51动漫

51动漫 Official Website

Pengaruh Lama Penyimpanan Swab Buccal Terhadap Kadar & Kemurnian DNA Melalui Pemeriksaan Lokus Str-Codis

Ilustrasi DNA (sumber; Merdeka.com)
Ilustrasi DNA (sumber; Merdeka.com)

Setiap sel berinti dapat digunakan untuk menguji DNA inti (nDNA) dan sel tanpa inti dapat digunakan untuk menguji DNA mitokondria swab, usap bukal, dan tulang. Pemeriksaan usap bukal dapat menjadi pilihan yang baik, nyaman, dan relatif lebih mudah  dilakukan. Proses identifikasi menurut pedoman Identifikasi Korban Bencana tahun 2009 mencakup metode utama (sidik jari, perbandingan gigi, DNA analisis) dan metode sekunder (metode properti, pemeriksaan medis). Identitas seseorang dikonfirmasi oleh setidaknya 2 metode yang memberikan hasil positif. FBI menerbitkan 13 lokus untuk uji identifikasi DNA.Sistem Indeks DNA Gabungan Pengulangan Tandem Pendek (STRs-CODIS) adalah penanda pengulangan DNA yang banyak digunakan karena lokus STR memiliki alel kecil. Di antara penanda STR, pengulangan tetranukleotida lebih populer dibandingkan dengan dinukleotida atau trinukleotida karena rentang alelnya yang sempit.

Spesimen untuk pemeriksaan DNA adalah darah vena, arteri, dan kapiler, selain sperma, usap vagina, usap bukal, dan tulang. Pemeriksaan usap bukal dapat menjadi pilihan yang baik, nyaman, dan relatif lebih mudah dilakukan.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan  time series, yaitu metode yang digunakan untuk menentukan efek setelah perlakuan dalam suatu penelitian. Penelitian ini dilaksanakan mulai Maret 2022 hingga April 2022 di Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Dr. Soetomo dan Laboratorium Genetika Manusia, Institut Penyakit Tropis, 51动漫, Surabaya. Populasi penelitian ini terdiri dari sampel usap bukal yang dikumpulkan dari jenazah individu yang meninggal karena sebab alamiah di instalasi rawat inap. Sampel tersebut diperoleh di ruang pemeriksaan forensik RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, antara Maret hingga April 2022. Sampel penelitian diambil dari usap bukal jenazah yang disimpan di lemari pendingin pada hari ke-1, ke-7, ke-20, dan ke-40. Sementara itu, sampel dari jaringan lisis dan tubuh yang mati akibat COVID-19 atau penyakit menular lainnya dikecualikan. Berdasarkan perhitungan sampel, minimal sembilan sampel diperlukan.

Hasil penelitian ini rerata jumlah DNA usap bukal tertinggi ditemukan pada hari ke-7 penyimpanan sebesar 158,12 碌g/dl, sedangkan rata-rata jumlah DNA terendah ditemukan pada hari ke-20 penyimpanan sebesar 112,53 碌g/dl. Terjadi peningkatan jumlah DNA rata-rata pada hari ke-7, diikuti oleh penurunan pada hari ke-20, kemudian meningkat lagi pada hari ke-40. nilai p kemurnian DNA adalah 0,483, yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan kemurnian DNA usap bukal berdasarkan lama penyimpanan pada hari ke-1, 7, 20, dan 40 dengan suhu lemari es. Rata-rata tertinggi ditemukan pada hari ke-1 penyimpanan, sedangkan nilai terendah ditemukan pada hari ke-40 penyimpanan. Perbedaan ini juga tidak signifikan secara statistik. Berdasarkan uji Mann Whitney, tidak terdapat perbedaan signifikan dalam kuantitas dan kemurnian DNA antara setiap kelompok penyimpanan pada hari ke-1, 7, 20, dan 40.

Disimpulkan bahwa lama penyimpananusap bukal tidak berpengaruh terhadap kualitas DNA dengan pemeriksaan lokus CODIS STR.

Penulis: Prof. Dr. Ahmad Yudianto, dr., Sp.F(K)., M.Kes., SH.

Informasi lebih detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

DOI:

Wiwin Ida Nur Sri Wahyuni, Ahmad Yudianto, Galih Endradita, Meivy Isnoviana. [2025].  Effect of Buccal Swab Storage Duration on DNA Levels and Purity Through STR-Codis Locus Examination.  J Punjab Acad Forensic Med Toxicol 2024;24(2), 11-16

AKSES CEPAT