51动漫

51动漫 Official Website

Pengaruh Intensitas Olahraga terhadap Parameter Antropometri dan Kerusakan Ginjal pada Mencit yang Diinduksi Fruktosa Tinggi

Konsumsi minuman berkemasan meningkat nyata baik di dunia maupun Indonesia. Gaya hidup mengonsumsi rutin minuman kemasan berpemanis gula (sugar sweetened soft-drinks/ beverages) berkorelasi dengan kejadian masalah kesehatan. Sebagian besar, pemanis gula yang digunakan yakni fruktosa, baik dalam fruktosa murni, disakarida, dan High Fructose Corn Syrup (HFCS).

Konsumsi fruktosa dalam jumlah sedikit tidak sampai mengakibatkan gangguan kesehatan. Namun, konsumsi tinggi fruktosa dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan beragam permasalahan kesehatan seperti gangguan metabolik, obesitas, diabetes, terutama kerusakan pada ginjal.

Dampak buruk konsumsi tinggi fruktosa terhadap kerusakan ginjal telah banyak dilaporkan sehingga diperlukan upaya pencegahan untuk mengurangi angka morbiditas dan mortalitas akibat kerusakan ginjal. Beberapa studi telah melaporkan bahwa olahraga memiliki efek besar mengurangi kejadian kerusakan ginjal dan secara signifikan menurunkan trigliserida pada ginjal akibat paparan tinggi fruktosa.

Olahraga dapat meningkatkan sensitivitas insulin, mengurangi massa adiposa, mengurangi peradangan dengan menurunkan akumulasi sel inflamasi, serta melindungi ginjal dengan mekanisme upregulasi oksidasi asam lemak (oksidasi 尾). Olahraga memiliki empat elemen penting yakni frekuensi, intensitas, durasi, dan tipe, yang keempatnya memiliki peranan yang besar dalam hasil olahraga. Sampai saat ini, pengaruh intensitas olahraga terhadap parameter antropometri dan kerusakan ginjal pada mencit (Mus musculus) yang dipapar fruktosa tinggi masih belum diketahui.

Berangkat dari hal tersebut Dewi Ratna Sari, Roy Novri Ramadhan, Dini Agustin, Misbakhul Munir, Nabilah Izzatunnisa, Joni Susanto, Shariff Halim, Adi Pranoto, dan Purwo Sri Rejeki melakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbedaan intensitas olahraga terhadap parameter antropometri dan kerusakan ginjal pada mencit yang diinduksi fruktosa tinggi.

Penelitian ini menggunakan metode eksperimental melalui pada hewan coba (in vivo study) dengan pendekatan posttest only control group design. Penelitian ini menggunakan 36 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok, kelompok sedenter (HFr-Sed); kelompok olahraga intensitas ringan (HFr-Ex1); kelompok olahraga intensitas sedang (HFr-Ex2); kelompok olahraga intensitas tinggi (HFr-Ex3).

Semua kelompok diberikan makanan standar dan larutan fruktosa tinggi (30%), per-oral, ad libitum selama 8 minggu. Kelompok olahraga dilakukan renang dengan durasi/sesi maksimal 80%, 3x/minggu, selama 8 minggu. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan bermakna kadar kreatinin serum dan semua pengukuran anthropometri antar kelompok. Namun, indeks glomerulosklerosis dan derajat fibrosis interstisial tidak berbeda nyata pada semua kelompok.

Dapat disimpulkan bahwa berbagai intensitas olah raga berpengaruh terhadap komposisi tubuh dan kadar kreatinin serum, terutama olahraga dengan intensitas sedang tetapi tidak berdampak terhadap perbaikan histologis ginjal pada tikus yang diinduksi fruktosa tinggi. Olahraga dengan intensitas sedang lebih efektif dalam mencegah kerusakan ginjal. Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk memahami jalur, interaksi molekuler, dan mediator potensial yang berkontribusi terhadap perubahan ini. Pengetahuan ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan intervensi olahraga yang optimal pada beragam populasi.

Penulis: Dewi Ratna Sari, Roy Novri Ramadhan, Dini Agustin, Misbakhul Munir, Nabilah Izzatunnisa, Joni Susanto, Shariff Halim, Adi Pranoto, Purwo Sri Rejeki

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat diRetos Journal

Link:

AKSES CEPAT