51动漫

51动漫 Official Website

Pengaruh Faktor Keperawatan terhadap Kualitas Diagnosis, Intervensi, dan Hasil Keperawatan pada Pasien Ortopedi di Indonesia

Meningkatnya jumlah gangguan ortopedi juga akan meningkatkan jumlah perawatan bagi pasien ortopedi di rumah sakit. Namun, belum ada studi yang secara khusus mengidentifikasi dampak faktor perawat terhadap kualitas perawatan ortopedi. Perawat ortopedi membantu mencegah, meminimalkan, dan memperbaiki kelainan ortopedi, mencegah patah tulang atau dislokasi sendi, memulihkan fungsi tulang dan sendi yang sakit, serta mencegah infeksi dan cedera. Mereka bertanggung jawab untuk mengoptimalkan dan memulihkan operasi ortopedi. Jika pemulihan tidak memungkinkan, perawat ortopedi membantu pasien menyesuaikan diri dengan situasinya atau memberikan perawatan paliatif. Implementasi diagnosis keperawatan akan meningkatkan kualitas dokumentasi keperawatan, yang digunakan untuk menilai kualitas perawatan keperawatan. Kualitas perawatan dan dokumentasi keperawatan yang baik diperlukan di berbagai bidang, termasuk ortopedi. Ada beberapa aspek yang mempengaruhi pelaksanaan proses keperawatan, seperti informasi, keterampilan, pengalaman, minat, dan pandangan perawat tentang nilai proses keperawatan. Kualitas perawatan keperawatan memiliki dampak signifikan pada citra organisasi pelayanan kesehatan.

Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional di Rumah Sakit Provinsi Jawa Barat terhadap 236 perawat pada Tahun 2022. Peserta yang memenuhi kriteria inklusi diinformasikan tentang tujuan, prosedur, dan kerahasiaan penelitian sebelum memberikan persetujuan dan mengisi kuesioner. Kriteria inklusi meliputi perawat dengan pengalaman kerja minimal dua tahun di unit ortopedi, pendidikan diploma keperawatan, dan kesediaan berpartisipasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, kompetensi, pengetahuan, dan keterampilan perawat. Kualitas keperawatan ortopedi diukur menggunakan instrumen Q-DIO yang terdiri dari 29 pertanyaan Likert yang dibagi dalam empat kategori: diagnosis keperawatan sebagai proses, diagnosis sebagai produk, intervensi, dan hasil keperawatan. Skor total dari kuesioner menunjukkan kualitas dokumentasi keperawatan; nilai di atas dua menandakan kualitas baik, sementara nilai di bawah dua menandakan kualitas buruk. Instrumen ini telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan hasil yang memuaskan. Analisis data dilakukan dengan SPSS 26.0 menggunakan uji chi-square untuk melihat korelasi antara faktor perawat dan kualitas perawatan, dengan tingkat signifikansi p<0,05.

Berdasarkan hasil penelitian, kualitas proses keperawatan ortopedi untuk diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, dan hasil keperawatan adalah baik. Selain itu, faktor usia perawat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas hasil keperawatan pada pasien ortopedi. Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa rekomendasi dapat diberikan: pertama, meningkatkan kompetensi perawat melalui program pelatihan berkelanjutan dan lokakarya khusus, terutama bagi perawat dengan pendidikan diploma. Kedua, meningkatkan pengetahuan perawat karena hampir setengah dari peserta menunjukkan pengetahuan yang cukup atau di bawah rata-rata; upaya pelatihan dan pendidikan berkelanjutan yang terfokus diperlukan. Ketiga, mempertahankan dan meningkatkan kualitas proses keperawatan ortopedi dengan melakukan pemantauan dan audit berkala. Terakhir, mempertimbangkan faktor usia dalam hasil keperawatan; pendekatan individual diperlukan saat merawat pasien ortopedi, dan perawat harus menerima pelatihan khusus tentang bagaimana usia dapat mempengaruhi perawatan dan tindakan apa yang perlu diambil untuk mengatasi tantangan spesifik yang mungkin timbul.

Penulis: Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons)

Artikel ini merujuk pada penelitian dengan judul 淚nfluence of Nursing Factors on the Quality of Nursing Diagnosis, Intervention and Outcome on Orthopedic Patients in Indonesia: Cross Sectional Study

Link jurnal:   

AKSES CEPAT