51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Pengaruh Pendidikan dan Pengetahuan Pedagang Mi Online terhadap Bahaya Bahan Tambahan Pangan dan Methanil Yellow di Surabaya

Foto by Verywell Health

Bahan Tambahan Pangan (BTP) merupakan bahan yang secara alami bukan bagian dari bahan baku pangan, tetapi ditambahkan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan, seperti pewarna, pengawet, penyedap rasa, anti gumpal, dan pengental. Penggunaan bahan tambahan pangan diperbolehkan asal dalam penggunaannya sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku, baik dari segi jenis dan golongan bahan tambahan pangan yang digunakan, maupun dari segi jumlah yang digunakan. Bahan tambahan pangan yang dilarang, penggunaan dengan dosis sekecil apapun tetap tidak diperbolehkan. Alasan bahan tambahan pangan tersebut dilarang penggunaannya dalam makanan karena dapat menyebabkan dampak negatif bagi kesehatan. Beberapa bahan berbahaya yang dilarang penggunaannya untuk makanan antara lain, asam borat (boraks), paraformaldehid (formalin), methanol kuning (methanil yellow), rodamin B, auramin kuning, dan pewarna merah amaranth.

Methanil yellow pada dasarnya merupakan pewarna sintetis yang digunakan pada industry tekstil, kertas, dan cat. Methanil yellow adalah pewarna sintetis yang tidak boleh ditambahkan ke dalam bahan makanan karena dapat menyebabkan dampak negatif bagi kesehatan seperti bahaya akut mual, muntah, sakit perut, diare, demam, darah rendah, dan iritasi saluran pencernaan, serta bahaya kronis berupa gangguan pada fungsi hati, ginjal, dan kanker.

Mi merupakan salah satu makanan pokok serbaguna yang mudah didapatkan, mempunyai harga terjangkau, dapat diolah menjadi berbagai macam makanan dan jajanan, sehingga mi dianggap mempunyai nilai jual yang tinggi. Di dunia usaha dan bisnis kuliner saat ini telah berkembang layanan pesan antar makanan dan minuman online, seperti GoFood dan GrabFood. Layanan pesan antar makanan dan minuman online berbasis aplikasi ini tentu lebih memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Tetapi, di sisi lain juga memunculkan tantangan keamanan pangan bagi produk yang dijual. Tantangan keamanan tersebut juga disebabkan salah satunya karena minimnya pengetahuan dan pengaplikasian praktik penanganan yang buruk oleh penjual dalam jasa pesan antar makanan yang didominasi oleh usaha mikro informal. Sehingga, menjadi perlu untuk menganalisis hubungan antara tingkat Pendidikan, lama berjualan dan pengetahuan mengenai penggunaan BTP dan methanil yellow pada pedagang mi yang dijual di aplikasi online. penelitian ini diharapkan dapat memberi gambaran dan informasi mengenai pengetahuan para pedagang mi dan faktorfaktor yang dapat mempengaruhi seperti tingkat pendidikan dan lama berjualan bagi masyarakat dan pihak terkait seperti dinas kesehatan atau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta dapat menjadi dasar sebagai langkah selanjutnya dalam sosialisasi penggunaan BTP.

Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pedagang mi yang menjual produknya di aplikasi pesan antar makanan online (GoFood dan GrabFood) di wilayah Surabaya Timur dalam radius 2,38 km dari titik yang telah ditentukan, yaitu 51¶¯Âþ Kampus C, yang terletak di Jalan Dr. Ir. H. Soekarno, Mulyorejo.

Responden penelitian berjumlah 57 pedagang. Mayoritas responden adalah perempuan dengan usia beragam mulai dari kelompok usia remaja hingga lansia. Pada karakteristik usia, distribusi usia responden beragam mulai dari kelompok usia remaja hingga lansia, sebagian besar responden terdistribusi pada usia dewasa dan produktif, yaitu usia 26 “ 45 tahun. Responden memiliki tingkat pendidikan sebagian besar adalah tamat SMA/Sederajat, yaitu sebanyak 31 orang (54,4%). Lama berjualan responden didominasi oleh 1 “ 5 tahun, yaitu sebanyak 22 orang (38,6%). Pengetahuan responden terkait dengan BTP dan methanil yellow mayoritas kurang, yaitu sebanyak 23 orang (40,4%). Sebagian besar responden menjawab salah mengenai aturan BTP oleh pemerintah yang dijawab salah oleh 82,5% responden dan mengenai dampak dari methanil yellow bagi Kesehatan yang dijawab salah oleh 94,7% responden.

Pengetahuan mengenai BTP merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam mempengaruhi perilaku penggunaan (BTP) oleh para pedagang maupun produsen makanan dan minuman. Penggunaan BTP berbahaya seperti methanil yellow perlu diperhatikan karena dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan pada konsumsi jangka panjang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan mengenai penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) dan methanil yellow pada pedagang mi yang dijual online di GoFood dan GrabFood. Sedangkan lama berjualan tidak memiliki hubungan dengan pengetahuan pedagang mengenai penggunaan BTP dan methanil yellow. Pengetahuan berperan penting dalam pemilihan bahan bagi produk yang akan dijual dan mempunyai peranan penting bagi aspek keamanan pangan produk.

Penulis: Trias Mahmudiono, S.KM., MPH(Nutr.), Ph.D

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat pada artikel kami di:

Utari Gita Setyawati, & Trias Mahmudiono. (2023). The Level of Education, Business Age and Knowledge of Food Additives and Methanil Yellow: A Study among Online Noodle Sellers (GoFood and GrabFood) in East Surabaya: Tingkat Pendidikan, Lama Berjualan dan Pengetahuan Mengenai Bahan Tambahan Pangan dan Methanil Yellow: Studi pada Pedagang Mi Online (Gofood dan Grabfood) di Surabaya Timur. Media Gizi Indonesia, 18(1), 56“62. https://doi.org/10.20473/mgi.v18i1.56-62

AKSES CEPAT