Coenzym Q10 (CoQ10) atau ubiquinone adalah senyawa larut lemak yang berada dalam membran mitokondria bagian dalam sel tubuh. CoQ10 mempunyai 2 peran utama yaitu; 1) berperan dalam rantai transpor elektron untuk sintesis ATP yang merupakan sumber utama energi sel; dan 2) mencegah terjadinya peroksidasi lipid. Proses tersebut dapat mencegah kerusakan kolagen, elastin dan menghindari keriput. CoQ10 dilaporkan mampu untuk melawan ROS (Reactive Oxygen Species) yang produksinya dipicu oleh radiasi UV-A pada keratinosit, dan dapat mengurangi Matriks Metaloproteinase dalam fibroblast. Namun seringkali jumlah CoQ10 dalam sel kulit sangat kurang sehingga perlu penambahan dari luar sebagai kosmetika antiaging. Penggunaan CoQ10 dalam kosmetika memiliki beberapa kekurangan antara lain kelarutan dalam air yang rendah, berat molekul yang besar, dan lipofilisitas yang tinggi mengakibatkan CoQ10 tertahan pada stratum corneum sehingga menyebabkan penetrasi kulit yang rendah.
Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan sistem penghantaran yang tepat yaitu Nanostructured lipid carriers (NLC). NLC merupakan salah satu sistem penghantaran yang banyak dikembangkan untuk meningkatkan penetrasi senyawa aktif kedalam kulit. NLC adalah nanopartikel lipid pada umumnya terdiri dari lipid padat, lipid cair dan surfaktan. Jenis dan rasio lipid yang digunakan dalam NLC berpengaruh pada karakteristik sistem (morfologi dan ukuran partikel, efektifitas penjebakan, indeks kristalinitas), stabilitas sistem dan penetrasi senyawa aktif ke dalam kulit. Kombinasi lipid padat diketahui dapat berpengaruh pada indeks kristalinitas matriks NLC. Kombinasi beeswax dan oleum cacao dengan rasio 50 : 50 sebagai fase lipid padat dalam NLC minyak kemiri diketahui memiliki indeks rekristalinitas yang lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan beeswax tunggal.
Indek rekristalinitas yang rendah menunjukkan keteraturan matriks lipid yang rendah, sehingga daya jebak terhadap bahan aktif meningkat. Sebagai lipid cair dapat digunakan minyak tumbuhan atau fixed oil seperti virgin coconut oil (VCO). Adanya lipid cair minyak tumbuhan dalam NLC dapat memberikan efek emolien dan meningkatkan oklusifitas dengan menahan penguapan air dari lapisan kulit, akibatnya hidrasi kulit meningkat dan penetrasi bahan aktif ke dalam kulit pun meningkat. Namun adanya minyak tumbuhan dalam jumlah besar menimbulkan rasa 済reasy pada penggunaan sehingga perlu dilakukan kombinasi dengan essential oil sebagai contoh peppermint oil (PO). Untuk menjaga keamanan penggunaan sediaan perlu dilakukan uji iritasi.
Pada penelitian ini dilakukan penentuan pengaruh penambahan essential oil pada NCL-CoQ10 dengan matrik kombiasi beeswax-oleum cacao dan VCO terhadap stabilitas fisik, iritabilitas dan penetrasinya ke dalam kulit mencit.
Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh NLC-CoQ10 dengan penambahan PO berbentuk sferis, dapat dilihat pada gambar 1. Peningkatan jumlah PO ke dalam NLC-CQ10 menurunkan viskositas yaitu 329,1卤15,5 cps untuk PO 0% menjadi 219,9卤2,9 cps untuk penambahan 2%. Ukuran partikel berkisar antara 188,25卤13,22 hingga 197,80卤14,19 nm. Semua formula memiliki efisiensi penjebakan yang tinggi (>80%). Penambahan PO tidak menyebabkan perubahan sifat fisik dan stabil selama 90 hari penyimpanan. Uji iritasi 24 jam menunjukkan bahwa F2 (dengan penambahan 1% PO) dan F3 (dengan penambahan 1,5% PO) tidak menyebabkan iritasi.
Hasil uji penetrasi menunjukkan bahwa NLC Coenzyme Q10-PO 1% (F2) terutama terdapat pada lapisan hipodermis, dan NLC Coenzyme Q10-PO lebih sedikit 1,5% (F3) baik pada dermis maupun hipodermis. Hal ini diduga karena ukuran partikel yang kecil dan penambahan PO yang dapat meningkatkan penetrasi. Secara umum, ukuran partikel NLC yang ideal untuk penargetan dermal adalah <500 nm karena ukuran pori kulit berkisar antara 250 500 nm. Hasil pengamatan mikroskopis kulit punggung mencit setelah 24 jam aplikas NLC-Q10 dengan PO dapat dilihat pada gambar 2.
Penulis: Prof. Dr. apt. Tristiana Erawati M., Dra., M.Si.
Informasi detail riset ini dapat diakses pada artikel kami di:
Tristiana Erawati*, Rizki Amalia Arifiani, Andang Miatmoko, Dewi Melani Hariyadi, Noorma Rosita1, Tutiek Purwanti, 2023, The effect of peppermint oil addition on the physical stability, irritability, and penetration of nanostructured lipid carrier coenzyme Q10, Journal of Public Health in Africa 2023; 14(s1):2515]





