COVID-19 adalah penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Sejak pertama kali merebak pada akhir Desember 2019 di Tiongkok, penyakit ini menyebar dengan cepat dan mengalami mutasi. Pesatnya penyebaran global Covid-19 dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti masa inkubasi yang panjang, tingkat penularan yang tinggi, dan adanya pembawa virus tanpa gejala.
Pemerintah Malaysia menerapkan beberapa fase lockdown secara bertahap antara tahun 2020 dan 2021 untuk mengendalikan penyebaran penyakit. sMulai tanggal 1 April 2022, Malaysia beralih ke fase endemik Covid-19 karena keberhasilan penerapan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian kesehatan masyarakat. Selama fase transisi ini, masyarakat Malaysia memiliki kesempatan untuk belajar dan beradaptasi dengan tindakan kesehatan masyarakat dengan dampak minimal terhadap kehidupan sehari-hari mereka.
Secara global, stres adalah salah satu masalah kesehatan mental paling umum yang dihadapi oleh semua kelompok masyarakat selama pandemi Covid-19. Stres adalah suatu kondisi di mana otak menafsirkan impuls yang dikirim dari neuron sensorik sebagai ancaman. Kekhawatiran terkait penyakit, gangguan dalam kehidupan sehari-hari, dan ketakutan akan dampak negatif ekonomi merupakan salah satu penyebab stres psikologis yang dialami masyarakat umum selama pandemi Covid-19.
Kelelahan fisik dan emosional akibat paparan stres dapat mengganggu nutrisi dan pola makan. Penelitian sebelumnya telah meneliti persepsi stres dan hubungannya dengan kebiasaan aktivitas fisik dan perilaku makan selama pandemi Covid-19. Studi-studi ini menemukan bahwa individu dengan tingkat stres tinggi mengalami frekuensi dan durasi aktivitas fisik yang lebih rendah, serta mengonsumsi lebih banyak makanan padat energi dibandingkan dengan mereka yang tingkat stresnya rendah.
Stres secara luas diketahui mempunyai pengaruh terhadap aktivitas fisik dan kebiasaan makan. Prevalensi tingkat stres meningkat drastis setelah wabah Covid-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya. Peralihan ke fase endemi Covid-19 saat ini sedang berlangsung di Malaysia. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki tingkat stres yang dirasakan, kebiasaan aktivitas fisik, dan perilaku makan orang dewasa muda di Malaysia selama transisi menuju fase endemik. Penelitian ini dilakukan untuk mengumpulkan data tentang kebiasaan aktivitas fisik, perilaku makan, dan persepsi stres pada dewasa muda.
Prevalensi stres level rendah lebih besar daripada stres level tinggi, secara berurutan stres level rendah sebesar 54% dan stres level tinggi sebesar 46%. Orang dewasa muda yang mengalami stres level tinggi menunjukkan aktivitas makan berlebihan, dan melewatkan makan utama yang jauh lebih tinggi (P <0,05) dibandingkan dengan stres level rendah. Korelasi positif diamati antara stres yang dirasakan dan stres makan (P = 0,001), melewatkan sarapan (P = 0,025), melewatkan makan siang (P = 0,005), melewatkan makan malam (P = 0,001), dan makan berlebihan (P = 0,007).
Ditulis oleh: G.Q. Teh, S.S. Tan, S.T. Tan, H. Hariyono, C.X. Tan
Artikel dapat diakses di:





