51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Pengaruh Pelaporan Terintegrasi dan Reputasi Lingkungan terhadap Pengambilan Keputusan Komprehensif Investor Non-Profesional

Manajer, sebagai man-agers perusahaan, akan melaporkan informasi yang berkaitan dengan strategi keuangan, non-keuangan, bisnis perusahaan mereka dan kinerja penciptaan nilai secara terintegrasi. Ini penting karena, jika formasi disajikan secara terpisah, tersebar di sejumlah besar halaman, ini dapat berarti investor membuang waktu dan merasa jenuh dengan jumlah informasi, mengakibatkan kesulitan dalam pengambilan keputusan mereka. IR adalah bentuk akhir dari proses pelaporan perusahaan yang terdiri dari informasi kinerja keuangan dan non-keuangan. Manajer tidak hanya menyajikan laporan terintegrasi tetapi juga perlu berkontribusi terhadap masalah lingkungan, sehingga dapat memberikan citra positif bagi perusahaan mereka. Reputasi lingkungan perusahaan adalah bentuk pengakuan oleh pihak ketiga yang independen, dan didasarkan pada kegiatan perusahaan sehubungan dengan lingkungan.

Di Indonesia, penyajian informasi mengenai kinerja perusahaan masih beragam. Meskipun aspek informasi non-keuangan telah menjadi perhatian khusus bagi sebagian besar perusahaan, penyajian informasi keuangan dan non-keuangan masih sangat beragam. Beberapa perusahaan menyajikan informasi keuangan dan non keuangan secara terpisah dalam bentuk sustainability report (SR) dan laporan keuangan, namun beberapa perusahaan menyajikannya dalam satu laporan berupa annual report (AR). Studinya adalah untuk menguji pengaruh pelaporan terintegrasi dan reputasi lingkungan pada pengambilan keputusan komprehensif oleh investor non-profesional. Secara khusus, penelitian ini meneliti proses yang digunakan investor untuk membuat keputusan komprehensif (mis. akuisisi, evaluasi, pembobotan, dan penilaian) ketika melihat informasi tentang pelaporan terintegrasi perusahaan dan reputasi lingkungan. Studi ini menunjukkan bahwa menggabungkan informasi keberlanjutan dan keuangan ke dalam satu laporan meningkatkan potensi akses ke informasi keberlanjutan. Selain itu, belum ada penelitian sebelumnya yang meneliti hubungan antara HI dan reputasi lingkungan dalam pengambilan keputusan. Kami mengisi kesenjangan penelitian ini mengenai HI terutama di negara-negara berkembang apakah itu memiliki peran dalam proses pengambilan keputusan investasi atau tidak. Kedua, Kami telah mengeksplorasi literatur tentang hubungan antara pelaporan terintegrasi dan pengambilan keputusan investasi, reputasi lingkungan yang belum dieksplorasi.

Penelitian ini menggunakan desain eksperimen faktorial 2×3, e menggunakan eksperimen berbasis web, atau desain 2×3 antara subjek, untuk menyelidiki apakah pelaporan terintegrasi perusahaan dan reputasi lingkungan memiliki pengaruh pada pengambilan keputusan komprehensif investor non-profesi.  Data yang diperoleh kemudian diuji menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji post hoc. Penelitian ini menggunakan desain bersama dengan subjek, dan kami menguji 157 investor non-profesional menggunakan desain pengalaman-mental.  Hasil ini mendukung teori beban kognitif, yang menjelaskan bahwa investor memiliki kemampuan memori yang terbatas, sehingga laporan terintegrasi akan memudahkan mereka untuk membuat keputusan.  Akibat keterbatasan yang dialami ingatan manusia saat mengelola informasi, informasi yang disajikan secara terintegrasi dapat memudahkan investor untuk memutuskan berinvestasi di perusahaan atau tidak. Namun di sisi lain, informasi dari luar perusahaan dapat berkontribusi pada dis-traksi informasi ketika mengevaluasi informasi tentang perusahaan.

Temuan menunjukkan bahwa perusahaan yang menyediakan pelaporan terintegrasi dan memiliki reputasi lingkungan memudahkan investor non-profesional untuk membuat keputusan yang komprehensif.  Penelitian tentang pelaporan terintegrasi langka.  Ada beberapa penelitian tentang hubungan antara pelaporan terpadu dan pengambilan keputusan investasi, tetapi reputasi lingkungan dari hubungan kembali antara pelaporan terpadu dan keputusan investasi belum dieksplorasi secara luas. Padahal, isu lingkungan adalah isu global. Lebih lanjut, kami berpendapat bahwa penelitian ini sangat penting untuk dilakukan di Indonesia, mengingat pengaturan mengenai penyajian berbagai informasi dapat dilakukan secara terpadu atau terpisah. Penelitian ini dapat memberikan saran bagi regulator tentang pentingnya regulasi mengenai kewajiban penyajian informasi keuangan dan non keuangan secara terintegrasi.

Penulis: Prof. Dian Agustia, S.E., M.Si., Ak., CMA., CA

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Widyatama, A., Agustia, D., Ardianto, A., & Soewarno, N. (2023). Effect of integrated reporting and environmental reputation on comprehensive decision-making non-professional investors. Business: Theory and Practice, 24(2), 488“500.

AKSES CEPAT