Prosedur pengikatan bracket membutuhkan pembersihan yang teliti dengan menggunakan bahan profilaksis dan perlakuan enamel dengan etsa asam. Profilaksis sebelum pengikatan penting untuk menghilangkan lapisan smear, yang dapat menghalangi pembentukan ikatan yang kuat antara bracket dan permukaan gigi. Paste profilaksis yang mengandung fluorida umum digunakan, tetapi bisa mengurangi kekuatan ikatan bracket. Fluorida mencegah kerusakan gigi namun dapat menghambat etsa asam. Fluorida juga dapat mencegah koloni bakteri yang menyebabkan karies, tetapi ada kebutuhan untuk mencari bahan profilaksis alternatif. Arang aktif muncul sebagai opsi menjanjikan karena kemampuannya dalam menghilangkan patogen dari permukaan gigi.
Bahan Dan Metode
Studi melibatkan 36 gigi premolar maxilla dari pasien ortodontik, dipilih karena tidak ada tanda karies atau restorasi yang terlihat, dan tidak ada pemahanan bracket sebelumnya pada permukaan enamel. Gigi disimpan dalam larutan saline dan dibagi secara acak ke dalam empat kelompok percobaan, masing-masing menerima perlakuan pasta profilaksis yang berbeda. Proses pembuatan arang aktif dari cangkang kernel kelapa meliputi pembersihan, dehidrasi, karbonisasi, aktivasi fisik, aktivasi kimia, pencucian dan pengeringan, penggilingan dan penyaringan, serta penyimpanan. Bubuk arang aktif yang dihasilkan disimpan dalam wadah plastik dan diperiksa serta disesuaikan sesuai Standar Nasional Indonesia. Dalam menyiapkan pasta arang aktif, larutan air distilasi hangat dicampur dengan bubuk CMC-Na, dihidrasi, dan ditambahkan hingga volume akhir 50ml. Pasta arang aktif 10 dan 12% yang dihasilkan disimpan dalam wadah plastik untuk penggunaan selanjutnya.
Penelitian ini melibatkan perendaman spesimen dalam air liur buatan yang diinokulasi dengan Streptococcus mutans selama 24 jam, kemudian menjalani perawatan profilaksis menggunakan pasta tertentu. Setelah profilaksis, sampel menjalani etsa asam dengan asam fosfat 37% selama 20 detik, diikuti dengan pembilasan dengan air suling dan pengeringan udara. Bracket tepi diikatkan ke permukaan gigi menggunakan bahan pengikat komposit resin, dan setiap sisi diawetkan dengan cahaya selama 3 detik. Sampel dengan kurung terikat kemudian direndam dalam air liur buatan yang terkontaminasi mutan Streptococcus dan diinkubasi selama 21 hari.
Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistics 24. 0. Uji Kruskal-Wallis digunakan untuk menilai perbedaan jumlah koloni bakteri di antara empat kelompok. Selanjutnya, uji Mann-Whitney U digunakan untuk perbandingan pasangan antar kelompok untuk mengidentifikasi perbedaan signifikan dalam kolonisasi bakteri.
Hasil Dan Diskusi
Penelitian ini mengungkapkan bahwa koloni bakteri terdapat pada semua kelompok percobaan, dengan perbedaan yang signifikan dalam efektivitas pengendalian bakteri antara kelompok bakteri aktif (10%) dan 12%, dibandingkan dengan kelompok kontrol non-fluoride (12%). Perawatan ortodontik secara signifikan dapat meningkatkan lingkungan mikrobiota di dalam pulpa, dengan komponen ortodontik yang tidak dirawat seperti bracket dan kawat yang menyediakan ruang untuk bakteri, memfasilitasi penyerapan pulpa. Perawatan fluoride secara efektif menghambat pertumbuhan bakteri, tetapi fluoride sebagai primer untuk perawatan bracket memiliki beberapa keterbatasan. Penelitian ini juga menemukan perbedaan yang signifikan dalam jumlah total koloni Streptococcus mutans pada sampel yang menggunakan pasta berfluoride dibandingkan dengan pasta non-fluoride. Pasta bakteri aktif dapat menghilangkan 90% dari total bakteri dalam pulpa, dengan pasta bakteri aktif yang memiliki daya serap yang tinggi dan mengurangi pertumbuhan bakteri.
Kesimpulan
Studi menunjukkan bahwa pasta arang aktif 12% dari cangkang biji sawit efektif mengurangi kolonisasi Streptococcus mutans pada bracket ortodontik. Hasil ini menunjukkan potensi bahan ini sebagai agen pencegahan alternatif untuk perawatan ortodontik. Penelitian klinis lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi temuan ini dan menilai jangka panjang.
Penulis: Prof. Dr. Ida Bagus Narmada, drg., Sp.Ort(K).
Sumber Referensi :
Nugroho, T. A., Pintauli, S., Narmada, I. B., & Reveny, J. (2025). Influence of Activated Charcoal from Palm Oil Kernel Shell as a Prophylactic Paste before Bracket Bonding on Streptococcus mutans Colonies. Journal of International Dental and Medical Research, 18(1), 83-87.





