51动漫

51动漫 Official Website

Riset Food Loss Waste Tax Bawa Tim UNAIR揚KN STAN Raih Juara Pertama Ajang Internasional

Dari Kiri ke Kanan: Beckham Napitupulu (PKN STAN); Aidatul Fitriyah (51动漫) (Foto: Istimewa)
Dari Kiri ke Kanan: Beckham Napitupulu (PKN STAN); Aidatul Fitriyah (51动漫) (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Aidatul Fitriyah kembali mengharumkan 51动漫 (UNAIR). Bersama rekannya, Beckham Napitupulu dari PKN STAN, mereka meraih juara pertama dalam ajang International Scientific Research Paper Competition. Kompetisi yang terselenggara oleh Universitas Bangka Belitung itu berlangsung pada Kamis (27/11/2025) secara daring. 

Kompetisi tersebut memiliki empat cabang lomba, yakni essay, scientific research paper, tool design, dan business competition. Dalam ajang itu, Afriya dan Beckham berkompetisi pada kategori scientific research paper dan berhasil keluar sebagai yang terbaik melalui riset kebijakan terkait tata kelola pangan.

Berawal dari Kompetitor menjadi Kolaborasi 

Menariknya, kolaborasi antara Afriya dan Beckham tidak bermula dari satu tim, melainkan dari pertemuan di forum FAO Indonesia. Keduanya hadir sebagai presenter policy paper masing-masing. Afriya menjelaskan bahwa motivasi mereka mengikuti kompetisi ini berawal dari keinginan untuk menguji kekuatan ide pada ruang yang lebih kompetitif.

淪aya melihat Beckham memiliki landasan yang kuat dalam bidang keuangan dan hal ini sejalan dengan minat saya terhadap perkembangan regulasi pemerintah. Maka dari itu, kami memutuskan untuk berkolaborasi dalam kompetisi ini, jelas Afriya. 

淜ami ingin melihat apakah gagasan kami dapat bertahan ketika diuji oleh pakar lintas universitas dan negara. Kami berharap kolaborasi lintas kampus dan disiplin ini dapat membuat analisis kami jauh lebih tajam, lanjut Beckham. 

Pengumuman pemenang International Scientific Paper Competition pada Kamis (27/11/2025) (Foto: Istimewa).
Gagas Solusi Fiskal untuk Masalah Limbah Pangan

Mereka berhasil mengangkat riset mengenai kerangka regulasi dan instrumen fiskal terintegrasi untuk mengurangi food loss and waste di sektor Horeka (Hotel, Restoran, Kafe). Penelitian itu menawarkan model kebijakan yang menggabungkan insentif pajak, sistem donasi pangan, serta perlindungan hukum sehingga dapat langsung dioperasionalkan oleh pemerintah daerah.

Lebih lanjut, Afriya dan Beckham memilih tema tersebut karena menurutnya Indonesia menghadapi paradoks besar yakni berlimpahnya surplus pangan, namun angka stunting dan kerawanan pangan masih tinggi. Afriya menyebut, terdapat celah regulasi yang perlu diisi melalui pendekatan kebijakan berbasis riset.

Makna Capaian

Mengikuti kompetisi yang melibatkan peserta dari berbagai negara memberikan pengalaman berharga bagi mereka. 淪ejujurnya tantangan terbesarnya itu justru datang dari internal tim, yaitu menyelaraskan pendekatan riset kami yang berbeda. Namun bisa kami atasi dengan pembagian peran yang jelas dan dialog intensif, ujar Beckham.

Bagi pasangan juara ini, trofi bukanlah tujuan akhir. Mereka berharap, hasil risetnya dapat berkembang ke tahap implementasi, termasuk membuka komunikasi dengan pemerintah daerah dan mempublikasi penelitian mereka agar dapat memberi manfaat lebih luas.

淜ami ingin riset ini tidak hanya berhenti pada kompetisi, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi tata kelola pangan di Indonesia, tutup Afriya.

Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT