Mpox, yang sebelumnya dikenal sebagai monkeypox, adalah penyakit menular yang berasal dari hewan (zoonosis) dan disebabkan oleh virus dari kelompok Orthopoxvirus. Sejak tahun 2024, jumlah kasus Mpox dilaporkan telah melampaui 100.000 kasus di seluruh dunia. Untuk menekan penyebaran penyakit ini, vaksinasi menjadi salah satu langkah penting, terutama bagi tenaga kesehatan yang berisiko tinggi terpapar. Namun, informasi mengenai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) setelah vaksin Mpox masih terbatas dan membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Sebuah penelitian observasional yang dilakukan pada November 2024 di Rumah Sakit Universitas Udayana melibatkan 47 tenaga kesehatan yang telah menerima dua dosis vaksin Mpox. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring. Hasilnya menunjukkan bahwa setelah dosis pertama, sekitar 55% peserta mengalami KIPI ringan seperti nyeri di tempat suntikan (42,5%), bengkak (19,1%), dan rasa mengantuk (19,1%). Sebagian besar keluhan muncul dalam waktu kurang dari 24 jam setelah vaksinasi. Pada dosis kedua, sekitar 51% peserta melaporkan keluhan serupa, dengan jenis dan pola waktu munculnya gejala yang hampir sama.
Kabar baiknya, hampir semua efek samping yang dilaporkan bersifat ringan hingga sedang dan membaik dalam waktu singkat, mulai dari kurang dari 24 jam hingga maksimal satu minggu. Tidak ditemukan efek samping berat yang mengkhawatirkan dalam penelitian ini. Meskipun jumlah responden relatif kecil dan data didasarkan pada laporan mandiri peserta, hasil ini memberikan gambaran awal bahwa vaksin Mpox tergolong aman bagi tenaga kesehatan. Penelitian lebih besar tetap diperlukan untuk memastikan temuan ini dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program vaksinasi Mpox.
Penulis: Brian Eka Rachman, dr., Sp.P.D.
Link:





