UNAIR NEWS – Di tengah upaya global untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Komitmen terhadap pembangunan manusia tidak selalu lahir dari langkah-langkah besar, tetapi kerap tumbuh melalui tindakan sederhana yang dilakukan dengan kesungguhan. Semangat inilah yang tercermin dalam kegiatan pengabdian masyarakat Sejuta Langkah di Barat Laut Karsa Jawa oleh sekelompok mahasiswa kedokteran UNAIR di Desa Sugihan, Tuban.
Kegiatan ini melibatkan pengajaran les untuk anak-anak SD dan SMA serta edukasi kesehatan mengenai penyakit stroke dan hipertensi di RSUD R. Ali Manshur. Dalam pelaksanaannya, program ini hadir sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan mahasiswa kedokteran dengan masyarakat dalam hubungan yang saling menguatkan. Mahasiswa kedokteran berperan sebagai fasilitator pembelajaran dan agen edukasi kesehatan, sementara masyarakat menjadi mitra aktif dalam menerima, memahami, dan mengembangkan manfaat dari kegiatan tersebut.
Mengajar Les
Program mengajar les yang ditujukan bagi anak-anak SD dan siswa SMA menjadi salah satu bentuk pengabdian yang berfokus pada penguatan kualitas pendidikan di Desa Sugihan. Kegiatan dilaksanakan dari jam setengah tujuh malam hingga jam delapan malam. Dengan pendekatan yang komunikatif, mahasiswa berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak kaku sehingga siswa merasa lebih nyaman untuk bertanya, berdiskusi, dan mengembangkan rasa percaya diri dalam belajar.

Melalui kegiatan ini, kontribusi terhadap SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas tampak secara nyata. Pendidikan yang baik bukan hanya soal tersedianya sekolah, tetapi juga tentang hadirnya dukungan belajar yang memadai, lingkungan yang kondusif, dan proses pembelajaran yang memberi ruang bagi setiap anak untuk berkembang.
Edukasi Kesehatan
Selain bergerak di bidang pendidikan, mahasiswa juga melaksanakan edukasi kesehatan mengenai stroke dan hipertensi di RSUD R. Ali Manshur. Pemilihan tema ini didasarkan pada kedua penyakit tersebut merupakan salah satu dari penyakit tidak menular terbanyak di dunia. Kegiatan ini dilakukan saat pasien sedang menunggu antrian poli. Dalam mengedukasi, mahasiswa menyampaikan informasi mengenai pengertian, faktor risiko, gejala, pencegahan, serta pentingnya deteksi dini terhadap stroke dan hipertensi. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang mudah dipahami agar dapat diterima dengan baik oleh pasien yang hadir.
Edukasi kesehatan merupakan bagian penting dalam mewujudkan tujuan SDGs 3, yaitu memastikan kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua orang dengan membangun masyarakat yang lebih sadar, tanggap, dan bertanggung jawab terhadap kondisi kesehatannya sendiri. Melalui penyuluhan yang dilakukan di RSUD R. Ali Manshur, mahasiswa tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menanamkan nilai bahwa kesehatan adalah fondasi utama bagi produktivitas dan kesejahteraan. Dengan demikian, rangkaian pengabdian masyarakat di Desa Sugihan ini menjadi bukti bahwa langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberi kontribusi besar dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Penulis: Ahmad Nur Fikri Abror & Muhammad Faruq Fajar mahasiswa Fakultas Kedokteran 51动漫





