51动漫

51动漫 Official Website

Pengaruh Faktor Sosio-ekonomi terhadap Angka Kematian Bayi (AKB) di Provinsi Nusa Tenggara Timur

Ilustrasi Bayi Sedang Berteriak (Sumber: Primecare Clinic)
Ilustrasi Bayi Sedang Berteriak (Sumber: Primecare Clinic)

Keberhasilan Indonesia dalam menurunkan angka kematian bayi (AKB) menunjukkan kondisi yang berbeda jika dilihat berdasarkan provinsi, maupun kawasan barat dan timur Indonesia. Kawasan barat memiliki AKB yang tergolong rendah jika dibandingkan dengan kawasan timur Indonesia. Provinsi NTT menjadi salah satu provinsi dengan AKB tertinggi di Indonesia yaitu sebesar 25,67 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2022. Kabupaten Sabu Raijua yang terletak di Provinsi NTT menempati peringkat kabupaten kedua AKB tertinggi di Indonesia yaitu sebesar 44,37 per 1.000 kelahiran hidup. Salah satu penyebab variasi AKB antar provinsi di Indonesia adalah adanya perbedaan kualitas hidup dan perbedaan sosial ekonomi masyarakat.

Hasil studi tentang determinan sosial ekonomi terhadap kematian bayi di provinsi NTT dengan melibatkan 22 kabupaten/kota pada periode 2017-2023 menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi yang diukur dari pendidikan perempuan, TPAK perempuan, dan pengeluaran perkapita berpengaruh signifikan terhadap AKB. Sedangkan faktor aksesibilitas terhadap sanitasi layak, dan penggunaan bahan bakar untuk memasak tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap AKB. Hasil studi ini memberikan signal tentang pentingnya upaya menurunkan AKB di provinsi NTT antara lain melalui pemerataan aksesibilitas pendidikan minimal 12 tahun untuk perempuan di setiap daerah, peningkatan partisipasi perempuan dalam dunia kerja dan perlindungan terhadap diskriminasi upah, pelatihan manajemen keuangan rumah tangga, pengawasan serta perlindungan akses terhadap layanan air bersih untuk rumah tangga, dan perlunya pemisahan area dapur dari ruang tidur.

Penulis: Dr. Lilik Sugiharti, S.E., M.Si.

Kavit, Natalia, A. Dan Sugiharti, L. (2025). Analysis of Socio-Economic Determinants on Infant Mortality in East Nusa Tenggara Province. Vol 10, No. 1, hal 44-56.

AKSES CEPAT