51动漫

51动漫 Official Website

Pengaruh Kombinasi Kalsium Hidroksida dengan Ekstrak Propolis terhadap Penurunan Rasa Nyeri

Pengaruh Kombinasi Kalsium Hidroksida dengan Ekstrak Propolis terhadap Penurunan Rasa Nyeri
Sumber: YUKUAN

Inflamasi pulpa dan aktivasi serabut saraf pulpa gigi merupakan penyebab nyeri gigi. Rasa nyeri yang dirasakan pada nociceptor trigeminal merupakan ciri khas penyakit pulpa yang dikenal sebagai inflamasi pulpa atau pulpitis. Pulpa gigi mempunyai 2 serabut syaraf, serabut saraf sensorik yang mengandung neuropeptida, yang dilepaskan oleh serabut saraf aferen dan dikaitkan dengan inflamasi neurogenik dan penyembuhan luka. Hanya ada dua jenis serabut saraf, yaitu A未 dan C, yang terutama mempersarafi jaringan pulpa dan bertindak sebagai reseptor polimodal.听听听听 Sekitar 25%-50% serabut saraf gigi adalah serabut saraf bermielin A未 yang mengandung neuropeptida CGRP dan NGF.NGF merupakan suatu faktor neurotropik neuropeptida, suatu mediator yang terkenal untuk nyeri persisten, nyeri terjadi karena ada suatu reaksi yang berasal dari NGF, suatu neuropeptida yang diproduksi ketika terjadi kerusakan jaringan dan merupakan komponen penting dari peradangan. bekerja langsung pada reseptor nociceptor serat C peptidergik, yang mengekspresikan reseptor tiroid kinase NGF, TrkA, serta reseptor neurotrofin afinitas rendah p75. terstimulasi, bagian terminal serabut saraf C akan menghasilkan reseptor NGF dan melepaskan beberapa neuropeptida, yaitu SP, CGRP, dan NKA. SP dianggap sebagai mediator utama inflamasi neurogenik dan hiperalgesia. Mekanisme ini tidak hanya melibatkan serabut saraf di area kerusakan jaringan, tetapi juga meluas ke jaringan rusak di sekitarnya, yang juga menyebabkan hiperalgesia sekunder.

 Perawatan Direct pulp capping merupakan tindakan pengaplikasian bahan kedokteran gigi di dalam kavitas gigi yang bertujuan untuk mempertahankan vitalitas pulpa . Perawatan ini dilakukan pada pulpa gigi yang mengalami inflamasi atau pulpitis reversible dengan keadaan  tinggal selapis tipis dentin dan atau pulpa gigi terbuka dimana pulpa gigi masih vital.   Kerusakan jaringan tersebut  dapat disebabkan oleh karena karies, trauma maupun iatrogenik seperti terbukanya pulpa secara tidak sengaja akibat preparasi gigi dan pembuangan jaringan karies. Kalsium hidroksida Ca(OH)2 merupakan golden standard untuk perawatan pulp capping. Biokompatibilitas kalsium hidroksida dengan bahan pulp capping lainnya dapat digunakan untuk mengurangi respon nyeri dan inflamasi secara maksimal. Salah satu alternatif bahan pulp capping yang dapat dikembangkan adalah propolis. Penggunaan propolis sebagai carrier dalam campuran pasta kalsium hidroksida dianjurkan karena propolis dapat menambah efek antimikroba kalsium hidroksida dibandingkan dengan carrier lain seperti salin dan propilen glikol.

Komponen kimia propolis yang aktif secara farmakologis dan paling banyak dikenal adalah flavonoid, isoflavonoid, fenolik, asam kafeat, dan asam aromatik. Kandungan flavonoid dan turunan asam kafeat dalam propolis memiliki efek anti-neuroinflamasi dan dapat memberikan tingkat penyembuhan peradangan pulpa serta mengurangi rasa nyeri, karena serabut saraf yang mempersarafi pulpa menghasilkan molekul NGF dan SP beserta reseptornya,

Ekspresi NGF dan SP merupakan neuropeptida faktor neurotropik, merupakan mediator yang terkenal untuk nyeri persisten. NGF berperan dalam hiperalgesia inflamasi. Sementara SP dianggap sebagai mediator utama inflamasi neurogenik dan hiperalgesia terkait dan merupakan target terapi yang menjanjikan yang bertujuan untuk mengendalikan rasa sakit dan meminimalkan konsekuensi buruk dari cedera jaringan.7

Kandungan flavonoid dalam propolis selain menghambat enzim COX2 juga  menekan sintesis PGE2 sehingga dapat menurunkan ekspresi NGF, yang mempunyai efek neuroprotektif yang dapat menginduksi NGF . Kombinasi Ca(OH)2 dengan propolis yang  mempunyai kandungan seperti quercetin dan anterpilin C juga mempunyai efek neuroprotektif dan dapat menginduksi NGF dan terjadi penurunan ekspresi SP yang cukup drastis. Selain itu, penurunan ekspresi SP juga disebabkan oleh kandungan bahan propolis. dimana di dalam propolis memiliki komponen antiinflamasi, seperti flavonoid dan asam kafeat (CAPE). Komponen tersebut yang dapat menghambat sintesis eikosanoid dari asam arakidonat dan menekan aktivitas enzim COX1 dan COX2. Karena akan menghambat pelepasan mediator inflamasi seperti PGE2, leukotrien dan tromboksan, sehingga menyebabkan peningkatan ekspresi IL-10. Peningkatan IL-10  seiring dengan meningkatnya dosis propolis. Kandungan  galangin dari bahan flavonoid juga mampu menghambat leukotrien dari enzim lipoksigenase asam arakidonat sedangkan  komponen quercetin dalam propolis dapat menghambat enzim LOX.

Penerapan kombinasi Ca(OH)2 dan ekstrak propolis menunjukkan penurunan yang cukup besar dalam ekspresi SP. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa konstituen aktif utama propolis adalah CAPE dan flavonoid, yang keduanya memiliki kemampuan untuk menekan produksi prostaglandin. Akibatnya, hal ini mencegah sensitisasi A未, C, dan serabut saraf TRPV1 yang bertanggung jawab untuk produksi SP.Terjadinya penurunan SP mengakibatkakan penurunan rasa nyeri pada jaringan pulpa gigi.

Penulis: Prof. Dr. Ira Widjiastuti, drg., M.Kes., Sp.KG (K).

Link:

Baca juga: Penggunaan Material Kombinasi Kalsium Hidroksida dan Kitosan untuk Peningkatan Ekspresi Osteopontin

AKSES CEPAT