UNAIR NEWS – Departemen Bahasa dan Sastra Jepang (Basasjep) bersama Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia (Basasindo) Fakultas Ilmu Budaya () 51动漫 (UNAIR) sukses melaksanakan program Pengabdian Masyarakat (Pengmas) bertajuk Penguatan Kesadaran Ekologi untuk Komunitas Taman Bacaan Masyarakat (TBM) melalui Komik Tribahasa. Kegiatan berwujud sarasehan literasi itu berlangsung pada Jumat (28/11/2025). Bertempat di Balai Bahasa Jawa Timur Surabaya, dengan menggandeng Komunitas TBM Paraduta sebagai mitra.
Tantangan Literasi
Program ini terlaksana karena persoalan akses literasi di Jawa Timur yang masih menjadi tantangan bagi komunitas TBM. Keterbatasan koleksi bacaan yang relevan, kebutuhan inovasi literasi, dan pengembangan bahan bacaan berbasis lokalitas menjadi isu yang memerlukan penanganan secara kolaboratif. Salah satu solusi dari tim Pengmas dengan mengembangkan komik dalam tiribahasa. Komik tribahasa yakni dalam bahasa Indonesia, Jawa, dan Jepang yang memuat tema ekologi serta kearifan lokal.

Ketua pelaksana pengmas, Nabila Vina Fairuzzahra SHum MSi menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan mitra yang hadir. 淭erima kasih atas kehadirannya di Balai Bahasa Jawa Timur hari ini. Semoga kegiatan ini terus berjalan dan memberikan manfaat serta menjadi media pembelajaran bagi teman-teman komunitas, ungkapnya.
Komik Membuka Ruang Interpretasi
Dalam kesempatan itu, Antonius R Pujo Purnomo PhD selaku dosen Departemen Basasjep juga turut hadir sebagai narasumber kegiatan. Ia mengajak peserta membaca cerita rakyat Jepang seperti Momotaro dan Kintaro sebagai contoh cerita yang memuat hubungan harmonis antara manusia dan alam. 淒alam cerita rakyat Jepang, manusia tidak hidup sendiri. Ada binatang, tumbuhan, roh, dan unsur alam lain yang harus kita jaga harmoninya. Sehingga tema menolong dan melawan keburukan sering muncul dalam narasi tersebut, jelasnya.

Selama sesi materi, Anton juga menjelaskan bahwa komik dan cerita di Jepang umumnya tidak bersifat menggurui. Ia menekankan bahwa bentuk penyampaian tersebut memberi ruang bagi pembaca untuk menginterpretasi cerita secara mandiri dan sesuai dengan sudut pandang masing-masing.
Kesan dan Pesan Peserta
Kegiatan Pengmas ini melibatkan dosen dari kedua departemen sebagai pemateri maupun fasilitator yang mendampingi proses alih wahana legenda Jawa Timur menjadi komik tribahasa. Mahasiswa juga ambil bagian sebagai ilustrator dan penerjemah dalam pengembangan produk tersebut sehingga proses kreatif berjalan secara kolaboratif.
Pada sesi penutup, komunitas TBM turut memberikan tanggapan terkait materi maupun produk komik yang dikembangkan. 淚lustrasinya sudah bagus, mungkin bisa ditambahkan sedikit warna agar lebih menarik, ujar salah satu peserta TBM Paraduta dalam sesi kesan pesan. Lebih lanjut, peserta juga menyarankan penambahan identitas penulis, ilustrator, dan jenjang pembaca agar komik lebih mudah mengelompokan komik sesuai kebutuhan usia.
Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah
Editor: Ragil Kukuh Imanto





