Isu lingkungan merupakan isu yang hangat dibahas dan diperbincangkan dalam kurun waktu akhir-akhir ini. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan peran Green Innovation dalam pengaruh direktur perempuan terhadap nilai perusahaan. Keberadaan direktur perempuan dalam perusahaan telah terbukti dalam berbagai penelitian sebelumnya, dapat memberikan kondisi yang lebih seimbang dan pengambilan keputusan yang lebih baik, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan nilai perusahaan. Adanya perspektif perempuan yang berbeda dalam dewan direksi secara potensial akan memberikan pandangan yang lebih luas, dan kemungkinan pengertiasn yang lebih lengkap tentang pasar dan karakteristik pemegang saham perusahaan. Direksi perempuan juga dikatakan lebih memiliki etika, lebih memiliki empati, dan lebih berorientasi social dibandingkan direktur laki-laki. Oleh karena itu, keberadaan direksi perempuan dalam dewan direksi dapat meningkatkan awareness dan sensitifitas ewan direksi terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. Dengan demikian direktur perempuan dikatakan dapat memberikan diversifikasi dalam sudut pandang dewan direksi (karena pengalaman mereka yang berbeda dan pengetahuan dari laki-laki) akan meningkatkan kualitas keputusan yang dibuat dalam dewan direksi. Hal ini lah yang menyebabkan keputusan direksi menjadi jauh lebih baik dan efektif sehingga nilai perusahaan akan meningkat pula.
Green innovation dapat didefinisikan sebagai suatu proses menciptakan kreasi atau membangun metode yang dapat berkontribusi pada pengurangan dampak buruk terhadap lingkungan akibat dari berbagai eksplorasi maupun efek negative dari aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan. Adanya isu lingkungan yang tidak dapat dihindari atau diremehkan menyebabkan green innovation menjadi tanggung jawab penuh dan hal yang penting bagi dewan direksi.
Kami menggunakan upper echelon theory dan Natural Resource Based View (NRBV) Theory untuk menjelaskan peran mediasi green innovation dalam hubungan direktur perempuan dan nilai perusahaan. Berbagai riset terdahulu juga menyimpulkan bahwa keberadaan direktur perempuan sangat penting dalam meningkatkan kinerja lingkungan dari sebuah perusahaan. Hal ini terjadi karena direksi perempuan memiliki tingkat awareness yang lebih tinggi dan partisipasi yang aktif dalam berbagai aktivitas lingkungan, serta persepsi yang lebih baik dalam meng asses risiko lingkungan. Dengan demikian direksi perempuan akan merepresentasikan dirinya di dalam dewan direksi dengan berbagai persepektif yang dapat membuat dewan direksi menjadi lebih peka terhadap isu soial dan lingkungan serta lebih focus dalam kebijakan dalam mengimplementasikan green innovation. Selanjutnya dengan menggunakan NRBV theory, kami mengaitkan kemampuan perusahaan dalam mnerapkan green innovation dengan peningkatan nilai perusahaan. NRBV memberikan pemahaman tentang keunggulan kompetitif suatu perusahaan dalam pengelolaan sumber daya perusahaan yang unik, sulit ditiru, berharga, langka, tidak tergantikan dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan. Dengan adanya green innovation dan aktivitas yang dapat mengurangi dampak buruk lingkungan, maka perusahaan dapat meningkatkan penghematan dan menambah keunggulan kompetitifnya. Dengan demikian komitmen perusahaan terkait lingkungan dengan melaksanakan green innovation dapat meningkatkan keunggulan bersaing yang pada gilirannya dapat meningkatkan keuntungan perusahaan secara ekonomis.
Penelitian ini menggunakan data panel tahun 2016“2020 sebanyak 108 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan 518 observasi. Penelitian ini mengumpulkan data dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan serta database Osiris. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa green innovation memediasi hubungan antara direktur perempuan dan nilai perusahaan. Hasil penelitian ini mengkonfirmasi pandangan upper echelon theory yang menyatakan bahwa kebijakan direktur perempuan memberikan dampak positif terhadap green innovation. Hasil penelitian ini juga mendukung teori NRBV yang memandang bahwa green innovation mampu meningkatkan nilai perusaan.
Penulis: Kurnia Cahya Lestari dan Noorlailie Soewarno
Jurnal: Do female directors influence firm value? The mediating role of green innovation





