
Kepuasan kerja tenaga kesehatan merupakan hal krusial karena besarnya tanggung jawab mereka dalam merawat pasien. Tenaga kesehatan akan memiliki tingkat kepuasan kerja yang tinggi ketika mereka senang dan merasakan emosi positif dalam pekerjaan, lingkungan kerja, dan hubungan dengan rekan kerja mereka. Maka, penting bagi pelayanan kesehatan untuk menciptakan kebahagiaan pada tenaga kesehatan dengan memenuhi kebutuhan dan harapan mereka terhadap berbagai aspek di lingkungan kerja. Memahami kepuasan kerja tenaga kesehatan akan membantu mereka dalam membangun etos kerja, meningkatkan kebahagiaan, mengurangi kelelahan, serta masalah kesehatan yang berisiko bagi tenaga kesehatan yang merawat pasien.
Terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja, baik aspek individu, lingkungan, maupun psikologis. Faktor individu dapat meliputi usia, status pendidikan, status hubungan, dan jenis kelamin. Namun, penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa berbagai faktor ini tidak berdampak pada kepuasan kerja tenaga kesehatan di rumah sakit. Sedangkan faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja tenaga kesehatan adalah rendahnya gaji, terbatasnya kesempatan pengembangan pendidikan, serta fasilitas dan peralatan yang tidak memadai. Pada faktor psikologis, kelelahan (burnout) merupakan penyebab rendahnya kepuasan kerja dan memiliki dampak signifikan pada risiko kesalahan medis, malpraktik, kesalahan penggunaan zat, dan keinginan untuk bunuh diri pada tenaga kesehatan. Berbagai dampak negatif inilah yang perlu diantisipasi melalui peningkatan kepuasan kerja tenaga kesehatan dengan mengelola faktor psikologis mereka sehingga tidak memberikan dampak yang lebih buruk pada pasien.
Kajian ini berfokus untuk menganalisis faktor internal yang berkaitan dengan tingkat kepuasan kerja tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan. Kajian dilakukan pada 34 literatur yang meneliti kepuasan kerja karyawan di fasilitas kesehatan di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Ethiopia, India, Cina, Kanada, Korea Selatan, dan 12 negara lainnya. Berdasarkan hasil sistematik review, kami menemukan beberapa faktor demografis dan personal yang mempengaruhi kepuasan kerja antara lain kelelahan, empati, pemberdayaan, emosional kerja, kesadaran akan tujuan, status kesehatan mental, pengakuan, dan keterlibatan kerja. Diantara berbagai faktor tersebut, kelelahan menjadi faktor yang paling banyak diteliti dan memiliki dampak signifikan terhadap kepuasan kerja tenaga kesehatan.
Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa kelelahan memiliki lebih banyak pengaruh negatif daripada pengaruh positif. Menurut hasil penelitian Aloisio et al., (2018), kelelahan dapat meningkatkan kepuasan kerja dan profesionalitas karyawan. Namun, lebih banyak penelitian sebelumnya yang membuktikan bahwa kelelahan justru memberikan dampak negatif baik untuk individu maupun pekerjaannya. Dalam hal ini, tenaga kesehatan yang mengalami kelelahan lebih mungkin menyebabkan kesalahan medis karena tanggung jawab pekerjaan mereka membutuhkan kehati-hatian yang tinggi. Sinisme, depersonalisasi, kelelahan emosional, dan pencapaian pribadi adalah aspek-aspek yang menyebabkan kelelahan. Selain itu, beban kerja dan lingkungan kerja juga menjadi penyebab kelelahan psikologis tenaga kesehatan (McCormack et al., 2018).
Kondisi ini menggambarkan pentingnya upaya mengurangi kelelahan tenaga kesehatan dengan mengembangkan sistem, menciptakan proses kerja yang efisien, mencapai beban kerja yang lebih masuk akal, dan menetapkan batasan keseimbangan kehidupan kerja. Selain itu, tenaga kesehatan juga harus menjaga diri mereka sendiri sehingga dapat mencegah adanya kesalahan yang tidak perlu selama menjalankan tanggung jawab dalam merawat pasien. Pelatihan manajemen stres, lokakarya, dan insentif dapat membantu petugas kesehatan mengatasi kelelahan dan meningkatkan kepuasan di tempat kerja. Seminar dan lokakarya diperlukan untuk meningkatkan pemahaman petugas kesehatan tentang kelelahan dan cara menghindarinya. Meski demikian, diperlukan kajian lebih lanjut yang berfokus pada berbagai faktor eksternal untuk memberikan gambaran lebih luas mengenai penyebab dan strategi peningkatan kepuasan kerja karyawan di fasilitas kesehatan.
Penulis: Ratna Dwi Wulandari
Sumber: Yusuf, M. and Wulandari, R. D. (2023) 淭he Influence of Internal Factors on Job Satisfaction in Healthcare Settings, Indonesian Journal of Health Administration, 11(1), pp. 166-181.
Link Artikel: https://doi.org/10.20473/jaki.v11i1.2023.167-182





