51动漫

51动漫 Official Website

Pengaruh Fusi Tulang Belakang Skoliosis Idiopatik Remaja pada Gerakan Shalat Umat Islam

Operasi korektif pada tulang belakang telah menjadi solusi untuk mengatasi skoliosis idiopatik remaja (AIS) dan terbukti secara efektif meningkatkan kualitas hidup bagi penderitanya. Koreksi deformitas tulang belakang berfokus untuk mempertahankan keseimbangan koronal dan sagittal serta mempertahankan fleksibilitas tulang belakang. Tujuan utama dari prosedur ini adalah mendapatkan penampilan kosmetik yang diinginkan dan mengembalikan kepercayaan diri pasien yang mungkin telah hilang sebagai akibat dari deformitas tulang belakang. Sementara itu, gangguan fisik yang terjadi dapat dikategorikan sebagai sebuah manifestasi dari kelainan fisiologis. Pada kasus AIS, kepercayaan diri merupakan faktor utama bagi pasien dalam menghadapi risiko tinggi operasi tulang belakang. Selain itu, kemampuan fisik pasien pasca operasi juga merupakan hal penting yang mempengaruhi kualitas hidup.

Disabilitas yang berkaitan dengan keterbatasan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan mendapatkan pekerjaan, merupakan penyebab umum pasien mencari pertolongan medis. Umumnya, nyeri bukanlah alasan utama pasien mencari pengobatan, dan cara orang menilai rasa nyeri dan kecacatan sangat personal; sehingga hal ini mungkin berbeda antar individu. Pasien juga memerlukan informasi terkait produktivitas mereka setelah operasi korektif, dimana pada penelitian ini terfokus pada pengaruh pelaksanaan shalat bagi muslim. Dilansir dari penelitian yang dilakukan oleh Helenius et al., operasi koreksi skoliosis pada AIS dapat mengurangi nyeri punggung dan meningkatkan kualitas hidup bahkan serupa dengan orang sehat dibandingkan dengan pasien yang tidak diobati. Oleh karena itu, selain analisa secara subjektif, penilaian objektif dalam mengukur kemampuan fisiologis sangatlah penting. Namun demikian, alat yang digunakan untuk menilai dampak pasca operasi terhadap aktivitas sehari-hari (ADL) tidak dapat mengevaluasi aktivitas penting bagi pasien muslim, yakni shalat lima waktu.

Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar, dimana informasi terkait efek pasca operasi fusi tulang belakang terhadap kegiatan shalat sangatlah penting bagi pasien muslim. Shalat terdiri dari sejumlah rakaat tertentu, yang melibatkan beberapa gerakan dan postur yang berulang. Gerakan shalat terdiri dari berdiri tegak, rukuk, sujud, dan duduk dengan lutut ditekuk. Gerakan-gerakan ini memerlukan ekstensi dan fleksi tulang belakang yang maksimal. Berbagai posisi shalat juga melibatkan fleksor dan ekstensor sendi penahan beban. Hal ini memberikan banyak manfaat fisik dan fisiologis karena hampir semua otot dan persendian tubuh beroperasi selama shalat. Shalat memiliki efek yang sama seperti olahraga ringan yang menyebabkan otot berkontraksi secara isometrik dan isotonik. Gerakan-gerakan ini bermanfaat dalam menjaga mobilitas sendi dan elastisitas struktur di sekitarnya. Gerakan shalat dapat menyesuaikan dengan kondisi medis tertentu.

Para pasien AIS berharap bahwa operasi koreksi fusi tulang belakang tidak mempengaruhi ADL (termasuk shalat). Sampai saat ini, belum ada penelitian yang mengevaluasi gerakan shalat pasien dengan skoliosis atau efek fusi tulang belakang korektif terhadap gerakan shalat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah operasi fusi tulang belakang dapat mempengaruhi kualitas hidup seorang muslim dengan  mengevaluasi dampak fusi tulang belakang (SF) pada pasien AIS terhadap gerakan shalat sehari-hari. Hal ini dilakukan dengan membandingkan kualitas gerakan shalat dengan mengevaluasi rentang gerak (ROM) pada pasien AIS pasca operasi dengan pasien AIS muslim yang tidak dioperasi dengan usia yang sama.

Penulis : Komang Agung Irianto, Naufal Ranadi Firas, Carlos Gracia Supriantono Binti, Damayanti Tinduh, Yudha Mathan Sakti, Brigita De Vega

Judul Artikel : The impact of spinal fusion of adolescent idiopathic scoliosis in Salah (Islamic Prayer) movement: a case-control study

Jurnal : F1000Research Tautan : https://f1000research.com/articles/11-1054/v2

AKSES CEPAT