oleh ADHD (29%), gangguan kecemasan (27%), penyalahgunaan zat (12%), dan gangguan bipolar (11%). Di sisi lain, motivasi kewirausahaan merupakan mekanisme penting untuk menjelaskan berbagai perilaku kewirausahaan. Keputusan untuk meluncurkan sebuah start-up tidak hanya berlaku bagi mereka yang mampu, namun juga bagi mereka yang memiliki motivasi untuk melakukannya Motivasi memberikan energi, arahan, dan ketekunan dalam melakukan sesuatu. Tidak hanya motivasi terkait finansial, tetapi para pendiri dengan nilai-nilai fokus komunitas yang berorientasi sosial dan memenuhi kebutuhan sosial tersebut adalah hal yang paling penting bagi mereka mungkin menjadi motivasinya.

Kontribusi penelitian kami adalah, pertama, kami memetakan dan mengkategorikan faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan start-up dari sudut pandang pendiri dan menunjukkan mengapa faktor-faktor tersebut mempengaruhi kesuksesan start-up. Kedua, kami membuat daftar elemen strategis yang menjadi perhatian penting bagi para pendiri dalam mengembangkan start-up. Ketiga, kami menyediakan indikator penting terkait kinerja start-up. Keempat, dan yang paling penting, kami juga menawarkan kerangka pendiri start-up yang dapat digunakan oleh para peneliti dan praktisi. Kerangka kerja kami dapat digunakan sebagai panduan untuk membantu peneliti mengkaji faktor-faktor lain yang terkait dengan keberhasilan pendiri dalam mengembangkan start-up dan juga sebagai panduan untuk membantu para pendiri memetakan faktor-faktor yang ada dalam diri mereka dan strategi yang diperlukan untuk mengembangkan start-up mereka. Kegiatan ini berguna untuk meminimalisir kegagalan start-up.

Penulis: Badri Munir Sukoco

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Himawat Aryadita, Badri Munir Sukoco, Maurice Lyver (2020). Founders and the success of start-ups: An integrative review. Cogent Business & Management, 10:3, 2284451,

AKSES CEPAT