51动漫

51动漫 Official Website

Evaluasi Kasus Luka Bakar Berat Dengan Luas Permukaan Tubuh Total 54% Akibat Ledakan Tabung LPG

Ilustrasi Luka Bakar(Sumber: Yesdok)
Ilustrasi Luka Bakar(Sumber: Yesdok)

Kecelakaan kerja dapat disebabkan oleh kelalaian pekerja, melebihi kapasitasnya, atau ergonomi yang buruk di tempat kerja. Di bidang kesehatan, berdasarkan laporan National Safety Council (NSC) dalam Injury Facts Edisi 2015 menunjukkan bahwa kejadian kecelakaan kerja yang tidak fatal di rumah sakit 20% lebih tinggi daripada pekerja di industri lain. Kasus yang paling umum termasuk tusukan jarum, terkilir, sakit punggung, luka/robekan, luka bakar, dan penyakit menular, antara lain. Kecelakaan kerja yang melibatkan benda panas dapat menyebabkan luka bakar pada bagian tubuh manusia yang bersentuhan langsung dengan benda tersebut. Beberapa pekerjaan sangat rentan terhadap kecelakaan luka bakar terkait pekerjaan. Luka bakar dapat melukai tubuh fisik pekerja dan juga memengaruhi kondisi mental mereka, sehingga menimbulkan trauma dalam kehidupan sehari-hari mereka. Kecelakaan tersebut dapat terjadi akibat kesalahan manusia atau standar keselamatan kerja yang kurang memadai. Kecelakaan luka bakar massal (bencana massal) yang terjadi beberapa tahun terakhir ini tergolong kasus epidemik berat. Luka bakar merupakan penyebab kematian ketiga akibat kecelakaan. Oleh karena itu, luka bakar dianggap sebagai kegawatdaruratan.

Luka bakar masih menjadi masalah kesehatan global yang signifikan, dengan perkiraan 180.000 kematian setiap tahunnya, yang sebagian besar terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Luka bakar merupakan salah satu insiden yang paling umum terjadi di masyarakat. Sekitar 2,5 juta orang mengalami luka bakar di Amerika Serikat setiap tahunnya; dari kelompok ini, 200.000 pasien memerlukan perawatan rawat jalan dan 100.000 pasien dirawat di rumah sakit, dengan sekitar 12.000 meninggal setiap tahun.

Laporan kasus, sekitar pukul 08.00 WIB, seorang barista laki-laki berusia 25 tahun tiba di kafe tempatnya bekerja. Saat memasuki tempat tersebut, ia mencium bau gas yang menyengat dan mendengar suara mendesis dari dapur. Karena khawatir, ia berjalan ke bagian belakang kafe dan membuka pintu dapur untuk memeriksa. Tiba-tiba, tabung gas elpiji seberat 12 kilogram meledak dan membakar dirinya. Pasien datang dengan beberapa cedera traumatik dan termal yang memengaruhi berbagai daerah anatomi. Luka terbuka terlihat di daerah tengkorak, ditandai dengan gangguan jaringan dengan batas tidak teratur yang menunjukkan trauma tumpul atau tajam. Area wajah menunjukkan luka bakar termal pada tungkai bawah kiri yang ditandai dengan eritema, lepuh, dan kemungkinan hilangnya seluruh ketebalan kulit, menimbulkan kekhawatiran tentang gangguan jalan napas

Pada kasus ini didapatkan luas luka bakar total sebesar 54%. Kualifikasi luka menggunakan sistem skoring untuk memprediksi mortalitas akibat luka bakar. Metode yang digunakan adalah metode ABSI (abbreviated burn severity index). Dengan rincian, Jenis kelamin (laki-laki = 0), Usia (21-40 = 2), cedera inhalasi (ya = 1), adanya luka bakar ketebalan penuh (tidak = 0), dan luka bakar BSA (51-60 = 6). Total skor yang didapatkan = 9. Berdasarkan prediksi skor ABSI menunjukkan probabilitas bertahan hidup sebesar 50-70% (berat). Pasal hukum terkait kelalaian pasal 359, 360 dan 361 KUHP.

Simpulan dalam laporan kasus ini bahwa penilaian luka dalam kasus ini menunjukkan luka bakar derajat dua pada wajah, dada, perut, lengan atas dan bawah kanan, lengan atas dan bawah kiri, dan kedua tungkai bawah. Lesi tersebut disebabkan oleh luka bakar termal. Dalam hal ini, klasifikasi luka berdasarkan kondisi fisik, tanda-tanda vital, dan karakteristik luka menunjukkan cedera yang berpotensi mematikan, seperti yang tercatat dalam visum et repertum.

Penulis: Prof. Dr. Ahmad Yudianto, dr., Sp.F(K)., M.Kes., SH.

Informasi lebih detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

DOI:

Yudha Erik Prabowo, Ahmad Yudianto, Wiwin Ida Nur Sri Wahyuni. [2025].  Evaluation of a severe burn case with 54% total body surface area injury resulting from an LPG cylinder explosion: Clinical and medicolegal perspectives. J. Med. Pharm. Chem. Res. 8 (2026) 147-154

AKSES CEPAT