51动漫

51动漫 Official Website

Pengaruh Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) terhadap Ketebalan Epitel Tubulus Seminiferus dan Sel Sertoli pada Tikus Jantan (Rattus norvegicus) yang Terpapar Asap Rokok

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Saat ini di Indonesia terdapat banyak perokok aktif, dan 225.700 orang meninggal dunia akibat rokok, asap rokok, atau produk tembakau lainnya (Organisasi Kesehatan Dunia, 2022). Paparan asap rokok menyebabkan kerusakan organ dalam tubuh akibat radikal bebas. Kadar radikal bebas yang sangat tinggi dalam asap rokok akan menyebabkan kerusakan seperti edema dan infiltrasi sel inflamasi akibat efek asap rokok.

Paparan asap rokok dapat mengganggu perkembangan normal spermatozoa, menyebabkan kerusakan pada DNA sel testis, dan menimbulkan masalah pada organ reproduksi (Liu et al., 2022). Dampak asap rokok dapat menyebabkan kerusakan pada tubulus seminiferus dan sel Sertoli, serta mengurangi jumlah sel spermatogenik yang dapat mengakibatkan infertilitas pada pria. Kerusakan ditandai dengan penurunan jumlah sel Sertoli dan penurunan diameter tubulus seminiferus setelah terpapar asap rokok.

Dampak buruk paparan asap rokok terhadap kesehatan reproduksi pria dapat dikurangi, salah satunya dengan menggunakan ekstrak tumbuhan sebagai terapi pengobatan herbal. Salah satu tumbuhan yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan organ reproduksi adalah bagian bunga dari tanaman telang ( Clitoria). (Ternatea ). Bunga kacang kupu-kupu telah lama digunakan sebagai bahan obat di berbagai negara. Senyawa di dalamnya membantu melindungi dari kerusakan sel akibat radikal bebas dan peradangan, seperti senyawa antosianin yang diyakini sebagai antioksidan.

Bunga tanaman telang ( Clitoria) Bunga telang (Butterfly Pea ) dibudidayakan di seluruh dunia untuk memenuhi permintaan industri pertanian herbal, industri obat-obatan, dan tujuan estetika ( Oguis et al., 2019). Bunga telang mengandung beberapa metabolit sekunder seperti tanin, triterpenoid, saponin, flavonoid, dan alkaloid (Aziza et al., 2021). Ekstrak bunga telang seberat 59,65 g dan nilai hasil 11,93% memiliki aktivitas antioksidan yang sangat baik dengan nilai IC50 sebesar 20,787 ppm.

Penelitian menggunakan ekstrak bunga kupu-kupu ( Clitoria) Penelitian mengenai sel Sertoli dan epitel tubulus seminiferus pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang terpapar asap rokok dan diberi ekstrak bunga telang ( Clitoria ternatea L.) belum pernah dilakukan sebelumnya. Kandungan bunga telang cukup kompleks. Oleh karena itu, untuk mengetahui pengaruhnya, penelitian dilakukan dengan menggunakan tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang terpapar asap rokok dan diberi perlakuan dengan ekstrak bunga telang ( Clitoria ternatea L. ). ternatea L.).

Namun, efek perlindungan dari Clitoria Pengaruh ekstrak C. ternatea terhadap arsitektur testis, khususnya epitel tubulus seminiferus dan sel Sertoli, dalam konteks kerusakan akibat asap rokok masih belum dieksplorasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran ekstrak C. ternatea dalam mengurangi kerusakan tersebut. Penelitian ini sejalan dengan agenda kesehatan global yang diuraikan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik). Lebih spesifik lagi, penelitian ini membahas Target SDG 3.9, yang menekankan pengurangan penyakit dan risiko kesehatan yang disebabkan oleh paparan bahan kimia berbahaya dan polusi lingkungan. Asap rokok merupakan sumber utama paparan lingkungan beracun yang berdampak buruk pada kesehatan reproduksi pria. Dengan menyelidiki efek perlindungan Clitoria ternatea, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh ekstrak C. ternatea terhadap kerusakan testis. Dengan memanfaatkan ekstrak ternatea untuk melawan kerusakan testis akibat asap rokok, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi yang aman, mudah diakses, dan berbasis tumbuhan untuk mengurangi toksisitas reproduksi dan meningkatkan kesejahteraan reproduksi pria.

AKSES CEPAT