51动漫

51动漫 Official Website

Pengaruh Aplikasi Kombinasi Kalsium Hidroksida Dan Propolis Terhadap Perubahan Warna Gigi

sumber: klinik my dentist

Estetika       penampilan     seseorang sangat ditentukan oleh keharmonisan struktur wajah dan gigi. Struktur gigi yang harmonis ditentukan oleh beberapa faktor, seperti bentuk gigi, ukuran gigi, posisi gigi dan warna gigi. Penelitian telah membuktikan bahwa penampilan seseorang sangat dipengaruhi oleh warna gigi dan ada tidaknya maloklusi. Secara estetik, perubahan warna gigi dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman bahkan berdampak psikologis pada pasien. Perubahan warna gigi dapat mempengaruhi kepercayaan diri individu dan aktivitas sosial.Perubahan warna atau diskolorasi pada gigi merupakan setiap perubahan yang terjadi pada hue, chrom dan value, atau translusensi gigi. Perubahan warna yang terjadi pada mahkota gigi disebabkan penggunaan material kedokteran gigi. Perubahan warna karena terjadi difusi material tersebut ke dalam dentin melalui tubulus dentin.

Kalsium hidroksida merupakan material gold standard pada perawatan pulp capping. Hal ini disebabkan karena kemampuan kalsium hidroksida untuk memecah kalsium horoksida menjadi kalsium dan ion hidroksil, kandungan pH yang tinggi, mempunyai sifat antibakterial dan kemampuan untuk menstimulasi odontoblast serta sel pulpa yang lain dalam berbagai cara untuk membentuk dentin reparatif (dentin baru) yang akan membentuk dentin bridge atau jembatan dentin pada daerah perforasi pulpa. Menurut penelitian Lenher, kalsium hidroksida tidak menyebabkan perubahan warna pada mahkota gigi.

Meskipun penggunaan kalsium hidroksida sebagai bahan pulp capping memiliki hasil yang memuaskan, kalsium hidroksida juga memiliki beberapa kekurangan antara lain memiliki kemampuan adhesi, sealing ability dan sifat fisik yang buruk yang dapat larut dari waktu ke waktu. Selain itu pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa dentin bridge yang terbentuk memiliki defek tunnel dan porositas. Beberapa kelemahan dari bahan kalsium hidroksida tersebut menyebabkan banyak peneliti mencari bahan alternatif, salah satunya adalah bahan yang berasal dari alam, seperti propolis. Propolis merupakan suatu bahan resin alami yang dikumpulkan oleh lebah madu dari berbagai macam jenis tumbuhan yang berwarna kuning coklat sampai coklat gelap.

Pada studi in vitro dan penelitian pada hewan menunjukkan flavonoids yang terkandung dalam propolis dapat menstimulasi pembentukan dentin sekunder. Namun propolis juga memiliki kekurangan yaitu propolis memiliki warna yang pekat yang kemungkinan dapat menyebabkan perubahan warna pada gigi jika diaplikasikan sebagai material kedokteran gigi. Menurut penelitian Ahangari,aplikasi 30% propolis sebagai bahan medikamen saluran akar yang diletakkan pada atap pulpa dapat menyebabkan perubahan warna pada mahkota gigi. Perubahan warna diduga karena kandungan fenol dalam propolis yang berdifusi ke tubulus dentin dan mengalami oksidasi menghasilkan warna kecoklatan. Kemungkinan adanya perubahan warna akibat penambahan ekstrak propolis pada kalsium hidroksida, dapat disebabkan karena kandungan flavonoid yang ada dalam ekstrak propolis. Flavonoid merupakan salah satu senyawa memiliki gugus fenol, dimana gugus fenol sangat mudah mengalami oksidasi. Fenol berubah menjadi merah muda, merah atau coklat pada paparan udara dan cahaya karena oksidasi. Warna ini disebabkan oleh pembentukan p鈭抌enzoquinone dan phanquinone. Demikian halnya dengan kandungan Fe yang terdapat dalam propolis. Fe merupakan senyawa logam yang sangat mudah mengalami oksidasi walaupun berikatan dengan senyawa polimer organik seperti propolis. Fe yang mengalami oksidasi akan membentuk suatu senyawa Fe2O3 yang menghasilkan suatu endapan berwarna coklat

 Untuk mendapatkan manfaat yang optimal dari kalsium hidroksida dan propolis, kombinasi dari kedua bahan tersebut sangat direkomendasikan. Kalsium hidroksida yang dikombinasikan dengan propolis memiliki biokompatibilitas yang baik. Berdasarkan studi oleh Montero dan Mori, penggunaan propolis sebagai pembawa dalam campuran pasta kalsium hidroksida dianjurkan karena propolis dapat menambahkan efek antimikroba kalsium hidroksida. Kombinasi dari kalsium hidroksida dan propolis dapat sebagai alternatif  kandidat bahan pulp capping karena dapat meningkatkan proliferasi odontoblast like cells di jaringan pulpa. Penelitian lain yang dilakukan oleh Rahayu dkk kombinasi propolis dengan kalsium hidroksida dapat dipertimbangkan sebagai produk perawatan pulp capping yang dapat merangsang pembentukan dentin reparatif.

Selain sifat antimikroba dan kemampuan kombinasi kalsium hidroksida dan propolis sebagai bahan alternatif pulp capping, permasalahan lain yang perlu untuk dipertimbangkan adalah efek dari aplikasi kombinasi kalsium hidroksida dan propolis baik secara jangka pendek maupun jangka panjang terhadap perubahan warna pada mahkota gigi. Perubahan warna gigi karena penggunaan material pulpcapping dapat mengganggu estetika. Perawatan pulpcapping juga harus mempertimbangkan estetika karena perubahan warna gigi mengakibatkan ketidakpuasan pada pasien. Perubahan warna yang terjadi akibat aplikasi kalsium hidroksida yang ditambahkan propolis diharapkan tidak mengganggu estetika terutama jika bahan ini diaplikasikan pada gigi anterior.

AKSES CEPAT